Produsen Video Diciduk Polisi Setelah Tayangannya Viral
Jumat, 18 Mei 2018 - 00:03 WIB > Dibaca 2126 kali Print | Komentar
Produsen Video Diciduk Polisi Setelah Tayangannya Viral
AS yang ditangkap polisi akibat membuat video ancaman akan melakukan aksi teror dengan pistol dan pisau. (Foto: Prokal/jpg)
TARAKAN (RIAUPOS.CO) - Ada saja yang dilakukan orang menyikapi situasi yang terjadi akhir-akhir ini. Namun apa yang dilakukan seorang pemuda di Tarakan, Kalimantan Utara ini tidak patut untuk dicontoh. Akibat perbuatannya dia harus ditangkap polisi dari Densus 88 Anti Teror.
 
Pemuda berusia 22 tahun yang berinisial AS itu memproduksi video pribadi. Di dalam video yang kemudian tayangannya menjadi viral, AS mengeluarkan pernyataan dengan mengatakan akan melakukan aksi teror dengan pistol dan pisau di wilayah tersebut.

Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan menjelaskan, video tersebut sempat viral di media sosial. Karena dianggap sudah meresahkan masyarakat, Polres Tarakan pun berupaya mencari pemuda tersebut.

"Kita perintahkan intel dan reskrim untuk cari tahu. Kita lakukan penyelidikan. Semua polsek kami suruh cari siapa orangnya dan di mana posisinya," ujarnya saat dihubungi. Penjagaan di wilayah Tarakan pun diperketat. Terutama di markas Kepolisian "Ya kita perketat markas komando, siaga satu semua," tambahnya.

Kemudian sekitar satu jam kemudian, tim Densus 88 Antiteror datang ke Polres Tarakan. Ternyata mereka membawa AS. Pihaknya langsung memborgol pemuda itu dan melakukan interogasi. Tak lama, AS pun dibawa kembali oleh tim Densus 88 untuk melakukan pengembangan.

AS lalu diperiksa dan digeledah kediamannya yang ternyata ada di Nunukan, Kaltara, pagi tadi. Sebelumnya Densus melakukan sterilisasi di daerah itu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kami di situ sama Brimob dibantu TNI, kami sterilisasi terhadap barang-barang berbahaya ternyata tidak ada. Baru kami laksanakan penggeledahan," jelas Yudhistira.Saat dilakukan penggeledahan, pihaknya menemukan sejumlah barang terkait video tersebut. Antara lain karpet, buku, bendera hitam dengan tulisan arab putih dan handphone.

Polres Tarakan juga membawa ibu AS dan meminta keterangan tetangga di sekitar kediamannya. "Kami introgasi ibunya, dia (AS) itu sebenarnya mondok di Jatim sana. Tapi karena sakit, baru enam bulan, sakit, akhirnya dia balik ke sini (Tarakan)," tuturnya. AS kata Yudhistira berencana balik lagi ke Pondok Pesantrennya di Jawa Timur usai Hari Raya Idul Fitri.


KOMENTAR
Berita Update

Karyawan PT SRK Mogok Kerja
Jumat, 18 Januari 2019 - 10:25 wib
Produksi Massal Mobil Listrik
Masih Harus Diuji secara Ekonomi
Jumat, 18 Januari 2019 - 10:04 wib
Waspada Peningkatan Curah Hujan

Waspada Peningkatan Curah Hujan
Jumat, 18 Januari 2019 - 10:04 wib

TKN: Ma’ruf Amin Penting untuk Jokowi
Jumat, 18 Januari 2019 - 09:53 wib

Rekam KTP-el di Rutan
Jumat, 18 Januari 2019 - 09:30 wib
Soal Adipura, Wako Sebut Partisipasi Warga Rendah

Soal Adipura, Wako Sebut Partisipasi Warga Rendah
Jumat, 18 Januari 2019 - 09:25 wib
Baznas Targetkan Rp6 Miliar

Baznas Targetkan Rp6 Miliar
Jumat, 18 Januari 2019 - 09:20 wib

Temukan Alat Kontrasepsi di Tempat Jagung Bakar
Jumat, 18 Januari 2019 - 09:15 wib

Mahasiswa Simpan 8 Ribu Ekstasi
Jumat, 18 Januari 2019 - 09:13 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Masih Harus Diuji secara Ekonomi

Jumat, 18 Januari 2019 - 10:04 WIB

Waspada Peningkatan Curah Hujan

Jumat, 18 Januari 2019 - 10:04 WIB

Pemilu, Tjahjo dan Yasonna  Sambangi Lapas Cipinang

Jumat, 18 Januari 2019 - 08:40 WIB

Dungu

Jumat, 18 Januari 2019 - 08:21 WIB

Ikatan Pemulung Mau ke DPR, Protes Perda Larangan Plastik
Sagang Online
loading...
Follow Us