Depan >> Berita >> Hukum >>
KASUS DUGAAN SUAP
KPK Cecar Anak Buah Sri Mulyani soal Mekanisme Penganggaran Proyek Bakamla
Selasa, 15 Mei 2018 - 19:40 WIB > Dibaca 3987 kali Print | Komentar
KPK Cecar Anak Buah Sri Mulyani soal Mekanisme Penganggaran Proyek Bakamla
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi dipenuhi Direktur Jenderal Anggaran, Kemenkeu, Askolani pada Selasa (15/5/2018).

Diakuiya, dirinya diperiksa untuk tersangka kasus dugaan suap pembahasan anggaran proyek pengadaan alat satelit monitoring di Bakamla tahun anggaran 2016, Fayakun Andriadi.

Terkait itu, dia mengaku banyak dicecar soal proses penganggaran proyek satelit monitoring yang sudah menjadikan banyak pihak sebagai tersangka.

"Tadi sudah ke KPK dan sampaikan penjelasan mengenai mekanisme anggarannya," ujarnya saat dikonfirmasi oleh JawaPos.com, Selasa (15/5/2018).

Akan tetapi, saat ditanya perihal detail materi pemeriksaannya, anak buah Menteri Keuangan Sri Mulyani tak membeberkan secara detail.

"Sampaikan mekanisme bahasnya secara umum, serta kewenangan Bakamla dan Komisi DPR yang bahas detilnya sampai dengan program," jelasnya.

Sementara irtu, perihal pemeriksaan terhadap Askolani, Plh Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati menyebut, yang bersangkutan hadir memenuhi panggilan sekitar pukul 09:26 WIB dan keluar sekitar pukul 12:00 WIB.

Akan tetapi, soal materi penyidikannya Yuyuk belum mau menjelaskannya. Dalam kasus ini, Fayakhun diduga menerima ‎hadiah atau janji berupa uang setelah memuluskan anggaran proyek Bakamla.

Dia mendapatkan imbalan satu persen dari proyek senilai Rp1,2 triliun atau sebesar Rp12 miliar. Di samping itu, Fayakhun juga diduga menerima dana suap sebesar USD 300 ribu. Uang itu diduga diterima Fayakhun dari proyek pengadaan di Bakamla.

Adapun sejumlah uang yang diterima Fayakhun tersebut berasal dari Direktur Utama Melati Technofo Indonesia (PT MTI), Fahmi Dharmawansyah melalui anak buahnya, M. Adami Okta. Uang itu diberikan dalam empat kali tahapan.
KOMENTAR
Berita Update

Dua Pelaku Gembos Ban Diringkus Usai Curi Tas Guru
Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:35 wib
Pelaku Curanmor Terekam CCTV saat Beraksi

Pelaku Curanmor Terekam CCTV saat Beraksi
Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:32 wib
Masterplan Drainase Diusulkan di APBD 2019

Masterplan Drainase Diusulkan di APBD 2019
Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:26 wib

Masyarakat Diminta Sukseskan TMMD
Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:23 wib
Plaza Sukaramai Dijanjikan Beroperasi Mei 2019
Sebelum Beroperasi, Semua Masalah Harus Selesai
Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:14 wib
Personel Lanud  RSN Dites Urine

Personel Lanud RSN Dites Urine
Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:07 wib
Lima Puskesmas Belum Terakreditasi

Lima Puskesmas Belum Terakreditasi
Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:06 wib
Polsek Payung Sekaki
Lagi, Barang Bukti Sabu 22,27 Gram Dimusnahkan
Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:03 wib
Omzet Penjual Ayam Turun

Omzet Penjual Ayam Turun
Selasa, 16 Oktober 2018 - 09:11 wib

Program Ikkon Kembangkan 4 Sektor
Selasa, 15 Oktober 2018 - 20:00 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Pelapor Korupsi Bakal Dihadiahi Rp200 Juta

Rabu, 10 Oktober 2018 - 14:19 WIB

Sebar Hoaks, Ratna Terancam 10 Tahun Penjara

Sabtu, 06 Oktober 2018 - 13:41 WIB

Wali Kota Pa­suruan Diduga Terima Fee Rp230 Juta

Sabtu, 06 Oktober 2018 - 13:29 WIB

OTT KPK Terancam Terhambat

Minggu, 30 September 2018 - 14:14 WIB

Diana Tabrani-Neno Warisman Mengadu ke Komnas HAM

Rabu, 26 September 2018 - 13:10 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us