Depan >> Berita >> Hukum >>
TERKAIT TRAGEDI BOM DI SURABAYA
Keras! Politikus Gerindra Minta Tito Mundur dari Jabatan Kapolri, Alasannya...
Senin, 14 Mei 2018 - 17:40 WIB > Dibaca 875 kali Print | Komentar
Keras! Politikus Gerindra Minta Tito Mundur dari Jabatan Kapolri, Alasannya...
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kritik pedas atas tragedi bom di Surabaya datang dari Anggota Komisi III DPR RI Raden Muhammad Syafii. Bukan itu saja, dia juga mengkritik kerusuhan Rutan Salemba di Mako Brimob Kelapa Dua Depok.

Politikus Gerindra itu menyebut, ada kelalaian dalam penanganan terorisme di Indonesia. Menurutnya, penjagaan di rumah ibadah adalah untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat untuk menjalankan ibadah.

Akan tetapi, Romo, sapaannya, mengaku heran kenapa para terduga teroris menyerang tempat yang dijaga oleh kepolisian.

"Di tempat yang dikawal polisi inilah, peristiwa terorisme atau juga bom itu terjadi. Lagi-lagi saya melihat, penyebabnya adalah kelalaian dan ketidakprofesionalan kepolisian" katanya, Senin (14/5/2018).

Di sisi lain, ditegaskannya bahwa masyarakat juga perlu mengetahui pengawalan yang dilakukan aparat Kepolisian itu tidak ada yang gratis. Itu semua dibiayai oleh APBN, uangnya rakyat Indonesia.

Kata dia, dari tugas itu munculnya kepastian, aparat kepolisian melaksanakan UU Nomor 2 Tahun 2002, untuk melindungi, melayani, dan mengayomi masyarakat. Namun, ternyata, penggunaan uang APBN itu, apa yang diamanahkan UU tidak bisa diwujudkan oleh aparat kepolisian.

"Jadi, saya melihat, ada ketidakprofesionalan dari aparat kepolisian itu sendiri. Lalu kalau kemudian peristiwa ini, kemudian dikaitkan dengan belum selesainya pembahasan rancangan UU pemberantasan tindak pidana terorisme, saya kira ini sangat tidak masuk akal, kenapa tidak masuk akal? Apa urusannya pembahasan RUU Terorisme dengan peristiwa yang di rutan, yang justru terorisnya sudah ada dalam rutan dikawal, tapi bisa bikin kerusuhan. Apa hubungannya dengan kejadian yang di gereja di Jawa Timur, yang justru dikawal dengan pihak kepolisian," paparnya.

Ditambahkannya, jika ada keinginan untuk mendesak Presiden mengeluarkan pembahasan RUU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme belum selesai, hal itu sangat berlebihan. Dia pun meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mundur.

"Jadi, polisi yang tidak profesional, justru yang dipersoalkan RUU yang belum selesai, yang tepat adalah kalau memang kepolisian hari ini tidak profesional. Itu pasti karena Kapolrinya yang tidak mampu untuk mengemban amanah memimpin kepolisian memberikan pelayanan yang terbaik kepada rakyat Indonesia. Sebaiknya, ketimbang mendesak mengeluarkan Perpu, Kapolri legowo lah untuk mengundurkan diri," tuntasnya.(pra)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update

Musprov PSTI Riau , Nama Yurnalis Basri Mencuat
Sabtu, 19 Oktober 2018 - 18:19 wib

21 Oktober Seleksi Administrasi CPNS
Sabtu, 19 Oktober 2018 - 17:00 wib
PSPS Allstar Vs Timnas Indonesia Allstar
Masyarakat Tak Dipungut Biaya
Sabtu, 19 Oktober 2018 - 16:30 wib

RAPBD 2019, Diproyeksi Rp1,3 T
Sabtu, 19 Oktober 2018 - 16:00 wib

Sakatonik ABC Talk Show Cemilan Sehat
Sabtu, 19 Oktober 2018 - 15:43 wib

Bupati Tinjau Korban Banjir
Sabtu, 19 Oktober 2018 - 15:30 wib
Unilever Tetap Produksi Teh Sariwangi

Unilever Tetap Produksi Teh Sariwangi
Sabtu, 19 Oktober 2018 - 15:25 wib

Imunisasi MR Diperpanjang Hingga Bulan Oktober
Sabtu, 19 Oktober 2018 - 15:00 wib

Bupati Ingin Penyediaan Air Bersih Setiap Desa Maksimal
Sabtu, 19 Oktober 2018 - 14:30 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Suap Meikarta, KPK Geledah Hotel Hingga Ruang Kerja Pemkab
5 Tersangka Korupsi Drainase Diperiksa

Rabu, 17 Oktober 2018 - 09:51 WIB

Pihak Meikarta akan Investigasi Internal dengan KPK

Selasa, 16 Oktober 2018 - 21:10 WIB

Akhirnya KPK Tahan Direktur Lippo Group

Selasa, 16 Oktober 2018 - 20:08 WIB

Pelapor Korupsi Bakal Dihadiahi Rp200 Juta

Rabu, 10 Oktober 2018 - 14:19 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini