Investor Mulai Cemaskan Keamanan
Kamis, 17 Mei 2018 - 11:17 WIB > Dibaca 236 kali Print | Komentar
Berita Terkait

Dana Asing Mengalir Rp233,48 Miliar, IHSG Masih Zona Merah



JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pasar saham Indonesia belum bisa bangkit kembali ke level 6.000-an. Meskipun penutupan perdagangan, Rabu (16/5),  sukses menapaki naik tipis 3,34 poin atau 0,05 persen ke 5.841,46. Sementara Indeks LQ45 naik 0,12 poin atau 0,01 persen menjadi 935,47, Jakarta Islamic Index (JII) turun2,31 poin atau 0,35 persen ke 659,66, dan indeks IDX30 naik 0,46 poin atau 0,09 persen ke 508,62.

Kemarin, sebanyak 153 saham menguat, 214 saham melemah, dan 122 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp10,42 triliun dari 10,25 miliar lembar saham diperdagangkan. Mayoritas sektor penggerak IHSG melemah dengan sektor manufaktur dasar memimpin penurunan hingga 0,64 persen. Sementara sektor infrastruktur memimpin penguatan sebesar 2,19 persen.

Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia (BEI) Samsul Hidayat mengatakan, sulitnya IHSG yang bangkit dari zona merah tak terlepas dari isu aksi terorisme yang mengusik keamanan Indonesia dalam beberapa hari terakhir.

Seperti diketahui, aksi teror bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo Ahad (13/5) dan Senin (14/5) lalu. Selanjutnya, aksi teroris kembali terjadi, Rabu (16/5). Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Riau diserang oleh kawanan teroris yang membawa senjata tajam jenis samurai.

Samsul menuturkan, kondisi tersebut turut mempengaruhi persepsi para investor yang berimbas pada kecemasannya mereka di dalam negeri. “Jadi semakin banyak gangguan keamanan yang terjadi, maka persepsi atas keamanan di negara kita semakin menurun. Persepsi itu mempengaruhi keputusan si investor,” ujarnya di Gedung BEI, Rabu (16/5).

Samsul menyampaikan, pemerintah tidak bisa hanya memberikan jaminan fundamental ekonomi. Lebih dari itu, pemerintah harus meyakinkan soal keberlangsungan investasi dari para investor di Indonesia, terutama dalam kondisi genting saat ini.

Pasalnya, secara fundamental ekonomi, Indonesia masih kuat. Namun, bukan tidak mungkin jika fundamental ekonomi dapat terimbas kondisi keamanan yang terguncang. “Ini yang sebenarnya kita jaga, supaya investor tidak merasa bahwa investasi mereka di Indonesia bisa terhambat,” imbuhnya.

Pihaknya berharap agar kerjasama dari pihak pemerintah dan keamanan dapat segera mengatasi kondisi ini. Sebab, tidak bisa dipungkiri, keamanan yang goyah turut melemahkan sisi perekonomian. “Investor sebenarnya sudah cukup imun dengan kondisi ini, tapi kan harapan kita ini bisa diatasi secepatnya oleh pihak keamanan agar lebih aman dan investor nyaman untuk investasi,” ujarnya.(mys/jpg)
KOMENTAR
Berita Update
Pasokan Ayam Berlimpah

Pasokan Ayam Berlimpah
Rabu, 24 Oktober 2018 - 10:30 wib
Angkasa Pura dan GM Five Buka Job Fair 2018

Angkasa Pura dan GM Five Buka Job Fair 2018
Rabu, 24 Oktober 2018 - 10:15 wib

Satu Mobil dan Tiga Sepeda Motor Hangus
Rabu, 24 Oktober 2018 - 10:10 wib
Taman Labuai Memprihatinkan

Taman Labuai Memprihatinkan
Rabu, 24 Oktober 2018 - 09:52 wib
Kembangkan IKM Melalui Inovasi Kemasan Produk

Kembangkan IKM Melalui Inovasi Kemasan Produk
Rabu, 24 Oktober 2018 - 09:43 wib

Laporkan jika Drainase Tersumbat
Rabu, 24 Oktober 2018 - 09:38 wib
Warga Minta Jalan Cipta Karya di Aspal Total

Warga Minta Jalan Cipta Karya di Aspal Total
Rabu, 24 Oktober 2018 - 09:37 wib

Pembangunan Sport Center Belum Prioritas
Rabu, 24 Oktober 2018 - 09:33 wib
Syamsuar Doakan Riau Terhindar Ancaman LGBT

Syamsuar Doakan Riau Terhindar Ancaman LGBT
Rabu, 23 Oktober 2018 - 20:00 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Tampil di TTG XX Bali

Senin, 22 Oktober 2018 - 17:30 WIB

IKA Unri Satukan Potensi Bangun Riau dan Indonesia

Senin, 22 Oktober 2018 - 15:43 WIB

IKA UNRI Satukan Potensi Bangun Riau dan Indonesia

Minggu, 21 Oktober 2018 - 22:19 WIB

Kakanwil Bea Cukai Sulbagtara Menguji Doktor Hukum di UGM
Petani Sawit Inginkan Solusi di Rembug Nasional

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 22:20 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us