MENJADI TREN BARU
Terkait Terorisme, Ada Lima Grup Pelibatan Anak Menurut KPAI
Selasa, 15 Mei 2018 - 19:50 WIB > Dibaca 392 kali Print | Komentar
Terkait Terorisme, Ada Lima Grup Pelibatan Anak Menurut KPAI
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kejahatan terorisme di Indonesia cukup mengkhawatirkan, terlebih tren kejahatan itu kini melibatkan anak sebagai pelaku.

Menurut Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto, ada pola-pola pelibatan anak dalam jaringan terorisme yang terjadi di berbagai level. Jika dikategorisasikan, jaringan terorisme dapat kelompokkan ke dalam lima grup.

"Pertama, kelompok eksekutor yaitu terlibat aktif di lapangan melakukan aksi teror. Sejumlah kasus anak dilibatkan dalam aksi teror di sejumlah titik daerah," katanya di Kantor KPAI, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Yang kedua, kelompok perencana dan pengatur lapangan. Kelompok itu memilih waktu, lokasi, dan momentum yang dianggap tepat dalam melakukan aksinya. Di sejumlah kasus, anak juga dilibatkan dalam perencanaan sebelum melakukan aksinya.

Ketiga, kelompok mentor. Adapun pelaku berperan mencari dan melakukan pembibitan kader teroris. Infiltrasi yang dilakukan biasanya melalui berbagai pendekatan, termasuk juga infiltrasi melalui satuan pendidikan, jaringan organisasi tertentu dan pertemuan rutin atas nama agama.

"Mentor utama, seringkali juga memanfaatkan anak dan remaja untuk melakukan mentoring kelompok sebaya," terangnya.

Yang keempat, kelompok penyandang dana, yang seringkali tidak terdeteksi, tetapi berkontribusi besar terhadap kesuksesan aksi teror yang dilakukan.

"Terakhir, kelompok simpatisan. Kelompok ini tidak terlibat aktif, melakukan aksi teror, namun memberikan dukungan moral terhadap aktivitas yang dilakukan oleh jaringan terorisme," paparnya.

Adapun KPAI meminta Pemerintah Pusat dan Daerah perlu melakukan langkah-langkah antisipatif dan pencegahan secara masif melalui berbagai model pendekatan, agar ruang gerak jaringan terorisme dapat dicegah sedini mungkin.

"Pelibatan anak tolong didalami secara komprehensif, termasuk memastikan inisiator dan aktor utama dibalik kejadian pelibatan anak dalam aksi teror. Inisiator dan aktor utama harus dihukum seberat-beratnya, agar kejadian yang sama tak berulang," tuntasnya. (rgm)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
Alamaaak!
Batal Borong
Jumat, 17 Agustus 2018 - 11:54 wib

Karnaval Berlangsung di Tengah Terik Matahari
Jumat, 17 Agustus 2018 - 11:37 wib

Revisi Perda Tempat Hiburan
Jumat, 17 Agustus 2018 - 11:24 wib

Truk Bertonase Besar Leluasa Masuk Kota
Jumat, 17 Agustus 2018 - 11:02 wib
Ditunjuk Melatih 200 Pelajar Se-Pekanbaru
SMP Negeri 4 Kota Pekanbaru
Ditunjuk Melatih 200 Pelajar Se-Pekanbaru
Jumat, 17 Agustus 2018 - 10:26 wib
Hasil Labfor Teror Lapas Keluar Pekan Depan

Hasil Labfor Teror Lapas Keluar Pekan Depan
Jumat, 17 Agustus 2018 - 10:11 wib

Benarkah Tarif Retribusi Sampah Naik?
Jumat, 17 Agustus 2018 - 09:58 wib

Upacara Hari Ulang Tahun Pramuka Ke-57 Al Izhar School
Jumat, 17 Agustus 2018 - 09:55 wib
Susanto: Pemilik Belum Diketahui
Ditemukan Paket Ganja Kering di Sel Lapas
Jumat, 17 Agustus 2018 - 09:45 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Kekayaan Jokowi Rp 50 Miliar, Sandiaga Triliunan

Jumat, 17 Agustus 2018 - 00:07 WIB

Presiden Janjikan Gaji ASN Naik 5 Persen Tahun 2019

Jumat, 17 Agustus 2018 - 00:05 WIB

Pemcam Kandis dan Masyarakat Salurkan Bantuan ke Lombok
Hari Ini, Bus Salawat Terakhir Beroperasi

Kamis, 16 Agustus 2018 - 12:40 WIB

JCH Kuansing Wafat di Makkah

Selasa, 14 Agustus 2018 - 16:00 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us