PENUTURAN KELUARGA IPTU AUZAR
"Kalau Mengatakan Dendam Juga Mau Diapakan Lagi"
Kamis, 17 Mei 2018 - 17:00 WIB > Dibaca 2026 kali Print | Komentar
"Kalau Mengatakan Dendam Juga Mau Diapakan Lagi"
Keluarga almarhum Iptu Auzar saat menjawab pertanyaan wartawan, Kamis (17/5/2018).
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Keluarga besar Iptu Anumerta H Auzar menyebutkan kepergian almarhum gugur dalam tugas merupakan suatu risiko yang kapan saja bisa datang.

Hal itu disampaikan sepupu Auzar, Aiptu Muharimun saat menjawab pertanyaan wartawan di kediaman Auzar, Kamis (17/5/2018). Mewakili keluarga Auzar, Muharimun mengatakan sebagai keluarga besar Polri hal-hal yang menyangkut risiko dinas mereka sudah siap mental menghadapinya. 

"Semua itu, kami pihak keluarga sudah sepakat bahwa semuanya kembali ke masalah ajal. Kami sangat berterima kasih pada pihak Polda yang sudah begitu besar memberikan perhatian. Terutama kepada bapak Kapolri yang alhamdullillah tadi bisa sampai ke rumah ini untuk menyerahkan Skep (surat keputusan) kenaikan pangkat kepada istri almarhum," ujar Muharimun.

Pihak keluarga, juga menyampaikan ucapan terimakasih atas segala perhatian bantuan sehingga terlaksananya prosesi pemakaman almarhum  hingga ke peristirahatannya terakhir di TPU Mayangsari, Sail, Pekanbaru. 

Apakah keluarga menaruh dendam  atau memaafkan perlakuan para pelaku? Muharimun menyebut pihak keluarga hanya bisa berdoa semoga mereka-mereka yang menganggap ajaran mereka itu baik dibalikkan Allah hati nuraninya untuk mendapatkan yang lebih baik dibandingkan apa yang mereka anggap sekarang ini.

"Kami keluarga hanya bisa berdoa karena kami, kalau mengatakan dendam juga mau diapakan lagi?" katanya.

Saat ditanya keseharian semasa hidupnya, Muharimun mengatakan bahwa Auzar adalah sosok yang menjadi panutan bagi dirinya. "Almarhum itu mulai remaja tinggal dengan orangtua kami di Jalan Sisingamangaraja. Kami ini sepupu. Beliau ini orangnya gigih dan sejak remaja memang taat beribadah dan begitu perhatian kepada keluarga," katanya bercerita.

Muharimun mengingat cerita saat almarhum baru mulai sekolah di SLTA Pasirpangaraian, Rokan Hulu terpaksa tidak melanjutkan sekolah karena orangtuanya mengalami cedera parang saat membuka ladang di Tanjung Alam, Rokan Hulu. Auzar harus bekerja dan menjadi tulang punggung bagi keluarga. Saat itu ke mana pun dilakukannya untuk bekerja sampai ke perusahaan eksplorasi minyak pun dilakukannya.


KOMENTAR
Berita Update
Biaya EKG dan Rontgen Ditanggung Jamaah

Biaya EKG dan Rontgen Ditanggung Jamaah
Rabu, 16 Januari 2019 - 15:55 wib
Pengurus OPSI  Riau dimintai keterangan di kantor Satpol PP Pekanbaru
Dugaan LGBT
Pengurus OPSI Riau dimintai keterangan di kantor Satpol PP Pekanbaru
Rabu, 16 Januari 2019 - 15:43 wib
Kepergok Curi Besi Tua, Pria 46 Tahun Diamankan

Kepergok Curi Besi Tua, Pria 46 Tahun Diamankan
Rabu, 16 Januari 2019 - 15:40 wib
Jangan Daratan Terus, Pesisir Juga Perlu Dilihat
TUAN RUMAH PORPROV X
Jangan Daratan Terus, Pesisir Juga Perlu Dilihat
Rabu, 16 Januari 2019 - 15:30 wib
Harga Beras Turun Rp500 per Kilogram
Beras Impor Masih Diburu
Harga Beras Turun Rp500 per Kilogram
Rabu, 16 Januari 2019 - 15:15 wib
Wako: Beri Kesempatan Siapkan Pabrik Baru
Terkait Perpanjangan Izin PT Bangkinang
Wako: Beri Kesempatan Siapkan Pabrik Baru
Rabu, 16 Januari 2019 - 14:55 wib
Perpindahan PNS ke Provinsi Dibatasi

Perpindahan PNS ke Provinsi Dibatasi
Rabu, 16 Januari 2019 - 14:50 wib

Bawaslu Bahas Pidato Jokowi dan Prabowo
Rabu, 16 Januari 2019 - 14:40 wib

Bulan Depan Prabowo Direncanakan Kunjungi Riau
Rabu, 16 Januari 2019 - 14:35 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Sriwijaya Ajukan Penundaan Laga di Piala Indonesia

Rabu, 16 Januari 2019 - 10:15 WIB

Sudah 11 Tersangka Pengaturan Skor Persibara Lawan PS Mojokerto
Barito Putera Kontrak 3 Pemain Timnas

Selasa, 15 Januari 2019 - 16:00 WIB

Gaji Perangkat Desa Setara PNS Golongan IIA

Selasa, 15 Januari 2019 - 14:31 WIB

Andini Siap Kembali ke Sekolah

Senin, 14 Januari 2019 - 16:02 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us