USAI MENJABAT DIRUT BULOG
Terkenal Sering Bikin Gaduh, Ini Janji Buwas soal Pengamanan Suplai Beras
Senin, 14 Mei 2018 - 17:00 WIB > Dibaca 510 kali Print | Komentar
Terkenal Sering Bikin Gaduh, Ini Janji Buwas soal Pengamanan Suplai Beras
Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) akan dilakukan oleh Budi Waseso (tengah). (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Langkah yang sedikit berbeda dalam menjalankan jabatan sebagai Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) akan dilakukan oleh Budi Waseso (Buwas).

Hal itu dilakukan Jenderal Polisi yang belum lama pensiun jadi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) itu meski dirinya diketahui belum genap satu bulan menjabat di posisi tersebut.

“Sekarang saya (jadi Dirut Bulog) berada dalam situasi dan tugas yang berbeda,” ujarnya di kantornya, Jakarta, Senin (14/5/2018).

Buwas, sebagaimana namanya, terkenal dengan sikap tegas. Ketika empat hari pengangkatannya sebagai Kabareskrim Polri, dia langsung bergerak cepat dengan menangkap Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto di Depok, Senin, 23 Januari 2015.

Penangkapan itu akibat pengumuman KPK menetapkan calon Kapolri Budi Gunawan sebagai tersangka kasus grafitikasi. Sikap berani Buwas makin memanaskan hubungan lembaga KPK dan Polri. Pihak kepolisian membantah penangkapan Bambang Widjojanto alias BW sebagai aksi balas dendam.

BW, dalam pandangannya, ditangkap karena tersangka kasus saksi palsu Pilkada.

"Semua orang sama di mata hukum," katanya di Jakarta, Kamis (5/2/2015).

Adapun tindakannya yang kerap ugal-ugalan dan membuat "kegaduhan" itu seakan menjadi ciri khas pria kelahiran Pati, Jawa Tengah 58 tahun yang lalu tersebut. Akan tetapi, sebagai Dirut Bulog, Buwa mengaku dirinya akan sedikit mengerem sikapnya itu.

Tujuannya, demi menjaga kondisi psikologis pasar supaya pasokan tetap terkendali.

“Saya terkenal pembuat gonjang-ganjing, pembuat apa, ya, seperti itulah namanya selalu gaduh. Tapi, sekarang saya hanya ingin pastikan kalau beras aman harganya aman. Yang terpenting itu,” jelasnya.

Menurutnya, mengurusi beras merupakan hal baru dalam hidupnya. Meski begitu, latar belakangnya yang seorang penegak hukum menjadi modal untuk menertibkan masalah-masalah yang berhubungan dengan pasokan dan harga beras.

“Paling penting adalah demand dan suplai betul-betul seimbang. Harga naik karena suplai kurang. Persaingan (pasokan) terjadi dalam mendapatkan barang supaya harganya melambung tinggi,” tutupnya. (uji)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama

KOMENTAR
Berita Update
KTP-el Tercecer Lagi, Langsung Muncul Desakan Audit

KTP-el Tercecer Lagi, Langsung Muncul Desakan Audit
Senin, 10 Desember 2018 - 15:02 wib

1.019 Nelayan Diasuransikan
Senin, 10 Desember 2018 - 14:00 wib

Prabowo-Sandiaga Bidik Suara Jateng
Senin, 10 Desember 2018 - 13:50 wib
Gali Potensi  Daerah

Gali Potensi Daerah
Senin, 10 Desember 2018 - 13:30 wib
463 Pelamar CPNS Meranti Jalani SKB

463 Pelamar CPNS Meranti Jalani SKB
Senin, 10 Desember 2018 - 13:00 wib

Pekanbaru Usung Konsep Porprov Rasa PON
Senin, 10 Desember 2018 - 12:44 wib

Bank Riau Kepri Ikut Pameran IBIC 2018
Senin, 10 Desember 2018 - 12:41 wib
Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal
Senin, 10 Desember 2018 - 12:35 wib
Harga Minyak Goreng Curah Terus Naik

Harga Minyak Goreng Curah Terus Naik
Senin, 10 Desember 2018 - 12:25 wib
Pengumuman Kelulusan SKB Tunggu Pusat

Pengumuman Kelulusan SKB Tunggu Pusat
Senin, 10 Desember 2018 - 12:15 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Bank Riau Kepri Ikut Pameran IBIC 2018

Senin, 10 Desember 2018 - 12:41 WIB

Harga Minyak Goreng Curah Terus Naik

Senin, 10 Desember 2018 - 12:25 WIB

Mahasiswa Desak Perda Standarisasi Harga Kelapa

Kamis, 06 Desember 2018 - 10:34 WIB

Gempita Toyota  Berikan Banyak Diskon dan Kemudahan Kredit
Program Racing dan Undian Dunia Games Hunt 2018 Siapkan Banyak Hadiah
Sagang Online
loading...
Follow Us