Depan >> Berita >> Hukum >>
DINILAI LEBIH EFEKTIF
Tak Gunakan Medsos, Calon Teroris Direkrut Secara Tatap Muka
Rabu, 16 Mei 2018 - 19:20 WIB > Dibaca 493 kali Print | Komentar
Tak Gunakan Medsos, Calon Teroris Direkrut Secara Tatap Muka
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Cara langsung atau tatap muka (offline) ternyata masih digunakan dalam perekrutan calon teroris di Indonesia. Cara itu dinilai masih lebih efektif ketimbang melalui media sosial (online).

Sementara, penyebaran paham radikalisme menggunakan media sosial (medsos). Pengamat terorisme Universitas Indonesia Solahudin menilai, peran media sosial nyatanya tidak terlalu signifikan terkait proses rekruitmen kelompok ekstrimis.

"Peran medsos bagi kelompok ekstrimis di Indonesia berbeda dengan negara lain. Di Eropa radikalisasi dan rekruitmen melalui medsos. Demikian juga di Malaysia. Tapi di Indonesia berbeda, radikalisasi memang menggunakan medsos. Tapi rekruitmen lebih banyak dilakukan secara offline," ujarnya di Gedung Kominfo, Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Diterangkannya, dari keterangan 75 narapidana kasus terorisme (napiter), tercatat hanya sebanyak tujuh kasus atau sembilan persen yang bergabung dengan kelompok ekstrimis melalui medsos.

Sementara, 91 persen direkrut melalui offline, yaitu tatap muka dan melalui forum keagamaan.

"Jadi, untuk rekruitmen offline dan radikalisasi online. Kenapa offline menjadi pilihan di Indonesia karena di Indonesia ada kebebasan untuk berekspresi dan berkumpul," jelasnya.

"Masih sangat mudah menemukan momen-momen offline yang menyiarkan propaganda ISIS. Terlebih di negeri ini, UU Terorisme tidak memiliki satu pasalpun yang bisa menjerat orang yang menyebarkan terorisme. Itulah sebabnya, kelompok ini cenderung tidak memerlukan online," paparnya.

Dia menerangkan, alasan kedua, kelompok ekstrimis tidak terlalu percaya pada media sosial untuk melakukan rekruitmen adalah karena dunia maya susah dipercaya.

"Banyak kasus penipuan terjadi di channel telegram yang terkait ISIS. Kasus Susan Elmira, si penipu pemalsuan dokumen untuk kelompok terorisme, dan Elang, penipu perempuan yang hendak berhijrah ke Suriah, menjadi contoh di antara sekian banyak kasus," tutupnya. (rgm)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
Lutut Istri  Disenggol, Nelayan Bacok Tetangga

Lutut Istri Disenggol, Nelayan Bacok Tetangga
Jumat, 16 November 2018 - 17:00 wib

Miliki 30 Kg Ganja, Petani Ditangkap
Jumat, 16 November 2018 - 16:15 wib
Plt Gubri Bersama Dirut Teken Kerja Sama
BRK Ikut MoU e-Samsat Nasional
Jumat, 16 November 2018 - 16:00 wib

Formasi CPNS Sumbar Terancam Kosong
Jumat, 16 November 2018 - 16:00 wib

Desa Dituntut Gerakkan Ekonomi Masyarakat Lewat ADD
Jumat, 16 November 2018 - 15:45 wib
Dibuka Tim Bupati Vs Wartawan
50 Tim Ikuti Serindit Boat Race
Jumat, 16 November 2018 - 15:15 wib
Spesialis Bongkar  Rumah Kosong Diringkus

Spesialis Bongkar Rumah Kosong Diringkus
Jumat, 16 November 2018 - 15:00 wib
Disdukcapil Mengajukan Tambahan Tenaga Teknis

Disdukcapil Mengajukan Tambahan Tenaga Teknis
Jumat, 16 November 2018 - 14:45 wib
Hasil SKD Cerminan Mutu Pendidikan Indonesia
1,8 Juta Peserta SKD, Delapan Persen Lulus Ambang Batas
Hasil SKD Cerminan Mutu Pendidikan Indonesia
Jumat, 16 November 2018 - 14:30 wib
LEPAS LIMA MAHASISWA UIN SUSKA RIAU USAI MAGANG DI RIAU POS
Banyak Pengalaman dan Ilmu Jurnalistik yang Didapat
Jumat, 16 November 2018 - 14:25 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Habib Rizieq Tak Langgar Hukum

Rabu, 14 November 2018 - 13:51 WIB

Murid SD Tewas Ditabrak Bus Sekolah

Rabu, 14 November 2018 - 12:06 WIB

Kasus Century, KPK Minta Keterangan Ketua OJK

Selasa, 13 November 2018 - 20:47 WIB

KPK Dalami Motif Pertemuan James Riady dengan Neneng Hassanah
Terkait Kasus Century, Miranda Diperiksa KPK

Selasa, 13 November 2018 - 16:56 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us