USAI MENJABAT DIRUT BULOG
Terkenal Sering Bikin Gaduh, Ini Janji Buwas soal Pengamanan Suplai Beras
Senin, 14 Mei 2018 - 17:00 WIB > Dibaca 448 kali Print | Komentar
Terkenal Sering Bikin Gaduh, Ini Janji Buwas soal Pengamanan Suplai Beras
Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) akan dilakukan oleh Budi Waseso (tengah). (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Langkah yang sedikit berbeda dalam menjalankan jabatan sebagai Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) akan dilakukan oleh Budi Waseso (Buwas).

Hal itu dilakukan Jenderal Polisi yang belum lama pensiun jadi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) itu meski dirinya diketahui belum genap satu bulan menjabat di posisi tersebut.

“Sekarang saya (jadi Dirut Bulog) berada dalam situasi dan tugas yang berbeda,” ujarnya di kantornya, Jakarta, Senin (14/5/2018).

Buwas, sebagaimana namanya, terkenal dengan sikap tegas. Ketika empat hari pengangkatannya sebagai Kabareskrim Polri, dia langsung bergerak cepat dengan menangkap Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto di Depok, Senin, 23 Januari 2015.

Penangkapan itu akibat pengumuman KPK menetapkan calon Kapolri Budi Gunawan sebagai tersangka kasus grafitikasi. Sikap berani Buwas makin memanaskan hubungan lembaga KPK dan Polri. Pihak kepolisian membantah penangkapan Bambang Widjojanto alias BW sebagai aksi balas dendam.

BW, dalam pandangannya, ditangkap karena tersangka kasus saksi palsu Pilkada.

"Semua orang sama di mata hukum," katanya di Jakarta, Kamis (5/2/2015).

Adapun tindakannya yang kerap ugal-ugalan dan membuat "kegaduhan" itu seakan menjadi ciri khas pria kelahiran Pati, Jawa Tengah 58 tahun yang lalu tersebut. Akan tetapi, sebagai Dirut Bulog, Buwa mengaku dirinya akan sedikit mengerem sikapnya itu.

Tujuannya, demi menjaga kondisi psikologis pasar supaya pasokan tetap terkendali.

“Saya terkenal pembuat gonjang-ganjing, pembuat apa, ya, seperti itulah namanya selalu gaduh. Tapi, sekarang saya hanya ingin pastikan kalau beras aman harganya aman. Yang terpenting itu,” jelasnya.

Menurutnya, mengurusi beras merupakan hal baru dalam hidupnya. Meski begitu, latar belakangnya yang seorang penegak hukum menjadi modal untuk menertibkan masalah-masalah yang berhubungan dengan pasokan dan harga beras.

“Paling penting adalah demand dan suplai betul-betul seimbang. Harga naik karena suplai kurang. Persaingan (pasokan) terjadi dalam mendapatkan barang supaya harganya melambung tinggi,” tutupnya. (uji)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama

KOMENTAR
Berita Update

Menteri Keuangan Imbau Perusahaan Gunakan Rupiah
Minggu, 22 September 2018 - 15:49 wib
Stroberi Berjarum Repotkan Australia

Stroberi Berjarum Repotkan Australia
Minggu, 22 September 2018 - 14:47 wib
Waspadai Akun Robot Jelang Pemilu

Waspadai Akun Robot Jelang Pemilu
Minggu, 22 September 2018 - 12:46 wib

Riau Pos Terima Dua Penghargaan dari Bawaslu
Minggu, 22 September 2018 - 12:43 wib

Festival Zhong Qiu Berpusat di Jalan Karet
Minggu, 22 September 2018 - 09:53 wib

Dua Kali Runner up, SMA Darma Yudha Targetkan Champion
Minggu, 21 September 2018 - 19:00 wib

Tak Mudah Raih Maturitas SPIP
Minggu, 21 September 2018 - 18:30 wib

Pengelola Diminta Optimalkan Aset untuk Kesejahteraan Desa
Minggu, 21 September 2018 - 18:00 wib
Tolak Politik Transaksional
Apresiasi Komitmen Partai
Minggu, 21 September 2018 - 17:30 wib
Warga Dambakan Aliran Listrik

Warga Dambakan Aliran Listrik
Minggu, 21 September 2018 - 17:00 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Hotel Prime Park Promo Wedding Expo

Jumat, 21 September 2018 - 16:01 WIB

Novi UKM Mitra Alfamart

Jumat, 21 September 2018 - 15:27 WIB

Belanja Hemat hingga 50 Persen di Informa WOW Sale

Jumat, 21 September 2018 - 14:45 WIB

Aplikasi BPJSTKU Raih Penghargaan ASSA Recognition Award di Vietnam
BPJS TK Beri Penghargaan pada Tiga Perusahaan Terbaik

Kamis, 20 September 2018 - 20:34 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini