REVISI UU ANTITERORISME
Korban Aksi Teroris Akan Dapat Kompensasi
Minggu, 20 Mei 2018 - 19:30 WIB > Dibaca 753 kali Print | Komentar
Korban Aksi Teroris Akan Dapat Kompensasi
Ilustrasi.
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Revisi undang-undang Antiterorisme bukan hanya menyangkut pada pemberantasan ataupun pencegahan terorisme. Tetapi juga diarahkan pada perlakuan terhadap para korban jiwa dan korban yang selamat namun harus menanggung luka fisik maupun trauma sepanjang hidup.

Di dalam revisi itu turut tercantum tentang aturan pemberian kompensasi untuk para korban. Wakil Ketua Panitia Khusus Revisi UU Antiterorisme Supiadin Aries Saputra mengatakan, saat ini kompensasi atau ganti rugi untuk korban teror harus menunggu putusan pengadilan sehingga butuh waktu lama.

"Dengan UU Antiterorisme yang baru, tidak perlu lagi menunggu putusan pengadilan," ujarnya. Menurut Supiadin, uang kompensasi memang tidak akan bisa mengobati kepedihan dan luka korban teror.

Namun, setidaknya uang tersebut bisa membantu meringankan beban korban maupun keluarga yang ditinggalkan. Karena itu, lanjut dia, besaran kompensasi untuk korban teror juga akan ditetapkan. Mulai kategori luka ringan, luka berat, hingga meninggal dunia.

"Untuk korban luka, sekitar Rp75 juta," tutur dia. Supiadin mengatakan, karena yang dibahas saat ini adalah revisi UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, pemberian kompensasi itu akan berlaku surut.

"Mulai korban bom Bali 2002," tutur dia. Sebagaimana diketahui, UU Antiterorisme 2003 merupakan respons atas kasus bom Bali 2002 yang kemudian disebut dengan Bom Bali I. Itu adalah rangkaian tiga peristiwa pengeboman yang terjadi pada malam tanggal 12 Oktober 2002.

Dua ledakan pertama terjadi di Paddy’s Pub dan Sari Club (SC) di Jalan Legian, Kuta, Bali. Ledakan terakhir terjadi di dekat kantor konsulat Amerika Serikat. Lalu, ada lagi pengeboman dalam skala yang jauh lebih kecil yang juga bertempat di Bali pada 2005. Teror itu disebut Bom Bali II.


KOMENTAR
Berita Update
Bayi Meninggal  karena Virus Rubbela

Bayi Meninggal karena Virus Rubbela
Senin, 15 Oktober 2018 - 15:57 wib
KPU Sebut Tak Ada yang Salah
Dugaan Tindak Pidana Pemilu Kepala Daerah
KPU Sebut Tak Ada yang Salah
Senin, 15 Oktober 2018 - 15:48 wib
Anjurkan Kampanye Negatif, Tapi Haramkan Black Campaign

Anjurkan Kampanye Negatif, Tapi Haramkan Black Campaign
Senin, 15 Oktober 2018 - 15:32 wib

Kepenghuluan Dukung Inovasi Desa
Senin, 15 Oktober 2018 - 15:30 wib
Pemprov Siapkan Bonus Peraih Medali Asian Para Games

Pemprov Siapkan Bonus Peraih Medali Asian Para Games
Senin, 15 Oktober 2018 - 15:00 wib
Kampus Politeknik LP3I Bandung Program D2 Pekanbaru
Hasilkan Alumni Berkualitas, Profesional, dan Siap Kerja
Senin, 15 Oktober 2018 - 14:53 wib
Diunggulkan, Gafar Jadikan Tantangan

Diunggulkan, Gafar Jadikan Tantangan
Senin, 15 Oktober 2018 - 14:32 wib
Arara Abadi Komit Berantas TBC di Teluk Meranti
Dukung Program Pelalawan Sehat
Senin, 15 Oktober 2018 - 14:30 wib

PT Bimalyndo Hajar Aswad Resmi Beroperasi
Senin, 15 Oktober 2018 - 14:23 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Rupiah Anjlok, Perbankan Diminta Jangan Terlalu Panik
Perumahan Tenggelam Jadi Memorial Park

Rabu, 10 Oktober 2018 - 13:22 WIB

5 Ribu Korban Belum Ditemukan

Senin, 08 Oktober 2018 - 13:12 WIB

Perumnas Balaroa Jadi Kuburan Massal

Sabtu, 06 Oktober 2018 - 14:38 WIB

Bantuan Gempa  Palu Belum Merata

Jumat, 05 Oktober 2018 - 17:12 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us