Produsen Video Diciduk Polisi Setelah Tayangannya Viral
Jumat, 18 Mei 2018 - 00:03 WIB > Dibaca 2020 kali Print | Komentar
Produsen Video Diciduk Polisi Setelah Tayangannya Viral
AS yang ditangkap polisi akibat membuat video ancaman akan melakukan aksi teror dengan pistol dan pisau. (Foto: Prokal/jpg)
TARAKAN (RIAUPOS.CO) - Ada saja yang dilakukan orang menyikapi situasi yang terjadi akhir-akhir ini. Namun apa yang dilakukan seorang pemuda di Tarakan, Kalimantan Utara ini tidak patut untuk dicontoh. Akibat perbuatannya dia harus ditangkap polisi dari Densus 88 Anti Teror.
 
Pemuda berusia 22 tahun yang berinisial AS itu memproduksi video pribadi. Di dalam video yang kemudian tayangannya menjadi viral, AS mengeluarkan pernyataan dengan mengatakan akan melakukan aksi teror dengan pistol dan pisau di wilayah tersebut.

Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan menjelaskan, video tersebut sempat viral di media sosial. Karena dianggap sudah meresahkan masyarakat, Polres Tarakan pun berupaya mencari pemuda tersebut.

"Kita perintahkan intel dan reskrim untuk cari tahu. Kita lakukan penyelidikan. Semua polsek kami suruh cari siapa orangnya dan di mana posisinya," ujarnya saat dihubungi. Penjagaan di wilayah Tarakan pun diperketat. Terutama di markas Kepolisian "Ya kita perketat markas komando, siaga satu semua," tambahnya.

Kemudian sekitar satu jam kemudian, tim Densus 88 Antiteror datang ke Polres Tarakan. Ternyata mereka membawa AS. Pihaknya langsung memborgol pemuda itu dan melakukan interogasi. Tak lama, AS pun dibawa kembali oleh tim Densus 88 untuk melakukan pengembangan.

AS lalu diperiksa dan digeledah kediamannya yang ternyata ada di Nunukan, Kaltara, pagi tadi. Sebelumnya Densus melakukan sterilisasi di daerah itu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kami di situ sama Brimob dibantu TNI, kami sterilisasi terhadap barang-barang berbahaya ternyata tidak ada. Baru kami laksanakan penggeledahan," jelas Yudhistira.Saat dilakukan penggeledahan, pihaknya menemukan sejumlah barang terkait video tersebut. Antara lain karpet, buku, bendera hitam dengan tulisan arab putih dan handphone.

Polres Tarakan juga membawa ibu AS dan meminta keterangan tetangga di sekitar kediamannya. "Kami introgasi ibunya, dia (AS) itu sebenarnya mondok di Jatim sana. Tapi karena sakit, baru enam bulan, sakit, akhirnya dia balik ke sini (Tarakan)," tuturnya. AS kata Yudhistira berencana balik lagi ke Pondok Pesantrennya di Jawa Timur usai Hari Raya Idul Fitri.


KOMENTAR
Berita Update

IKA UNRI Satukan Potensi Bangun Riau dan Indonesia
Senin, 21 Oktober 2018 - 22:19 wib
Komunitas Film Pekanbaru (Komfek)
Mengembangkan Perfilman Indie Pekanbaru
Senin, 21 Oktober 2018 - 20:10 wib

Z Face Boy and Girl Sambangi SMAN 8 Pekanbaru
Senin, 21 Oktober 2018 - 19:17 wib
Kurangi Aktivitas di Sekitar Sungai Siak
Pasca Muncul Buaya
Kurangi Aktivitas di Sekitar Sungai Siak
Senin, 21 Oktober 2018 - 18:02 wib
Petani Sawit Inginkan Solusi di Rembug Nasional

Petani Sawit Inginkan Solusi di Rembug Nasional
Senin, 20 Oktober 2018 - 22:20 wib

Musprov PSTI Riau , Nama Yurnalis Basri Mencuat
Senin, 19 Oktober 2018 - 18:19 wib

21 Oktober Seleksi Administrasi CPNS
Senin, 19 Oktober 2018 - 17:00 wib
PSPS Allstar Vs Timnas Indonesia Allstar
Masyarakat Tak Dipungut Biaya
Senin, 19 Oktober 2018 - 16:30 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
IKA UNRI Satukan Potensi Bangun Riau dan Indonesia

Minggu, 21 Oktober 2018 - 22:19 WIB

Kakanwil Bea Cukai Sulbagtara Menguji Doktor Hukum di UGM
Petani Sawit Inginkan Solusi di Rembug Nasional

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 22:20 WIB

Cari Solusi tanpa Elga

Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Anies Pilih Jalankan Masalah Dasar, Ketimbang Jawab Kritik di Medsos
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini