Depan >> Berita >> Hukum >>

Amankan Lokasinya, Jangan Hajar Wartawannya
17 Oktober 2012 - 21:50 WIB > Dibaca 1265 kali Print | Komentar
JAKARTA (RP) - Komisi I DPR yang membidangi pertahanan dan TNI menganggap penganiayaan terhadap wartawan peliput jatuhnya Hawk 200 di Kampar, Riau, Selasa (16/10) oleh perwira menengah TNI AU, sudah termasuk tindak pidana. Wakil Ketua Komisi I DPR, TB Hasanuddin, menyatakan bahwa kasus itu harus diproses hukum.

Hasanuddin mengakui, sudah menjadi aturan baku di negara manapun ketika terjadi kecelakaan pesawat tempur, maka lokasi jatuhnya pesawat harus seteril. Namun menurut Hasanuddin, hal itu bukan berarti menjadi alasan bagi TNI AU bisa bertindak semaunya.

"Tapi wartawan juga berkepentingan melaksanakan tugas jurnalistiknya. Dalam kasus ini, seharusnya petugas TNI AU cukup membuat garis pembatas dan tak perlu melakukan pemukulan, pencekikan terhadap wartawan tersebut," kata Hasanuddin di Gedung DPR RI, Rabu (17/10).

Pensiunan Mayor Jenderal TNI AD yang pernah menjasi Sekretaris Militer Kepresidenan itu menambahkan, pelaku pemukulan tidak bisa dibiarkan begitu saja. "Jadi harusnya segera diproses dan dipidanakan," cetusnya.

Seperti diketahui, enam wartawan yang tengah meliput jatuhnya pesawat tempur Hawk 200 di Riau, Selasa (16/10, dianiaya oknum TNI AU berpangkat Letkol. Tak hanya itu, kamera wartawan pun ikut dirampas.
 
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, menyesalkan terjadinya penganiayaan itu.  Menurut Purnomo, apapun alasannya tindakan tersebut tidaklah dibenarkan. Untuk itu pihaknya meminta kasus tersebut diusut tuntas.

"Saya sudah minta supaya TNI AU mengusut," kata Purnomo pada wartawan di Istana Negara, Rabu (17/10).
 
Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono juga sudah meminta maaf atas perlakuan anak buahnya di lapangan. "Selaku pimpinan saya mohon maaf kepada wartawan khususnya yang terlibat situasi tersebut," kata Agus.

Sebenarnya, kata Agus, maksud dari tindakan anggotanya saat kejadian adalah mengamankan lokasi jatuhnya pesawat militer Hawk 200. Karena pengamanan pesawat militer yang jatuh berbeda dengan pesawat sipil. Dikhawatirkan ada bahan peledak yang membahayakan masyarakat dan wartawan itu sendiri bila mendekat ke lokasi kejadian.

"Namun saya memahami, bahwa tindakan atau cara yang dipakai mereka (anggota TNI AU) di luar batas kepatutan. Sekali lagi saya selaku pimpinan TNI mohon maaf. Saya juga sudah minta untuk tindaklanjuti proses hukumnya bagi prajurit yang melakukan pelanggaran tersebut," tegas Agus.(ara/boy/jpnn)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
KPK Koordinasikan Dana Aliran Hakim dengan MK
Minggu, 14 Februari 2016 - 02:55 wib
Polisi Bantah Sopir GoJek Ditembak
Minggu, 14 Februari 2016 - 02:20 wib
Deadpool Catatkan Rekor Spektakuler
Minggu, 14 Februari 2016 - 02:00 wib
Bareskrim Tambah Masa Hukuman Ongen
Minggu, 14 Februari 2016 - 01:45 wib
Bejat, Siswi SMP Ini Diperkosa Tetangga Sendiri
Minggu, 14 Februari 2016 - 01:10 wib
Gubernur Puji Warga Perantauan
Minggu, 14 Februari 2016 - 00:25 wib
Demokrat Belum Terima Naskah Usulan Revisi
Minggu, 14 Februari 2016 - 00:05 wib
Arsenal dan Madrid Bersaing Dapatkan Kiper Ini
Minggu, 13 Februari 2016 - 23:58 wib
Yusril Sangsikan Penanganan Perkara Ongen
Minggu, 13 Februari 2016 - 23:55 wib
Madrid Ungguli Bilbao di Babak Pertama
Minggu, 13 Februari 2016 - 23:45 wib
Iniesta Optimis Spanyol Kembali Juara
Minggu, 13 Februari 2016 - 23:35 wib
Robinho Kembali ke Brasil
Minggu, 13 Februari 2016 - 23:15 wib
MU Takluk di Kandang Sunderland
Minggu, 13 Februari 2016 - 23:06 wib
China Kecam Rudal AS di Semenanjung Korea
Minggu, 13 Februari 2016 - 22:40 wib
Isyana Jatuh di Atas Panggung
Minggu, 13 Februari 2016 - 22:21 wib
KPK Belum Mencekal Tiga Tersangka untuk ke Luar Negeri
Minggu, 13 Februari 2016 - 21:35 wib
Leicester Sulit Ditaklukkan, Ternyata Ini Taktiknya
Minggu, 13 Februari 2016 - 21:05 wib
Atasi Unri 2-1, Riau Pos Erdeka FC Naik ke Posisi Dua
Minggu, 13 Februari 2016 - 21:04 wib
Fahmi Idris Sampaikan Harapan Perantau
Minggu, 13 Februari 2016 - 20:40 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Yusril Sangsikan Penanganan Perkara Ongen

Sabtu, 13 Februari 2016 - 23:55 WIB

Waspadai Peredaran Narkoba Jenis Baru

Sabtu, 13 Februari 2016 - 15:00 WIB

Deponering Bisa Legakan Abraham Samad dan Bambang Widjojanto
Wah, Ustad Ikutan Nyabu dan Simpan Uang Palsu

Jumat, 12 Februari 2016 - 18:19 WIB

Polisi Akan Selidiki Putra Hamzah Haz

Jumat, 12 Februari 2016 - 17:31 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
Follow Us