Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
PELAKU BOM BUNUH DIRI SURABAYA
Jaringan Dita Oepriyadi, Peneror yang Miliki Darah Teroris Bom Bali
Kamis, 17 Mei 2018 - 17:45 WIB > Dibaca 461 kali Print | Komentar
Jaringan Dita Oepriyadi, Peneror yang Miliki Darah Teroris Bom Bali
Tiga foto pria yang diperlihatkan Ali Fauzi Manzi saat diskusi bertema Memutus Matai Rantai Terorisme di Gedung Widya Graha LIPI, Jakarta Selatan, Kamis (17/5). (SABIK ALI TAUFAN/JAWAPOS.COM)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) -  Publik beberapa waktu lalu dikagetkan dengan aksi bom bunuh diri yang terjadi di tiga gereja di Surabaya. Mirinya, terungkap fakta bahwa pelakunya merupakan satu keluarga.

Para pelaku terdiri atas ayah dan ibu beserta empat orang anaknya. Menurut mantan Kepala Instruktur Perakitan Bom Jamaah Islamiyah (JI) Jawa Timur, Ali Fauzi Manzi, pelaku bom bunuh diri Surabaya merupakan hasil gen teroris.

Sebelumnya, keluarga Dita Oepriarto pun sudah ada yang ditangkap atas keterlibatan dalam aksi terorisme.

"Teroris bukan produk instan. Menciptakan orang seperti ini tidak bim salabim. Pelaku BBD (bom bunuh diri) Surabaya gen teroris," katanya dalam diskusi bertema "Memutus Mata Rantai Terorisme" di Gedung Widya Graha LIPI, Jakarta Selatan, Kamis (17/5/2018).

Ali dalam pemaparannya memperlihatkan tiga foto pria. Pertama, Dita, dan di sampingnya pria hampir paruh baya bernama Sukastopo, serta terakhir pria muda Amin Abdillah.

Dia menyatakan, Dita merupakan keponakan Sukastopo yang ditangkap pada 2002 karena keterlibatan dalam aksi bom Bali 1. Fakta itu diketahuinya karena Ali juga turut terlibat dalam aksi brutal tersebut.

"Ini Dita Oepriarto, belum ada polisi pun yang tahu ini. Dita ini sesungguhnya keponakan daripada Pak Sukastopo. Pak Sukastopo ini siapa? Dia ditangkap pada tahun 2002 akhir karena masuk jaringan bom Bali 1. Berarti teroris melahirkan teroris," jelas mantan anak buah gembong teroris Dr. Azahari itu.
KOMENTAR
Berita Update
SAAT PIKET SIAGA
Dua Polisi Polsek Maro Sebo Terluka Disabet Parang, Terkait Terorisme?
Rabu, 22 Mei 2018 - 21:00 wib
USAI TERJADINYA PENYERANGAN
Kemenag Minta Umat Islam Menahan Diri Terkait Ahmadiyah di Lombok Timur
Rabu, 22 Mei 2018 - 20:45 wib
DIRILIS OLEH KEMENAG
Popularitas Jokowi Dikhawatirkan Terdampak akibat Polemik 200 Mubalig
Rabu, 22 Mei 2018 - 20:30 wib
RATAS DI KANTOR KEPRESIDENAN
Jokowi Bilang, Dua Cara Ini Harus Dipadukan untuk Cegah Terorisme
Rabu, 22 Mei 2018 - 20:00 wib
DITANGKAP DI SEJUMLAH DAERAH
Pascateror Gereja Surabaya, Polisi Sudah Ringkus 74 Terduga Teroris
Rabu, 22 Mei 2018 - 19:50 wib
DISAMBANGI MENTERI AGAMA
Soal Daftar 200 Nama Mubalig, MUI Imbau Semua Pihak Tak Lagi Berpolemik
Rabu, 22 Mei 2018 - 19:40 wib
TERUS MENUAI POLEMIK
Kritik Daftar 200 Mubalig, Fahri: Tugas Negara Bukan Memberikan Sertifikasi
Rabu, 22 Mei 2018 - 19:30 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Dua Polisi Polsek Maro Sebo Terluka Disabet Parang, Terkait Terorisme?
Media Penyebar Hoaks Tetap Diperkarakan meski Sudah Minta Maaf, Ini Alasan JIP
Pascateror Gereja Surabaya, Polisi Sudah Ringkus 74 Terduga Teroris
HMI MPO Sebut Jokowi Pemimpin Haram, HNW Komentar Begini
Polisi Cek CCTV Usut Video Sobekan Alquran Bertebaran di Jalan
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini