Depan >> Berita >> Hukum >>
TERKAIT TRAGEDI BOM DI SURABAYA
Keras! Politikus Gerindra Minta Tito Mundur dari Jabatan Kapolri, Alasannya...
Senin, 14 Mei 2018 - 17:40 WIB > Dibaca 999 kali Print | Komentar
Keras! Politikus Gerindra Minta Tito Mundur dari Jabatan Kapolri, Alasannya...
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kritik pedas atas tragedi bom di Surabaya datang dari Anggota Komisi III DPR RI Raden Muhammad Syafii. Bukan itu saja, dia juga mengkritik kerusuhan Rutan Salemba di Mako Brimob Kelapa Dua Depok.

Politikus Gerindra itu menyebut, ada kelalaian dalam penanganan terorisme di Indonesia. Menurutnya, penjagaan di rumah ibadah adalah untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat untuk menjalankan ibadah.

Akan tetapi, Romo, sapaannya, mengaku heran kenapa para terduga teroris menyerang tempat yang dijaga oleh kepolisian.

"Di tempat yang dikawal polisi inilah, peristiwa terorisme atau juga bom itu terjadi. Lagi-lagi saya melihat, penyebabnya adalah kelalaian dan ketidakprofesionalan kepolisian" katanya, Senin (14/5/2018).

Di sisi lain, ditegaskannya bahwa masyarakat juga perlu mengetahui pengawalan yang dilakukan aparat Kepolisian itu tidak ada yang gratis. Itu semua dibiayai oleh APBN, uangnya rakyat Indonesia.

Kata dia, dari tugas itu munculnya kepastian, aparat kepolisian melaksanakan UU Nomor 2 Tahun 2002, untuk melindungi, melayani, dan mengayomi masyarakat. Namun, ternyata, penggunaan uang APBN itu, apa yang diamanahkan UU tidak bisa diwujudkan oleh aparat kepolisian.

"Jadi, saya melihat, ada ketidakprofesionalan dari aparat kepolisian itu sendiri. Lalu kalau kemudian peristiwa ini, kemudian dikaitkan dengan belum selesainya pembahasan rancangan UU pemberantasan tindak pidana terorisme, saya kira ini sangat tidak masuk akal, kenapa tidak masuk akal? Apa urusannya pembahasan RUU Terorisme dengan peristiwa yang di rutan, yang justru terorisnya sudah ada dalam rutan dikawal, tapi bisa bikin kerusuhan. Apa hubungannya dengan kejadian yang di gereja di Jawa Timur, yang justru dikawal dengan pihak kepolisian," paparnya.

Ditambahkannya, jika ada keinginan untuk mendesak Presiden mengeluarkan pembahasan RUU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme belum selesai, hal itu sangat berlebihan. Dia pun meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mundur.

"Jadi, polisi yang tidak profesional, justru yang dipersoalkan RUU yang belum selesai, yang tepat adalah kalau memang kepolisian hari ini tidak profesional. Itu pasti karena Kapolrinya yang tidak mampu untuk mengemban amanah memimpin kepolisian memberikan pelayanan yang terbaik kepada rakyat Indonesia. Sebaiknya, ketimbang mendesak mengeluarkan Perpu, Kapolri legowo lah untuk mengundurkan diri," tuntasnya.(pra)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
Jangan Daratan Terus, Pesisir Juga Perlu Dilihat
TUAN RUMAH PORPROV X
Jangan Daratan Terus, Pesisir Juga Perlu Dilihat
Rabu, 16 Januari 2019 - 15:30 wib
Harga Beras Turun Rp500 per Kilogram
Beras Impor Masih Diburu
Harga Beras Turun Rp500 per Kilogram
Rabu, 16 Januari 2019 - 15:15 wib
372 Ekor  Sapi  Dihibahkan Tahun Ini

372 Ekor Sapi Dihibahkan Tahun Ini
Rabu, 16 Januari 2019 - 15:00 wib
Wako: Beri Kesempatan Siapkan Pabrik Baru
Terkait Perpanjangan Izin PT Bangkinang
Wako: Beri Kesempatan Siapkan Pabrik Baru
Rabu, 16 Januari 2019 - 14:55 wib
Perpindahan PNS ke Provinsi Dibatasi

Perpindahan PNS ke Provinsi Dibatasi
Rabu, 16 Januari 2019 - 14:50 wib

Bawaslu Bahas Pidato Jokowi dan Prabowo
Rabu, 16 Januari 2019 - 14:40 wib

Bulan Depan Prabowo Direncanakan Kunjungi Riau
Rabu, 16 Januari 2019 - 14:35 wib

TKN: Jokowi Sudah Beri Bukti, 02 Baru Berjanji
Rabu, 16 Januari 2019 - 14:31 wib

Warga Rumbai Desak Perbaikan Gorong-Gorong
Rabu, 16 Januari 2019 - 14:30 wib

Masjid Al Aqsa Dibuka Kembali Usai Ricuh
Rabu, 16 Januari 2019 - 14:24 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Idrus Didakwa Terima Lebih dari Rp2 Miliar

Rabu, 16 Januari 2019 - 11:54 WIB

Apa Kabar Pengusutan Dana Hibah Rp120 Miliar Pemko Pekanbaru?
Lima Kades di Rohul Diperiksa Jaksa

Selasa, 15 Januari 2019 - 18:00 WIB

Bupati Meranti Dituding Penjahat Kelamin

Sabtu, 12 Januari 2019 - 11:55 WIB

Siapa di Balik BBP, Kreator Hoaks Surat Suara?

Kamis, 10 Januari 2019 - 10:30 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us