REVISI UU ANTITERORISME
Korban Aksi Teroris Akan Dapat Kompensasi
Minggu, 20 Mei 2018 - 19:30 WIB > Dibaca 817 kali Print | Komentar
Korban Aksi Teroris Akan Dapat Kompensasi
Ilustrasi.
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Revisi undang-undang Antiterorisme bukan hanya menyangkut pada pemberantasan ataupun pencegahan terorisme. Tetapi juga diarahkan pada perlakuan terhadap para korban jiwa dan korban yang selamat namun harus menanggung luka fisik maupun trauma sepanjang hidup.

Di dalam revisi itu turut tercantum tentang aturan pemberian kompensasi untuk para korban. Wakil Ketua Panitia Khusus Revisi UU Antiterorisme Supiadin Aries Saputra mengatakan, saat ini kompensasi atau ganti rugi untuk korban teror harus menunggu putusan pengadilan sehingga butuh waktu lama.

"Dengan UU Antiterorisme yang baru, tidak perlu lagi menunggu putusan pengadilan," ujarnya. Menurut Supiadin, uang kompensasi memang tidak akan bisa mengobati kepedihan dan luka korban teror.

Namun, setidaknya uang tersebut bisa membantu meringankan beban korban maupun keluarga yang ditinggalkan. Karena itu, lanjut dia, besaran kompensasi untuk korban teror juga akan ditetapkan. Mulai kategori luka ringan, luka berat, hingga meninggal dunia.

"Untuk korban luka, sekitar Rp75 juta," tutur dia. Supiadin mengatakan, karena yang dibahas saat ini adalah revisi UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, pemberian kompensasi itu akan berlaku surut.

"Mulai korban bom Bali 2002," tutur dia. Sebagaimana diketahui, UU Antiterorisme 2003 merupakan respons atas kasus bom Bali 2002 yang kemudian disebut dengan Bom Bali I. Itu adalah rangkaian tiga peristiwa pengeboman yang terjadi pada malam tanggal 12 Oktober 2002.

Dua ledakan pertama terjadi di Paddy’s Pub dan Sari Club (SC) di Jalan Legian, Kuta, Bali. Ledakan terakhir terjadi di dekat kantor konsulat Amerika Serikat. Lalu, ada lagi pengeboman dalam skala yang jauh lebih kecil yang juga bertempat di Bali pada 2005. Teror itu disebut Bom Bali II.


KOMENTAR
Berita Update
Penabalan Gelar Adat
Ingatkan Jokowi ketika Dilantik
Minggu, 16 Desember 2018 - 15:28 wib

SBY Sampaikan Sinyal "Perang"
Minggu, 16 Desember 2018 - 15:20 wib

60 Persen Tanah Riau Belum Terdaftar
Minggu, 16 Desember 2018 - 15:16 wib

UKW Angkatan XI PWI Riau, 38 Wartawan Dinyatakan Kompeten
Minggu, 16 Desember 2018 - 15:14 wib
Pesona air terjun Sungai Simo
Hijau Simo yang Sejuk
Minggu, 16 Desember 2018 - 14:58 wib

Mayweather Jadi Mangsa Khabib Nurmagomedov
Minggu, 16 Desember 2018 - 14:55 wib

Penyaluran CSR Banyak Tak Sesuai Perda
Minggu, 16 Desember 2018 - 14:53 wib
Embarkasi Haji Antara Riau
Fasilitas Pendukung Embarkasi Belum Rampung
Minggu, 16 Desember 2018 - 14:44 wib
Penyair Perempuan Indonesia (PPI) Terbentuk
Dan, Palung Puisi itu Bernama Perempuan
Minggu, 16 Desember 2018 - 14:34 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
SBY dan AHY Sapa Warga Pekanbaru di CFD

Minggu, 16 Desember 2018 - 10:38 WIB

Pelaku Perusak Atribuat Partai Demokrat Diperiksa Penyidik
Demokrat Sebut Sudah Tangkap Pelaku Perusakan Atribut

Sabtu, 15 Desember 2018 - 10:25 WIB

SBY Merasa Diperlakukan Tidak Adil

Sabtu, 15 Desember 2018 - 09:55 WIB

Jokowi dan Istri Kenakan Pakaian Adat Melayu

Sabtu, 15 Desember 2018 - 09:34 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us