Wonderful Indonesia
USAI MENJABAT DIRUT BULOG
Terkenal Sering Bikin Gaduh, Ini Janji Buwas soal Pengamanan Suplai Beras
Senin, 14 Mei 2018 - 17:00 WIB > Dibaca 347 kali Print | Komentar
Terkenal Sering Bikin Gaduh, Ini Janji Buwas soal Pengamanan Suplai Beras
Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) akan dilakukan oleh Budi Waseso (tengah). (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Langkah yang sedikit berbeda dalam menjalankan jabatan sebagai Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) akan dilakukan oleh Budi Waseso (Buwas).

Hal itu dilakukan Jenderal Polisi yang belum lama pensiun jadi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) itu meski dirinya diketahui belum genap satu bulan menjabat di posisi tersebut.

“Sekarang saya (jadi Dirut Bulog) berada dalam situasi dan tugas yang berbeda,” ujarnya di kantornya, Jakarta, Senin (14/5/2018).

Buwas, sebagaimana namanya, terkenal dengan sikap tegas. Ketika empat hari pengangkatannya sebagai Kabareskrim Polri, dia langsung bergerak cepat dengan menangkap Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto di Depok, Senin, 23 Januari 2015.

Penangkapan itu akibat pengumuman KPK menetapkan calon Kapolri Budi Gunawan sebagai tersangka kasus grafitikasi. Sikap berani Buwas makin memanaskan hubungan lembaga KPK dan Polri. Pihak kepolisian membantah penangkapan Bambang Widjojanto alias BW sebagai aksi balas dendam.

BW, dalam pandangannya, ditangkap karena tersangka kasus saksi palsu Pilkada.

"Semua orang sama di mata hukum," katanya di Jakarta, Kamis (5/2/2015).

Adapun tindakannya yang kerap ugal-ugalan dan membuat "kegaduhan" itu seakan menjadi ciri khas pria kelahiran Pati, Jawa Tengah 58 tahun yang lalu tersebut. Akan tetapi, sebagai Dirut Bulog, Buwa mengaku dirinya akan sedikit mengerem sikapnya itu.

Tujuannya, demi menjaga kondisi psikologis pasar supaya pasokan tetap terkendali.

“Saya terkenal pembuat gonjang-ganjing, pembuat apa, ya, seperti itulah namanya selalu gaduh. Tapi, sekarang saya hanya ingin pastikan kalau beras aman harganya aman. Yang terpenting itu,” jelasnya.

Menurutnya, mengurusi beras merupakan hal baru dalam hidupnya. Meski begitu, latar belakangnya yang seorang penegak hukum menjadi modal untuk menertibkan masalah-masalah yang berhubungan dengan pasokan dan harga beras.

“Paling penting adalah demand dan suplai betul-betul seimbang. Harga naik karena suplai kurang. Persaingan (pasokan) terjadi dalam mendapatkan barang supaya harganya melambung tinggi,” tutupnya. (uji)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama

KOMENTAR
Berita Update

Berencana Lakukan Aksi Teror di Pilgub Jabar
Senin, 24 Juni 2018 - 14:32 wib

Tips Menjaga Kesehatan dalam Perjalanan
Senin, 24 Juni 2018 - 14:30 wib
Jumlah Pemilih 186.379.878 Jiwa

Jumlah Pemilih 186.379.878 Jiwa
Senin, 24 Juni 2018 - 14:27 wib

Pilkada, 170 Ribu Polisi dan Ribuan TNI Diturunkan
Senin, 24 Juni 2018 - 14:19 wib

Xiaomi Mi Max 3 Tampil dengan Layar Lebar
Senin, 24 Juni 2018 - 14:02 wib

Sofa cushion Bikin Susah Beranjak
Senin, 24 Juni 2018 - 13:59 wib

Masyarakat Harus Aktif Melaporkan Kecurangan
Senin, 24 Juni 2018 - 13:51 wib

Buka Posko Warung Pengawasan di 83 Kelurahan
Senin, 24 Juni 2018 - 13:48 wib

Samsung Galaxy S10 Full View Display
Senin, 24 Juni 2018 - 13:44 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Pamerkan Kemegahan Mitsubishi XPander di SKA

Sabtu, 23 Juni 2018 - 10:49 WIB

All New Honda CR-V Promo Spesial Idulfitri

Jumat, 22 Juni 2018 - 13:39 WIB

Mei, NTP Riau Turun 1,92 Persen

Jumat, 22 Juni 2018 - 13:18 WIB

Hotel Swis Belinn SKA Tawarkan Paket Halalbihalal

Jumat, 22 Juni 2018 - 12:07 WIB

IHSG Berpeluang Berbalik Arah

Jumat, 22 Juni 2018 - 10:57 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini