Depan >> Berita >> Hukum >>
UPAYA HENTIKAN RADIKALISME
Pantau Ormas, Pemerintah Ternyata Belum Punya Mekanisme yang Jelas
Kamis, 17 Mei 2018 - 19:00 WIB > Dibaca 3438 kali Print | Komentar
Pantau Ormas, Pemerintah Ternyata Belum Punya Mekanisme yang Jelas
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Peran strategis dalam menangkal "bibit" radikalisme dimiliki oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Di antara peran itu, yakni dengan menghentikan penyebaran ujaran kebencian berbau hal tersebut. Menurut Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, kementerian pimpinan Rudiantara itu harus memperkuat monitoring dan pemblokiran, terhadap situs-situs serta akun media sosial penyebar hate speech maupun paham radikal.

"Serta mengungkap dan menindak admin dari situs-situs dan media sosial tersebut," ujarnya, Kamis (17/5/2018).

Di samping itu, Bamsoet, sapaannya, mengingatkan soal belum ada mekanisme yang jelas dalam memantau kegiatan Organisasi Masyarakat (Ormas) yang ada saat ini. Pemantauan makin mendesak seiring meningkatnya ancaman kelompok ormas yang mungkin terafiliasi radikalisme.

Diketahui, hingga saat ini baru 375 Ormas terdaftar di Kementerian Dalam Negeri, 83 Ormas luar negeri terdaftar di Kementerian Luar Negeri, dan 324.482 Ormas terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM.

Karena itu, Bamsoet pun meminta sejumlah komisi di DPR agar mendorong kementerian lembaga terkait memperjelas pemantauan ormas itu. Lembaga dimaksud seperti Badan Intelijen Negara (BIN), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kemendagri, Kepolisian, Kemenkumham, dan Kemenkominfo.

"Untuk melakukan koordinasi dan kajian terpadu guna memonitor ormas yang tercatat, agar dapat dipastikan ormas-ormas tersebut tidak melanggar prinsip-prinsip yang dijamin dalam konstitusi," paparnya.

Dia berharap ada koordinasi lebih kuat di aparat intelijen, untuk melakukan pendeteksian dini terhadap pergerakan ormas berpaham radikalisme dan intoleransi.

"Juga terhadap ormas yang berpotensi terkait gangguan terhadap isu SARA," terangnya.
KOMENTAR
Berita Update
Arab Saudi Bantu  Kitab Kuning ke Riau

Arab Saudi Bantu Kitab Kuning ke Riau
Jumat, 18 Januari 2019 - 18:00 wib
Waspadai Rawan Kebakaran di Februari
Burhan Gurning: Masa Peralihan Musim
Waspadai Rawan Kebakaran di Februari
Jumat, 18 Januari 2019 - 17:33 wib
Diperbaiki dengan Tambal Sulam

Diperbaiki dengan Tambal Sulam
Jumat, 18 Januari 2019 - 17:00 wib
PPTK Tiga Proyek PUPR Diperiksa

PPTK Tiga Proyek PUPR Diperiksa
Jumat, 18 Januari 2019 - 16:36 wib

SMKN 1 Pekanbaru Hadirkan Motivator Dedi Budiman
Jumat, 18 Januari 2019 - 16:20 wib

71 Warga Binaan Rutan Dumai Rekam KTP-el
Jumat, 18 Januari 2019 - 16:00 wib
Bakti Sosial untuk Negeri Digelar EMP di Pulau Padang
PT Energi Mega Persada
Bakti Sosial untuk Negeri Digelar EMP di Pulau Padang
Jumat, 18 Januari 2019 - 15:59 wib

PT Inka Ekspor 15 Gerbong Kereta ke Bangladesh
Jumat, 18 Januari 2019 - 15:36 wib

Stok Beras Cukup untuk Delapan Bulan
Jumat, 18 Januari 2019 - 15:05 wib
Sejat Bersama RS Awal Bros Panam
Kenali Penanganan Tepat Patah Tulang
Jumat, 18 Januari 2019 - 14:49 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Pengrusak Atribut PD Dijebloskan ke Rutan

Kamis, 17 Januari 2019 - 15:35 WIB

Idrus Didakwa Terima Lebih dari Rp2 Miliar

Rabu, 16 Januari 2019 - 11:54 WIB

Apa Kabar Pengusutan Dana Hibah Rp120 Miliar Pemko Pekanbaru?
Lima Kades di Rohul Diperiksa Jaksa

Selasa, 15 Januari 2019 - 18:00 WIB

Bupati Meranti Dituding Penjahat Kelamin

Sabtu, 12 Januari 2019 - 11:55 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us