Depan >> Berita >> Hukum >>
MESKI MENGAKU MENYESAL
Polisi Ancam Penyebar Isu Teror Bom di Gereja Santa Anna Bui Seumur Hidup
Selasa, 15 Mei 2018 - 17:30 WIB > Dibaca 646 kali Print | Komentar
Polisi Ancam Penyebar Isu Teror Bom di Gereja Santa Anna Bui Seumur Hidup
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Yoyon Tony Surya sedang bertanya dengan pelaku penyebar informasi teror bom di Gereja Santa Anna Duren Sawit, Jakarta Timur (EVI ARISKA/JAWAPOS.COM)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Polisi tidak pernah bermain-main dengan isu teror. Buktinya, seorang pria berinisial MIA (25) ditangkap aparat kepolisian dan terancam hukuman seumur hidup.

Hal itu setelah dia menjadi penyebar isu Gereja Santa Anna di Jakarta Timur dibom. Pekerja serabutan itu sendiri mengaku hanya iseng, tidak mempunyai motif apa pun saat menyebarkan informasi hoaks yang membuat warga Duren Sawit heboh.

Bahkan, anggota polisi dan TNI dibuatnya kewalahan mencari tas diduga bom tersebut.

"Menyesal Pak. Saya enggak ada tujuan Pak cuma iseng doang Pak," ujarnya saat ditanyai motifnya menyebar informasi hoaks di Polres Metro Jakarta Timur, Selasa (16/5/2018).

Usai berhasil membuat panik seluruh masyarakat yang saat ini berada dalam situasi genting siaga satu, dia bahkan enggan menunjukkan wajahnya. Ketika polisi hendak membuka penutup wajahnya, dia menahan masker hitam tersebut lantaran merasa malu.

"Jangan dibuka Pak, malu Pak," sebutnya.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Yoyon Tony Surya telah memastikan MIA terancam pasal berlapis atas penyebaran informasi bohong, yakni Pasal 458 Jo Pasal 29 UU RI No. 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik/ITE (ancaman hukuman maksimal 4 tahun, denda maksimum Rp 750.000.000) dan Pasal 6 dan atau Pasal 7 Perpu No. 1 Tahun 2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara atau maksimal 20 tahun atau seumur hidup atau hukuman mati.

"Artinya, kami terapkan pasal berlapis. Kalau nanti perbuatan melawan hukum ini terbukti, baik memberikan berita bohong lewat transaksi elektronik, maka kami terapkan UU ITE. Di samping itu, kami terapkan UU pemberantasan tindak pidana terorisme. Ancaman hukukam bisa 20 tahun bahkan seumur hidup," jelasnya. (ce1/eve)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update

Menteri Keuangan Imbau Perusahaan Gunakan Rupiah
Minggu, 22 September 2018 - 15:49 wib
Stroberi Berjarum Repotkan Australia

Stroberi Berjarum Repotkan Australia
Minggu, 22 September 2018 - 14:47 wib
Waspadai Akun Robot Jelang Pemilu

Waspadai Akun Robot Jelang Pemilu
Minggu, 22 September 2018 - 12:46 wib

Riau Pos Terima Dua Penghargaan dari Bawaslu
Minggu, 22 September 2018 - 12:43 wib

Festival Zhong Qiu Berpusat di Jalan Karet
Minggu, 22 September 2018 - 09:53 wib

Dua Kali Runner up, SMA Darma Yudha Targetkan Champion
Minggu, 21 September 2018 - 19:00 wib

Tak Mudah Raih Maturitas SPIP
Minggu, 21 September 2018 - 18:30 wib

Pengelola Diminta Optimalkan Aset untuk Kesejahteraan Desa
Minggu, 21 September 2018 - 18:00 wib
Tolak Politik Transaksional
Apresiasi Komitmen Partai
Minggu, 21 September 2018 - 17:30 wib
Warga Dambakan Aliran Listrik

Warga Dambakan Aliran Listrik
Minggu, 21 September 2018 - 17:00 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Kepala Bappeda Bengkalis Diperiksa KPK

Sabtu, 15 September 2018 - 13:25 WIB

Setnov Minta Eni Tak Ceritakan Perannya di PLTU Riau-1

Senin, 10 September 2018 - 22:04 WIB

Idrus Imbau Kader Golkar Tidak ’’Nyanyi”

Sabtu, 08 September 2018 - 12:24 WIB

KPK Sarankan Partai Melakukan PAW

Rabu, 05 September 2018 - 12:39 WIB

Polisi Tunggu UAS Laporkan soal Intimidasi

Rabu, 05 September 2018 - 02:24 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini