Wonderful Indonesia
Kelapa Sawit Efektif Kurangi Kemiskinan
Rabu, 16 Mei 2018 - 10:42 WIB > Dibaca 246 kali Print | Komentar
Kelapa Sawit Efektif  Kurangi Kemiskinan
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan. (INTERNET)
Berita Terkait

Prof Dodik Sarankan Kelapa Sawit Masuk Jadi Tanaman Hutan



PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Perkebunan kelapa sawit telah menjadi instrumen yang efektif untuk mengentaskan kemiskinan. Indonesia dan Malaysia adalah dua negara yang telah membuktikan hal tersebut.

Di Indonesia ada 17 juta orang yang bekerja di sektor kelapa sa­wit, sedangkan di Malaysia se­dikitnya 2 juta orang.

Fakta ini terungkap pada acara konferensi internasional tentang pengentasan kemiskinan di Pontifical Urban University Vatikan di Roma, Selasa (15/5).  

“Dari total 11,6 juta hektare perkebunan kelapa sawit Indonesia, 41 persen di antaranya adalah perkebunan rakyat. Ada 2,1 juta petani kelapa sawit di Indonesia,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, yang menjadi pembicara pada sesi High Level Segment seminar tersebut.

Luhut mengatakan, sektor pertanian sangat penting dan menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Pada sub sektor pertanian, kelapa sawit merupakan penyumbang devisa ekspor terbesar yaitu sekitar EUR 15,5 miliar atau lebih dari Rp250 triliun.

“Dari aspek penyerapan tenaga kerja, ada 17,5 juta masyarakat Indonesia yang bekerja baik langsung maupun tidak langsung di sektor kelapa sawit,” kata Luhut.

Selain Menko Kemaritiman RI, pada sesi ini, yang juga menjadi pembicara adalah Tan Sri Bernard Giluk Dompok (Duta Besar Malaysia untuk Vatikan), Kardinal Peter K A Turkson (Gereja Katholik Vatikan), Alberto Trevisial (Rektor Pontifical Urban University), dan  moderator Arif Havas Oegroseno (Duta Besar RI untuk Jerman).

Seperti halnya Indonesia, negeri jiran Malaysia juga merasakan berkah kelapa sawit. “Tahun 2017 lalu, kami sudah 100 tahun melakukan budidaya kelapa sawit. Sektor kelapa sawit tidak saja menopang pertumbuhan ekonomi, tetapi sarana social inclusion dan environment protection,” kata Tan Sri Bernard Giluk Dompok.

Dompok mengatakan, produktivitas minyak sawit 10 kali lebih tinggi dibandingkan soyabean dan empat kali lebih tinggi dari bunga matahari. “Jika dunia ingin menahan laju deforestasi, maka kelapa sawit adalah tanaman yang paling mungkin dikembangkan. Sawit efektif menekan emisi gas rumah kaca,” kata Dompok.

Sementara itu, Kardinal Peter KA Turkson mengatakan, sektor pertanian termasuk perkebunan kelapa sawit bisa menjadi sektor usaha untuk mengurangi kemiskinan. “Namun harus dijaga keseimbangan antara kegiatan ekonomi dengan pengelolaan lingkungan,” kata Kardinal Turkson.

Karena itu, Turkson mendukung dialog antara para pemangku kepentingan untuk berdialog yang konstruktif guna mencari solusi dalam rangka mencapai keseimbangan ekonomi dan lingkungan tersebut.(rls/aga)

Laporan KAMARUDDIN, Pekanbaru
KOMENTAR
Berita Update

Berencana Lakukan Aksi Teror di Pilgub Jabar
Senin, 24 Juni 2018 - 14:32 wib

Tips Menjaga Kesehatan dalam Perjalanan
Senin, 24 Juni 2018 - 14:30 wib
Jumlah Pemilih 186.379.878 Jiwa

Jumlah Pemilih 186.379.878 Jiwa
Senin, 24 Juni 2018 - 14:27 wib

Pilkada, 170 Ribu Polisi dan Ribuan TNI Diturunkan
Senin, 24 Juni 2018 - 14:19 wib

Xiaomi Mi Max 3 Tampil dengan Layar Lebar
Senin, 24 Juni 2018 - 14:02 wib

Sofa cushion Bikin Susah Beranjak
Senin, 24 Juni 2018 - 13:59 wib

Masyarakat Harus Aktif Melaporkan Kecurangan
Senin, 24 Juni 2018 - 13:51 wib

Buka Posko Warung Pengawasan di 83 Kelurahan
Senin, 24 Juni 2018 - 13:48 wib

Samsung Galaxy S10 Full View Display
Senin, 24 Juni 2018 - 13:44 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Pamerkan Kemegahan Mitsubishi XPander di SKA

Sabtu, 23 Juni 2018 - 10:49 WIB

All New Honda CR-V Promo Spesial Idulfitri

Jumat, 22 Juni 2018 - 13:39 WIB

Mei, NTP Riau Turun 1,92 Persen

Jumat, 22 Juni 2018 - 13:18 WIB

Hotel Swis Belinn SKA Tawarkan Paket Halalbihalal

Jumat, 22 Juni 2018 - 12:07 WIB

IHSG Berpeluang Berbalik Arah

Jumat, 22 Juni 2018 - 10:57 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini