Wonderful Indonesia
PENUTURAN KELUARGA IPTU AUZAR
"Kalau Mengatakan Dendam Juga Mau Diapakan Lagi"
Kamis, 17 Mei 2018 - 17:00 WIB > Dibaca 1285 kali Print | Komentar
"Kalau Mengatakan Dendam Juga Mau Diapakan Lagi"
Keluarga almarhum Iptu Auzar saat menjawab pertanyaan wartawan, Kamis (17/5/2018).
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Keluarga besar Iptu Anumerta H Auzar menyebutkan kepergian almarhum gugur dalam tugas merupakan suatu risiko yang kapan saja bisa datang.

Hal itu disampaikan sepupu Auzar, Aiptu Muharimun saat menjawab pertanyaan wartawan di kediaman Auzar, Kamis (17/5/2018). Mewakili keluarga Auzar, Muharimun mengatakan sebagai keluarga besar Polri hal-hal yang menyangkut risiko dinas mereka sudah siap mental menghadapinya. 

"Semua itu, kami pihak keluarga sudah sepakat bahwa semuanya kembali ke masalah ajal. Kami sangat berterima kasih pada pihak Polda yang sudah begitu besar memberikan perhatian. Terutama kepada bapak Kapolri yang alhamdullillah tadi bisa sampai ke rumah ini untuk menyerahkan Skep (surat keputusan) kenaikan pangkat kepada istri almarhum," ujar Muharimun.

Pihak keluarga, juga menyampaikan ucapan terimakasih atas segala perhatian bantuan sehingga terlaksananya prosesi pemakaman almarhum  hingga ke peristirahatannya terakhir di TPU Mayangsari, Sail, Pekanbaru. 

Apakah keluarga menaruh dendam  atau memaafkan perlakuan para pelaku? Muharimun menyebut pihak keluarga hanya bisa berdoa semoga mereka-mereka yang menganggap ajaran mereka itu baik dibalikkan Allah hati nuraninya untuk mendapatkan yang lebih baik dibandingkan apa yang mereka anggap sekarang ini.

"Kami keluarga hanya bisa berdoa karena kami, kalau mengatakan dendam juga mau diapakan lagi?" katanya.

Saat ditanya keseharian semasa hidupnya, Muharimun mengatakan bahwa Auzar adalah sosok yang menjadi panutan bagi dirinya. "Almarhum itu mulai remaja tinggal dengan orangtua kami di Jalan Sisingamangaraja. Kami ini sepupu. Beliau ini orangnya gigih dan sejak remaja memang taat beribadah dan begitu perhatian kepada keluarga," katanya bercerita.

Muharimun mengingat cerita saat almarhum baru mulai sekolah di SLTA Pasirpangaraian, Rokan Hulu terpaksa tidak melanjutkan sekolah karena orangtuanya mengalami cedera parang saat membuka ladang di Tanjung Alam, Rokan Hulu. Auzar harus bekerja dan menjadi tulang punggung bagi keluarga. Saat itu ke mana pun dilakukannya untuk bekerja sampai ke perusahaan eksplorasi minyak pun dilakukannya.


KOMENTAR
Berita Update
SAAT PIKET SIAGA
Dua Polisi Polsek Maro Sebo Terluka Disabet Parang, Terkait Terorisme?
Rabu, 22 Mei 2018 - 21:00 wib
USAI TERJADINYA PENYERANGAN
Kemenag Minta Umat Islam Menahan Diri Terkait Ahmadiyah di Lombok Timur
Rabu, 22 Mei 2018 - 20:45 wib
DIRILIS OLEH KEMENAG
Popularitas Jokowi Dikhawatirkan Terdampak akibat Polemik 200 Mubalig
Rabu, 22 Mei 2018 - 20:30 wib
RATAS DI KANTOR KEPRESIDENAN
Jokowi Bilang, Dua Cara Ini Harus Dipadukan untuk Cegah Terorisme
Rabu, 22 Mei 2018 - 20:00 wib
DITANGKAP DI SEJUMLAH DAERAH
Pascateror Gereja Surabaya, Polisi Sudah Ringkus 74 Terduga Teroris
Rabu, 22 Mei 2018 - 19:50 wib
DISAMBANGI MENTERI AGAMA
Soal Daftar 200 Nama Mubalig, MUI Imbau Semua Pihak Tak Lagi Berpolemik
Rabu, 22 Mei 2018 - 19:40 wib
TERUS MENUAI POLEMIK
Kritik Daftar 200 Mubalig, Fahri: Tugas Negara Bukan Memberikan Sertifikasi
Rabu, 22 Mei 2018 - 19:30 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Kemenag Minta Umat Islam Menahan Diri Terkait Ahmadiyah di Lombok Timur
Jokowi Bilang, Dua Cara Ini Harus Dipadukan untuk Cegah Terorisme
Soal Daftar 200 Nama Mubalig, MUI Imbau Semua Pihak Tak Lagi Berpolemik
Fadli Zon: Indonesia Akan Otoriter jika Semua Ceramah Ulama Diatur
MUI Sebut Pemindahan Lokasi Tarawih Akbar ke Istiqlal Kepuutusan Bijaksana
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini