Depan >> Berita >> Hukum >>
DINILAI LEBIH EFEKTIF
Tak Gunakan Medsos, Calon Teroris Direkrut Secara Tatap Muka
Rabu, 16 Mei 2018 - 19:20 WIB > Dibaca 382 kali Print | Komentar
Tak Gunakan Medsos, Calon Teroris Direkrut Secara Tatap Muka
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Cara langsung atau tatap muka (offline) ternyata masih digunakan dalam perekrutan calon teroris di Indonesia. Cara itu dinilai masih lebih efektif ketimbang melalui media sosial (online).

Sementara, penyebaran paham radikalisme menggunakan media sosial (medsos). Pengamat terorisme Universitas Indonesia Solahudin menilai, peran media sosial nyatanya tidak terlalu signifikan terkait proses rekruitmen kelompok ekstrimis.

"Peran medsos bagi kelompok ekstrimis di Indonesia berbeda dengan negara lain. Di Eropa radikalisasi dan rekruitmen melalui medsos. Demikian juga di Malaysia. Tapi di Indonesia berbeda, radikalisasi memang menggunakan medsos. Tapi rekruitmen lebih banyak dilakukan secara offline," ujarnya di Gedung Kominfo, Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Diterangkannya, dari keterangan 75 narapidana kasus terorisme (napiter), tercatat hanya sebanyak tujuh kasus atau sembilan persen yang bergabung dengan kelompok ekstrimis melalui medsos.

Sementara, 91 persen direkrut melalui offline, yaitu tatap muka dan melalui forum keagamaan.

"Jadi, untuk rekruitmen offline dan radikalisasi online. Kenapa offline menjadi pilihan di Indonesia karena di Indonesia ada kebebasan untuk berekspresi dan berkumpul," jelasnya.

"Masih sangat mudah menemukan momen-momen offline yang menyiarkan propaganda ISIS. Terlebih di negeri ini, UU Terorisme tidak memiliki satu pasalpun yang bisa menjerat orang yang menyebarkan terorisme. Itulah sebabnya, kelompok ini cenderung tidak memerlukan online," paparnya.

Dia menerangkan, alasan kedua, kelompok ekstrimis tidak terlalu percaya pada media sosial untuk melakukan rekruitmen adalah karena dunia maya susah dipercaya.

"Banyak kasus penipuan terjadi di channel telegram yang terkait ISIS. Kasus Susan Elmira, si penipu pemalsuan dokumen untuk kelompok terorisme, dan Elang, penipu perempuan yang hendak berhijrah ke Suriah, menjadi contoh di antara sekian banyak kasus," tutupnya. (rgm)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
PEMILU 2019
Kenapa Romi Tak Jadi Caleg? Begini Jawaban Elite PPP
Rabu, 18 Juli 2018 - 17:50 wib

Ribuan Warga Dengarkan Ceramah UAS
Rabu, 18 Juli 2018 - 17:40 wib
KIRIM SURAT UNDANGAN
Asian Games 2018, Kim Jong-un & Moon Jae-in Diundang Jokowi untuk Hadir
Rabu, 18 Juli 2018 - 17:40 wib
DIRAWAT DI RUMAH SAKIT
SBY Sakit, Pertemuan dengan Prabowo Dibatalkan
Rabu, 18 Juli 2018 - 17:30 wib
Beasiswa Tak Mampu Tetap Dialokasikan

Beasiswa Tak Mampu Tetap Dialokasikan
Rabu, 18 Juli 2018 - 17:20 wib
PILPRES 2019
Catat! Tanggal Segini Jokowi Umumkan Sosok Cawapresnya
Rabu, 18 Juli 2018 - 17:10 wib
PEMILU 2019
Ketika Politikus Senior Pendiri PKS Maju Lewat PDIP
Rabu, 18 Juli 2018 - 17:00 wib
PEMILU 2019
Terungkap! Ternyata Begini Kisah Jubir Jokowi Jadi Caleg PDIP
Rabu, 18 Juli 2018 - 16:50 wib
Harga Telur Capai Rp2 Ribu per Butir

Harga Telur Capai Rp2 Ribu per Butir
Rabu, 18 Juli 2018 - 16:50 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Soal Proyek PLTU Riau-1, Eni Saragih Tulis Surat Klarifikasi, Isinya...
Resmi! Kasus Fahri Hamzah Vs Presiden PKS Kembali Dilanjutkan Polisi
Gerak Cepat KPK Tangani Kasus Korupsi PLTU Riau 1

Selasa, 17 Juli 2018 - 12:41 WIB

Modus Korupsi dengan Commitment Fee

Selasa, 17 Juli 2018 - 12:37 WIB

Tidak Boleh Memukul, Kendati Pencuri

Selasa, 17 Juli 2018 - 12:29 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us