Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
PANDANGAN PENELITI LIPI
Terorisme Bisa Diputus dengan Pendekatan Non Keamanan, Caranya...
Kamis, 17 Mei 2018 - 16:35 WIB > Dibaca 377 kali Print | Komentar
Terorisme Bisa Diputus dengan Pendekatan Non Keamanan, Caranya...
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Sejumlah wilayah di Indonesia saat ini tengah digemparkan oleh aksi terorisme. Hal itu membuat sejumlah penangkapan terhadap terduga teroris dilakukan oleh tim Detasemen Khusus (Densus) 88.

Menurut Peneliti Pusat Penelitian Sumber Daya Regional (PSDR) LIPI Cahyo Pamungkas, salah satu sumber berkembangnya ideologi radikal adalah lingkungan keluarga.

Karena itu, untuk mencegah paham radikal terus berkembang, lingkungan keluarga harus sangat diperhatikan. Adapun penyelesaian terorisme dengan pendekatan keamanan dinilai tidak efektif memutus mata rantai kelompok radikal tersebut.

"Berkembangnya ideologi terorisme di masyarakat luas karena gerakan gagasan atau ide radikalisme seringkali terjadi melalui keluarga teroris," katanya di gedung Widya Graha LIPI Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (17/5/2018).

"Kalau penyelesaiannya hanya pendekatan keamanan saja, tentu tidak akan mampu memutus mata rantai terorisme yang telah menyebar luas ke berbagai sendi kehidupan masyarakat," jelasnya.

Pendekatan untuk memutus rantai terorisme, paparnya, bisa dilakukan dengan memberikan pendidikan kepada anak-anak pelaku teror. Di samping itu, pemberdayaan anggota keluarga lain khususnya perempuan menjadi kuncinya.

"Pendekatan positif bisa dilakukan dengan memberikan pendidikan khusus kepada anak-anak pelaku teror, memberdayakan perempuan bagi keluarga yang ditinggalkan kepala keluarganya karena tersangkut masalah terorisme," imbuhnya.
KOMENTAR
Berita Update
SAAT PIKET SIAGA
Dua Polisi Polsek Maro Sebo Terluka Disabet Parang, Terkait Terorisme?
Rabu, 22 Mei 2018 - 21:00 wib
USAI TERJADINYA PENYERANGAN
Kemenag Minta Umat Islam Menahan Diri Terkait Ahmadiyah di Lombok Timur
Rabu, 22 Mei 2018 - 20:45 wib
DIRILIS OLEH KEMENAG
Popularitas Jokowi Dikhawatirkan Terdampak akibat Polemik 200 Mubalig
Rabu, 22 Mei 2018 - 20:30 wib
RATAS DI KANTOR KEPRESIDENAN
Jokowi Bilang, Dua Cara Ini Harus Dipadukan untuk Cegah Terorisme
Rabu, 22 Mei 2018 - 20:00 wib
DITANGKAP DI SEJUMLAH DAERAH
Pascateror Gereja Surabaya, Polisi Sudah Ringkus 74 Terduga Teroris
Rabu, 22 Mei 2018 - 19:50 wib
DISAMBANGI MENTERI AGAMA
Soal Daftar 200 Nama Mubalig, MUI Imbau Semua Pihak Tak Lagi Berpolemik
Rabu, 22 Mei 2018 - 19:40 wib
TERUS MENUAI POLEMIK
Kritik Daftar 200 Mubalig, Fahri: Tugas Negara Bukan Memberikan Sertifikasi
Rabu, 22 Mei 2018 - 19:30 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Dua Polisi Polsek Maro Sebo Terluka Disabet Parang, Terkait Terorisme?
Media Penyebar Hoaks Tetap Diperkarakan meski Sudah Minta Maaf, Ini Alasan JIP
Pascateror Gereja Surabaya, Polisi Sudah Ringkus 74 Terduga Teroris
HMI MPO Sebut Jokowi Pemimpin Haram, HNW Komentar Begini
Polisi Cek CCTV Usut Video Sobekan Alquran Bertebaran di Jalan
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini