Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
TAK LAGI IDENTIK DENGAN PRIA
Kata Eks Napiter Bom Bali, Ilmu Kamuflase Buat Teroris Sulit Dideteksi
Kamis, 17 Mei 2018 - 19:45 WIB > Dibaca 194 kali Print | Komentar
Kata Eks Napiter Bom Bali, Ilmu Kamuflase Buat Teroris Sulit Dideteksi
Sejumlah narapidana kasus terorisme saat menyerahkan diri di Mako Brimob, Depok, Jabar. (ISTIMEWA)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Masyarakat seakan diperingatkan untuk meningkatkan kewaspadaannya terkait maraknya aksi terorisme belakangan ini. Pasalnya, kali ini kelompok radikal bukan lagi identik dengan pria.

Akan tetapi, kini para teroris itu rela mengorbankan istri dan anaknya untuk menjalankan misinya. Menurut mantan Kepala Perakitan Bom Jamaah Islamiyah (JI) Jawa Timur, Ali Fauzi Manzi, masyarakat akan sangat sulit mendeteksi keberadaan kelompok radikal di sekitar tempat tinggalnya.

Sebab, sambungnya, mereka menerapkan ilmu kamuflase untuk membaur dengan masyarakat.

"Tentu ini (mendeteksi kelompok radikal di lingkungan sekitar) susah karena mereka juga punya ilmu kamuflase," katanya di gedung Widya Graha LIPI Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (17/5/2018).

Anggota kelompok radikal itu, sambungnya, akan berperan seperti masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya. Hal itu yang menjadi kesulitan membedakan mereka dengan orang biasa.

"Dia (teroris) akan menyerupai masyarakat yang ada di sekitar itu. Kalau masyarakat itu banyak pegawai dia akan jadi pegawai, kalau masyarakat disitu banyak berdagang dia juga berdagang," jelas mantan teroris Bom Bali 1 itu.

Dia menambahkan, dengan kata lain, orang-orang radikal ini tidak segan menyamar sebagai figur yang mereka anggap kafir, atau bertentangan dengan faham mereka. Hal itu dilakukan untuk menjaga jati dirinya tidak terbongkar.

"Iyah begitu (menyamar jadi apa pun) karena juga untuk menutupi jati diri," tutupnya.  (sat)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update

Perbaikan Jalan Mesti Selesai Jelang Idul Fitri
Sabtu, 25 Mei 2018 - 22:29 wib
TERKAIT PENGESAHAN RUU ANTITERORISME
Pulang dari Suriah, WNI Tak Langsung Ditangkap karena Dianggap Teroris
Sabtu, 25 Mei 2018 - 21:00 wib
DUGAAN MERINTANGI PENYIDIKAN
Cerita Mantan Pengacara Novanto Minta Penyidik KPK Bagi-bagi Pekerjaan
Sabtu, 25 Mei 2018 - 20:30 wib
PILPRES 2019
Muhaimin Iskandar Yakin Takdirnya Akan Jadi Wapres Jokowi
Sabtu, 25 Mei 2018 - 20:00 wib
RAPAT PARIPURNA BERSAMA PEMERINTAH
RUU Antiterorisme Disahkan, HNW: Bukti DPR Tak Pernah Menghambat
Sabtu, 25 Mei 2018 - 19:30 wib
DISETUJUI BERSAMA PEMERINTAH
Bamsoet Tak Mau DPR Jadi Kambing Hitam Lagi Terkait RUU Antiterorisme
Sabtu, 25 Mei 2018 - 18:45 wib
PIALA DUNIA 2018
Nomor Keramat Platini dan Zidane di Perancis Jadi Milik Mbappe
Sabtu, 25 Mei 2018 - 18:30 wib
SEGERA DITANDATANGANI PRESIDEN
Simak! Ini Harapan Menkunham Terkait UU Antiterorisme Baru
Sabtu, 25 Mei 2018 - 18:15 wib
DIPENJARA DI NUSAKAMBANGAN
Aman Bantah Dirinya Dalangi Sejumlah Aksi Teror di Indonesia Sejak 2016
Sabtu, 25 Mei 2018 - 18:05 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Pulang dari Suriah, WNI Tak Langsung Ditangkap karena Dianggap Teroris
Cerita Mantan Pengacara Novanto Minta Penyidik KPK Bagi-bagi Pekerjaan
RUU Antiterorisme Disahkan, HNW: Bukti DPR Tak Pernah Menghambat
Aman Anjurkan Muridnya Berperang di Suriah, Bukan Membunuh di Indonesia
Aman Bantah Dirinya Dalangi Sejumlah Aksi Teror di Indonesia Sejak 2016
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini