Pentingnya Terapi untuk Orangtua Anak Autis
Minggu, 20 Mei 2018 - 11:52 WIB > Dibaca 876 kali Print | Komentar
Pentingnya Terapi untuk Orangtua Anak Autis
TERAPI: Walau telah dewasa, anak autis harus tetap diterapi. Untuk itu diperlukan peran orangtua agar dapat memahami anaknya, sehingga mereka pun memerlukan terapi. Sekolah Luarbiasa Anak Mandiri for Riau Pos
(RIAUPOS.CO) - Tidak dapat dipungkiri bahwa terapi merupakan cara terbaik untuk membantu anak berkebutuhan khusus (ABK) dalam mengatasi berbagai kendala yang mereka hadapi. Demikian juga bagi anak-anak autis yang mengalami hambatan tumbuh kembang dalam kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain.  Selain bertujuan untuk melatih anak agar bisa bersosialisasai, terapi juga diperlukan anak autis untuk melatih kemandirian dan mengembangkan potensi yang mereka miliki.

Namun, ternyata terapi tidak hanya diperlukan oleh anak autis maupun ABK lainnya. Dalam dialog interaktif bertajuk “Best and Proven Way to Treat Autism”  yang digelar Klinik Terapi dan  Sekolah Luar Biasa Anak Madiri di Hotel Aryaduta, pekan lalu, terungkap bahwa terapi juga diperlukan oleh para orangtua yang memiliki ABK, seperti autis. Tujuannya, selain untuk membantu dalam melanjutkan terapi di rumah, juga untuk meningkatkan pemahaman orangtua dalam menghadapi kondisi anaknya yang berkebutuhan khusus.

“Terapi yang diikuti setiap anak autis di klinik terapi biasanya sekitar satu jam dalam setiap sesi. Jika orangtua juga ikut memahami jenis terapi yang diberikan, tentu mereka bisa melanjutkan terapi serupa di rumah, sehingga hasilnya akan lebih optimal dibandingkan cuma jadwal terapi di pusat terapi,” tutur Rovanita Rama, Pemiliki Klinik Terapi dan Sekolah Luar Biasa Anak Mandiri  yang didampingi Fanshur Dhigfain, terapis wicara di Klinik Terapi dan Sekolah Luar Biasa Anak Mandiri.

Dalam dialog tersebut juga dibahas mengenai pendidikan bagi anak autis, sebagai bekal bagi mereka untuk meningkatkan kemampuan  dalam memupuk kemandirian.  Sebagaimana anak-anak umumnya, kemampuan anak-anak autis juga tidaklah sama antara satu dengan lainnya.  Karena itu, dierlukan jenis pendidikan dan pelatihan yang tepat agar anak  mendapat bekal pengetahuan yang sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Anak autis dapat dibedakan berdasarkan kemampuan dasar mereka dalam bersikap, yaitu low function dan high function. Anak autis low function umumnya memiliki kemampuan berkomunikasi yang sangat rendah, bahkan tidak bisa berbicara sama sekali.  Bagi anak-anak seperti ini, pembelajaran yang diberikan lebih difokuskan kepada peningkatkan kemampuan dasar mereka dalam mengasah keterampilan. Karenanya, selain mengikuti terapi dan pendidikan di sekolah khusus, mereka juga diarahkan untuk melakukan kegiatan pengembangan diri guna meningkatkan kemandirian dan kemampuan dalam mengontrol perilaku.

Berbeda halnya dengan anak autis high function yang lebih mampu dalam berinteraksi, sekaligus memiliki kontrol diri yang lebih baik dibandingkan anak autis low function. Mereka bisa melanjutkan pendidikan di sekolah umum yang memiliki program inklusi, yaitu program khusus untuk ABK. Tentu saja hal ini memerlukan kerja sama dari pihak sekolah inklusi, dalam menyediakan fasilitas pendukung yang diperlukan anak-anak autis maupun ABK lainnya.

“Masalahnya, saat ini masih sangat terbatas sarana dan fasilitas pendukung yang bisa disediakan sekolah inklusi. Terutama bagi anak-anak autis yang memerlukan lebih banyak pendampingan dalam setiap aktivitasnya, kita berharap perhatian untuk anak autis bisa lebih ditingkatkan di masa datang,” harap Rovanita.

Selain perlakuan berbeda terhadap anak autis low function dan high function, pemberian diet bagi anak autis juga tidak sama antara satu dengan lainnya. Hal ini disebabkan adanya pantangan yang berbeda pada setiap anak dalam konsumsi makanan tertentu. Karenanya, diperlukan makanan yang tepat, agar anak autis bisa tumbuh dan berkembang optimal.  Namun, secara umum anak autis rentan terhadap protein susu.(izl)



Laporan DESLINA, Pekanbaru


KOMENTAR
Berita Update
Petani Sawit Inginkan Solusi di Rembug Nasional

Petani Sawit Inginkan Solusi di Rembug Nasional
Minggu, 20 Oktober 2018 - 22:20 wib
Parpol Harus Punya Dana Sendiri untuk Biayai Saksi Pemilu

Parpol Harus Punya Dana Sendiri untuk Biayai Saksi Pemilu
Minggu, 20 Oktober 2018 - 12:30 wib

Musprov PSTI Riau , Nama Yurnalis Basri Mencuat
Minggu, 19 Oktober 2018 - 18:19 wib

21 Oktober Seleksi Administrasi CPNS
Minggu, 19 Oktober 2018 - 17:00 wib
PSPS Allstar Vs Timnas Indonesia Allstar
Masyarakat Tak Dipungut Biaya
Minggu, 19 Oktober 2018 - 16:30 wib

Sakatonik ABC Talk Show Cemilan Sehat
Minggu, 19 Oktober 2018 - 15:43 wib

SD Darma Yudha Borong Medali IMSO 2018 di Cina
Minggu, 19 Oktober 2018 - 15:32 wib

Bupati Tinjau Korban Banjir
Minggu, 19 Oktober 2018 - 15:30 wib
Unilever Tetap Produksi Teh Sariwangi

Unilever Tetap Produksi Teh Sariwangi
Minggu, 19 Oktober 2018 - 15:25 wib
Cari Berita
Kesehatan Terbaru
Imunisasi MR Diperpanjang Hingga Bulan Oktober

Jumat, 19 Oktober 2018 - 15:00 WIB

Imunisasi MR Masih 34,5 Persen

Kamis, 18 Oktober 2018 - 14:00 WIB

Narkoba Merusak Kesehatan dan Mental

Senin, 15 Oktober 2018 - 14:00 WIB

Manfaat Buah Belimbing  untuk Kesehatan

Jumat, 12 Oktober 2018 - 16:25 WIB

Home Care, Pelayanan  Kesehatan Berkesinambungan

Jumat, 12 Oktober 2018 - 14:32 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini