Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
KASUS DUGAAN SUAP
KPK Cecar Anak Buah Sri Mulyani soal Mekanisme Penganggaran Proyek Bakamla
Selasa, 15 Mei 2018 - 19:40 WIB > Dibaca 3794 kali Print | Komentar
KPK Cecar Anak Buah Sri Mulyani soal Mekanisme Penganggaran Proyek Bakamla
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi dipenuhi Direktur Jenderal Anggaran, Kemenkeu, Askolani pada Selasa (15/5/2018).

Diakuiya, dirinya diperiksa untuk tersangka kasus dugaan suap pembahasan anggaran proyek pengadaan alat satelit monitoring di Bakamla tahun anggaran 2016, Fayakun Andriadi.

Terkait itu, dia mengaku banyak dicecar soal proses penganggaran proyek satelit monitoring yang sudah menjadikan banyak pihak sebagai tersangka.

"Tadi sudah ke KPK dan sampaikan penjelasan mengenai mekanisme anggarannya," ujarnya saat dikonfirmasi oleh JawaPos.com, Selasa (15/5/2018).

Akan tetapi, saat ditanya perihal detail materi pemeriksaannya, anak buah Menteri Keuangan Sri Mulyani tak membeberkan secara detail.

"Sampaikan mekanisme bahasnya secara umum, serta kewenangan Bakamla dan Komisi DPR yang bahas detilnya sampai dengan program," jelasnya.

Sementara irtu, perihal pemeriksaan terhadap Askolani, Plh Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati menyebut, yang bersangkutan hadir memenuhi panggilan sekitar pukul 09:26 WIB dan keluar sekitar pukul 12:00 WIB.

Akan tetapi, soal materi penyidikannya Yuyuk belum mau menjelaskannya. Dalam kasus ini, Fayakhun diduga menerima ‎hadiah atau janji berupa uang setelah memuluskan anggaran proyek Bakamla.

Dia mendapatkan imbalan satu persen dari proyek senilai Rp1,2 triliun atau sebesar Rp12 miliar. Di samping itu, Fayakhun juga diduga menerima dana suap sebesar USD 300 ribu. Uang itu diduga diterima Fayakhun dari proyek pengadaan di Bakamla.

Adapun sejumlah uang yang diterima Fayakhun tersebut berasal dari Direktur Utama Melati Technofo Indonesia (PT MTI), Fahmi Dharmawansyah melalui anak buahnya, M. Adami Okta. Uang itu diberikan dalam empat kali tahapan.
KOMENTAR
Berita Update
PENAMBAHAN MASA KERJA PEGAWAI
Agus Rahardjo Ajukan Revisi PP SDM KPK demi Pertahankan Jaksa
Sabtu, 26 Mei 2018 - 20:00 wib
MESKI DITOLAK SEJUMLAH PIHAK
Tetap Larang Mantan Koruptor Jadi Caleg, Ini Alasan KPU
Sabtu, 26 Mei 2018 - 19:30 wib
MENANG MEYAKINKAN
Jepang Raih Gelar Keenam Piala Uber usai Tundukkan Thailand
Sabtu, 26 Mei 2018 - 19:00 wib
SEPAKBOLA DUNIA
Ballon d’Or untuk Salah jika Liverpool Juara Liga Champions
Sabtu, 26 Mei 2018 - 18:30 wib
DUGAAN PENERIMAAN GRATIFIKASI
Empat Hari Terakhir, Keluarga Zumi Zola Beruntun Diperiksa KPK
Sabtu, 26 Mei 2018 - 17:40 wib
JALANI REHABILITASI
Sejak 2007 Fachri Albar Gunakan Narkoba, Ini Alasannya Versi Dokter
Sabtu, 26 Mei 2018 - 17:30 wib
SAMBUT SERUAN KETUM ADKASI
"Saat PNS Terima Gaji 13 dan THR, Honorer Sibuk Cari Utangan"
Sabtu, 26 Mei 2018 - 17:20 wib
FINAL LIGA CHAMPIONS 2017/2018
Begini Cara Menghentikan Mohamed Salah Menurut Marcelo
Sabtu, 26 Mei 2018 - 17:10 wib
SEPAKBOLA DUNIA
Menurut Neymar, Enam Pemain Ini Akan Bersinar di Piala Dunia 2018
Sabtu, 26 Mei 2018 - 17:00 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Agus Rahardjo Ajukan Revisi PP SDM KPK demi Pertahankan Jaksa
Empat Hari Terakhir, Keluarga Zumi Zola Beruntun Diperiksa KPK
Pengamat Terorisme: Aman Takut Dihukum Mati hingga Cari Simpati Hakim
Simak! Kata KPK soal Hakim Agung Artidjo yang Masuki Masa Purna Bakti
Pulang dari Suriah, WNI Tak Langsung Ditangkap karena Dianggap Teroris
Sagang Online
loading...
Follow Us