Depan >> Berita >> Hukum >>
KASUS DUGAAN SUAP
Wakil Ketua DPD Golkar Digarap KPK Terkait Kasus Bakamla
Rabu, 16 Mei 2018 - 17:05 WIB > Dibaca 299 kali Print | Komentar
Wakil Ketua DPD Golkar Digarap KPK Terkait Kasus Bakamla
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Agenda pemeriksaan terhadap Wakil Ketua Perekonomian DPD Golkar Sugandhi Bakrie dan Direktur Utama PT Viva Kreasi Investindo Ali fahmi alias Fahmi Habsyi dijadwalkan oleh KPK.

Hari ini, Rabu (16/5/2018), mereka rencananya akan diperiksa dalam kasus dugaan suap pembahasan anggaran proyek pengadaan alat satelit monitoring di Bakamla tahun anggaran 2016.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka FA (Fayakhun Andriadi)," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, kepada awak media, Rabu (16/5/2018).

KPK pun memanggil PNS Bappenas Rizky dan bagian tata usaha tenaga ahli di Sekretariat DPR RI Yanti. Mereka juga akan diperiksa untuk tersangka FA. Fayakhun dalam kasus itu diduga menerima ‎hadiah atau janji berupa uang setelah memuluskan anggaran proyek Bakamla.

Politikus Golkar itu mendapatkan imbalan satu persen dari proyek senilai Rp1,2 triliun atau sebesar Rp12 miliar. Di samping itu, dia pun diduga menerima dana suap sebesar USD 300 ribu.

Uang itu diduga diterima Fayakhun dari proyek pengadaan di Bakamla. Sejumlah uang yang diterima Fayakhun tersebut berasal dari Direktur Utama Melati Technofo Indonesia (PT MTI) Fahmi Dharmawansyah melalui anak buahnya M Adami Okta.

Adapun uang itu diberikan dalam empat tahap. Di samping itu, ada pula sejumlah nama anggota DPR yang disebut menerima suap terkait proyek pengadaan alat satelit monitoring di Bakamla, yakni politisi PDI Perjuangan TB Hasanuddin dan Eva Sundari, politikus Partai Golkar Fayakhun Andriadi, serta dua politisi Nasdem Bertus Merlas dan Donny Priambodo. (ipp)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
ASIAN GAMES 2018
Sepaktakraw Optimis Raih Emas
Selasa, 17 Juli 2018 - 00:42 wib
KASUS SUAP
Kaget Rumahnya Digeledah KPK, Begini Komentar Dirut PLN
Selasa, 16 Juli 2018 - 21:00 wib
PASCA-OTT
Anggota DPR Kembali Digarap KPK, Begini Komentar Bamsoet
Selasa, 16 Juli 2018 - 20:45 wib
PILPRES 2019
Siap-siap! Ada Kejutan dari Demokrat saat SBY dan Prabowo Bertemu
Selasa, 16 Juli 2018 - 20:30 wib
PEMILU 2019
Bacaleg Partai Berkarya: dari Paramitha Rusady hingga Sultan Djorghi
Selasa, 16 Juli 2018 - 20:15 wib
BENTUK INTOLERANSI
Habib Novel Minta Polri Usut Pengadangan Elite FPI di Kalimantan
Selasa, 16 Juli 2018 - 19:45 wib
MENJADI 51,2 PERSEN
Soal Divestasi Saham Freeport, Simak Penjelasan Terbaru dari Jokowi Ini
Selasa, 16 Juli 2018 - 19:30 wib
PIALA DUNIA 2018
Harry Kane Dihujat karena Raih Sepatu Emas Tanpa "Berkeringat"
Selasa, 16 Juli 2018 - 19:15 wib
PILPRES 2019
Soal Cawapres Jokowi, ICW Rekomendasikan Tokoh Hukum Ini
Selasa, 16 Juli 2018 - 19:00 wib
KASUS KORUPSI
20 Hari ke Depan, Mantan Dirut PT Jasindo Jadi Tahanan KPK
Selasa, 16 Juli 2018 - 18:45 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Kaget Rumahnya Digeledah KPK, Begini Komentar Dirut PLN
Anggota DPR Kembali Digarap KPK, Begini Komentar Bamsoet
Habib Novel Minta Polri Usut Pengadangan Elite FPI di Kalimantan
20 Hari ke Depan, Mantan Dirut PT Jasindo Jadi Tahanan KPK
Ongkos Nyaleg Mahal Jadi Penyebab Anggota DPR Korupsi?
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini
Sepaktakraw Optimis Raih Emas