Di Cina Nama dan Wajah Pengutang Macet Ditayangkan di Bioskop

Internasional | Senin, 21 Mei 2018 - 00:33 WIB

Di Cina Nama dan Wajah Pengutang Macet Ditayangkan di Bioskop

SICHUAN, CINA (RIAUPOS.CO) - Ada saja cara penegak hukum untuk mengambil tindakan hukum. Seperti yang dilakukan di Provinsi Sichuan, Cina ini. Oleh pengadilan setempat, para kreditur atau pengutang yang macet tidak dibayar nama dan foto wajahnya ditampilkan di klip pendek sebelum film ditayangkan di bioskop. 

Dilansir dari South China Morning Post pada Jumat (18/5/2018) inisiatif ini berasal dari pengadilan di daerah Hejiang di provinsi Sichuan. Klip itu menunjukkan rincian debitur di daerah setempat yang masih berutang pada pinjaman, meskipun perintah pengadilan lokal menuntut mereka membayar. Rincian diberikan pada 26 warga bisnis yang gagal membayar utang.

Direktur penegakan hukum untuk pengadilan, Hejiang Li Qiang mengatakan hal semacam ini, yaitu mempermalukan lewat publik telah menjadi taktik yang semakin umum untuk menghukum laolai atau mereka yang gagal mengembalikan pinjaman. 

“Untuk para penonton di bioskop, kami secara khusus memilih untuk mengekspos nama-nama debitur yang pendaftaran rumah tangganya ada di daerah itu sehingga lebih ditargetkan dan hasilnya akan lebih efektif,” paparnya. Pengadilan juga memasang nama mereka pada layar elektronik di luar ruangan dan melalui poster di bus.

Kota-kota lain di Cina telah menggunakan taktik serupa untuk memalukan debitur. Angka resmi pada bulan April menunjukkan pengadilan di Cina telah mempublikasikan informasi lebih dari 10,5 juta orang yang gagal membayar kembali pinjaman. Pelanggar yang terdaftar telah masuk daftar hitam dari pembelian tiket pesawat dan dari pembelian tiket kereta api.

Cina meluncurkan sistem nasional untuk mengekspos para peminjam yang telah gagal pada 2017, memungkinkan nama mereka, nomor kartu identitas, foto, alamat rumah dan jumlah yang harus dipublikasikan di berbagai saluran.

Selain billboard dan layar publik, pengadilan di provinsi seperti Jiangsu, Henan dan Sichuan telah bekerja sama dengan operator telekomunikasi untuk memutar pesan pra-rekaman tentang pelanggar yang gagal membayar utang mereka ketika orang lain mencoba untuk menelepon nomor mereka.(ina) 

Sumber: JPC
Editor: Fopin A Sinaga



loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU