Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
TERKAIT TRAGEDI BOM DI SURABAYA
Keras! Politikus Gerindra Minta Tito Mundur dari Jabatan Kapolri, Alasannya...
Senin, 14 Mei 2018 - 17:40 WIB > Dibaca 652 kali Print | Komentar
Keras! Politikus Gerindra Minta Tito Mundur dari Jabatan Kapolri, Alasannya...
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kritik pedas atas tragedi bom di Surabaya datang dari Anggota Komisi III DPR RI Raden Muhammad Syafii. Bukan itu saja, dia juga mengkritik kerusuhan Rutan Salemba di Mako Brimob Kelapa Dua Depok.

Politikus Gerindra itu menyebut, ada kelalaian dalam penanganan terorisme di Indonesia. Menurutnya, penjagaan di rumah ibadah adalah untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat untuk menjalankan ibadah.

Akan tetapi, Romo, sapaannya, mengaku heran kenapa para terduga teroris menyerang tempat yang dijaga oleh kepolisian.

"Di tempat yang dikawal polisi inilah, peristiwa terorisme atau juga bom itu terjadi. Lagi-lagi saya melihat, penyebabnya adalah kelalaian dan ketidakprofesionalan kepolisian" katanya, Senin (14/5/2018).

Di sisi lain, ditegaskannya bahwa masyarakat juga perlu mengetahui pengawalan yang dilakukan aparat Kepolisian itu tidak ada yang gratis. Itu semua dibiayai oleh APBN, uangnya rakyat Indonesia.

Kata dia, dari tugas itu munculnya kepastian, aparat kepolisian melaksanakan UU Nomor 2 Tahun 2002, untuk melindungi, melayani, dan mengayomi masyarakat. Namun, ternyata, penggunaan uang APBN itu, apa yang diamanahkan UU tidak bisa diwujudkan oleh aparat kepolisian.

"Jadi, saya melihat, ada ketidakprofesionalan dari aparat kepolisian itu sendiri. Lalu kalau kemudian peristiwa ini, kemudian dikaitkan dengan belum selesainya pembahasan rancangan UU pemberantasan tindak pidana terorisme, saya kira ini sangat tidak masuk akal, kenapa tidak masuk akal? Apa urusannya pembahasan RUU Terorisme dengan peristiwa yang di rutan, yang justru terorisnya sudah ada dalam rutan dikawal, tapi bisa bikin kerusuhan. Apa hubungannya dengan kejadian yang di gereja di Jawa Timur, yang justru dikawal dengan pihak kepolisian," paparnya.

Ditambahkannya, jika ada keinginan untuk mendesak Presiden mengeluarkan pembahasan RUU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme belum selesai, hal itu sangat berlebihan. Dia pun meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mundur.

"Jadi, polisi yang tidak profesional, justru yang dipersoalkan RUU yang belum selesai, yang tepat adalah kalau memang kepolisian hari ini tidak profesional. Itu pasti karena Kapolrinya yang tidak mampu untuk mengemban amanah memimpin kepolisian memberikan pelayanan yang terbaik kepada rakyat Indonesia. Sebaiknya, ketimbang mendesak mengeluarkan Perpu, Kapolri legowo lah untuk mengundurkan diri," tuntasnya.(pra)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update

Tercepat Rampungkan Dokumen Paspor CJH
Kamis, 24 Mei 2018 - 13:40 wib
ASN dan Swasta Terima THR H-12 Idul Fitri

ASN dan Swasta Terima THR H-12 Idul Fitri
Kamis, 24 Mei 2018 - 13:38 wib
Kemendagri Setujui Perda Pajak Pertalite

Kemendagri Setujui Perda Pajak Pertalite
Kamis, 24 Mei 2018 - 13:32 wib

Indonesia Runner-up
Kamis, 24 Mei 2018 - 13:22 wib
Pemuda 20 Tahun Jadi Bandar Narkoba

Pemuda 20 Tahun Jadi Bandar Narkoba
Kamis, 24 Mei 2018 - 13:09 wib

THR PNS Naik, Pensiunan Juga Dapat
Kamis, 24 Mei 2018 - 12:30 wib
Pendaftaran Liga 3 Dimulai

Pendaftaran Liga 3 Dimulai
Kamis, 24 Mei 2018 - 12:18 wib
Pemkab Lamban Eksekusi Pejabat Job Fit

Pemkab Lamban Eksekusi Pejabat Job Fit
Kamis, 24 Mei 2018 - 12:17 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Keputusan Tingkat Pertama Bisa Diambil Pansus RUU Terorisme Besok
Dalami soal Sobekan Alquran di Gunawarman, Polisi Periksa Perekam Video
Ibu Zumi Zola Menangis usai Tujuh Jam Diperiksa KPK
Polisi Gunakan Upaya Persuasif untuk Usut Penyerangan Ahmadiyah
Laporan terhadap Petinggi PKS oleh Faizal Assegaf Mulai Ditindaklanjuti Polisi
Sagang Online
loading...
Follow Us