Depan >> Berita >> Hukum >>
UPAYA HENTIKAN RADIKALISME
Pantau Ormas, Pemerintah Ternyata Belum Punya Mekanisme yang Jelas
Kamis, 17 Mei 2018 - 19:00 WIB > Dibaca 3282 kali Print | Komentar
Pantau Ormas, Pemerintah Ternyata Belum Punya Mekanisme yang Jelas
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Peran strategis dalam menangkal "bibit" radikalisme dimiliki oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Di antara peran itu, yakni dengan menghentikan penyebaran ujaran kebencian berbau hal tersebut. Menurut Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, kementerian pimpinan Rudiantara itu harus memperkuat monitoring dan pemblokiran, terhadap situs-situs serta akun media sosial penyebar hate speech maupun paham radikal.

"Serta mengungkap dan menindak admin dari situs-situs dan media sosial tersebut," ujarnya, Kamis (17/5/2018).

Di samping itu, Bamsoet, sapaannya, mengingatkan soal belum ada mekanisme yang jelas dalam memantau kegiatan Organisasi Masyarakat (Ormas) yang ada saat ini. Pemantauan makin mendesak seiring meningkatnya ancaman kelompok ormas yang mungkin terafiliasi radikalisme.

Diketahui, hingga saat ini baru 375 Ormas terdaftar di Kementerian Dalam Negeri, 83 Ormas luar negeri terdaftar di Kementerian Luar Negeri, dan 324.482 Ormas terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM.

Karena itu, Bamsoet pun meminta sejumlah komisi di DPR agar mendorong kementerian lembaga terkait memperjelas pemantauan ormas itu. Lembaga dimaksud seperti Badan Intelijen Negara (BIN), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kemendagri, Kepolisian, Kemenkumham, dan Kemenkominfo.

"Untuk melakukan koordinasi dan kajian terpadu guna memonitor ormas yang tercatat, agar dapat dipastikan ormas-ormas tersebut tidak melanggar prinsip-prinsip yang dijamin dalam konstitusi," paparnya.

Dia berharap ada koordinasi lebih kuat di aparat intelijen, untuk melakukan pendeteksian dini terhadap pergerakan ormas berpaham radikalisme dan intoleransi.

"Juga terhadap ormas yang berpotensi terkait gangguan terhadap isu SARA," terangnya.
KOMENTAR
Berita Update
SEPAKBOLA ASIAN GAMES 2019
Kalah dari Palestina Tak Menutup Peluang Indonesia, Asal...
Kamis, 16 Agustus 2018 - 01:07 wib
REKRUTAN BARU DI BERNABEU
Vinicius Akan Jadi Bintang Madrid
Kamis, 16 Agustus 2018 - 00:52 wib
BALAI BAHASA DIGELAR BENGKEL SASTRA DI SIAK
Agar Siswa Paham Dunia Literasi dan Musikalisasi Puisi
Kamis, 16 Agustus 2018 - 00:50 wib

KBST Protes Isi Buku Pelajaran Budaya Melayu Riau
Kamis, 15 Agustus 2018 - 18:30 wib
Terlibat Perampokan, Seorang Petani Ditangkap

Terlibat Perampokan, Seorang Petani Ditangkap
Kamis, 15 Agustus 2018 - 18:00 wib
59 Pejabat Administrator Dilantik

59 Pejabat Administrator Dilantik
Kamis, 15 Agustus 2018 - 17:00 wib

Bupati Apresiasi Peserta Perkemahan
Kamis, 15 Agustus 2018 - 16:30 wib

MMKSI Lampaui Target Penjualan di GIIAS 2018
Kamis, 15 Agustus 2018 - 16:30 wib
September, 2.500 Ha Jagung Ditanam

September, 2.500 Ha Jagung Ditanam
Kamis, 15 Agustus 2018 - 16:00 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Luna Maya dan Cut Tari Tetap Tersangka

Rabu, 08 Agustus 2018 - 11:12 WIB

Zulkifli Tertawa Ditanya Emas Batangan

Rabu, 08 Agustus 2018 - 10:33 WIB

Pelaku Aborsi Dipindahkan ke Polresta

Senin, 30 Juli 2018 - 10:03 WIB

Tim Khusus Dibentuk Polri untuk Usut Laporan Eks Danjen Kopassus
Adik Kandung Ketua MPR Membisu saat Tiba di Gedung KPK
Sagang Online
loading...
Follow Us