Saham Maskapai Air Asia Langsung Jatuh karena Dukung Najib Razak
Senin, 14 Mei 2018 - 14:15 WIB > Dibaca 398 kali Print | Komentar
Saham Maskapai Air Asia Langsung Jatuh karena Dukung Najib Razak
Pesawat maskapai Air Asia. (Foto: Cntraveller.in)
Berita Terkait

AirAsia Siap Tambah Flight ke Penang



KUALALUMPUR (RIAUPOS.CO) - Perdagangan saham milik maskapai penerbangan asal Malaysia, Air Asia turut berimbas situasi politik di negeri jiran itu. Saham Air Asia Group Bhd (AIRAKL) turun sebesar 10 persen. 

Penurunan tersebut terjadi pada sesi perdagangan pertama sejak pemilu di Malaysia. Pimpinan Air Asia Tony Fernandes meminta maaf karena mendukung mantan Perdana Menteri (PM) Najib Razak pada pemilihan pekan lalu.

Mahathir Mohamad berhasil menggeser Najib dalam hasil pemilihan umum yang mengejutkan pekan lalu. Koalisi Najib, Barisan Nasional (BN) yang memerintah Malaysia sejak kemerdekaan pada 1957 telah kalah untuk pertama kalinya.

Air Asia memiliki beberapa maskapai penerbangan di berbagai negara Asia namun pusatnya berada di Malaysia, yang juga menjadi penyumbang pendapatan terbesar. Rivalnya adalah Malaysia Airlines yang membuat ia bergantung pada persetujuan pemerintah untuk mendukung rencana pertumbuhan.

Fernandes sempat merilis sebuah video yang memuji Najib dan dukungan terhadap pemerintah dari maskapai penerbangan yang terkenal dengan biaya yang murah. Ini dilakukan dua hari sebelum pemilihan pada Rabu, (9/5/2018).

Najib kemudian memposting foto dirinya berdiri di depan pesawat Air Asia bersama Fernandes yang digambar dengan slogan kampanye untuk koalisinya. "Saya minta maaf atas apa yang terjadi. Saya mengaitkan momen penting dalam sejarah, hal itu tidak benar dan saya akan menyesali itu selamanya," katanya dalam sebuah video yang dirilis pada Minggu (13/5), seperti dilansir Reuters, Senin (14/5).

Saham Air Asia mengalami penurunan sebanyak 10 persen pada Senin, (14/5). Namun kemudian sedikit pulih dibandingkan dengan penurunan di indeks Malaysia yang lebih luas sebanyak 0,9 persen.

Fernandes mengatakan, video bertema kampanye tersebut adalah upaya untuk menenangkan pemerintah Najib yang berada di bawah tekanan yang kuat menjelang pemilihan.(ina/trz) 

Sumber: JPC
Editor: Fopin A Sinaga
KOMENTAR
Berita Update

Menteri Keuangan Imbau Perusahaan Gunakan Rupiah
Minggu, 22 September 2018 - 15:49 wib
Stroberi Berjarum Repotkan Australia

Stroberi Berjarum Repotkan Australia
Minggu, 22 September 2018 - 14:47 wib
Waspadai Akun Robot Jelang Pemilu

Waspadai Akun Robot Jelang Pemilu
Minggu, 22 September 2018 - 12:46 wib

Riau Pos Terima Dua Penghargaan dari Bawaslu
Minggu, 22 September 2018 - 12:43 wib

Festival Zhong Qiu Berpusat di Jalan Karet
Minggu, 22 September 2018 - 09:53 wib

Dua Kali Runner up, SMA Darma Yudha Targetkan Champion
Minggu, 21 September 2018 - 19:00 wib

Tak Mudah Raih Maturitas SPIP
Minggu, 21 September 2018 - 18:30 wib

Pengelola Diminta Optimalkan Aset untuk Kesejahteraan Desa
Minggu, 21 September 2018 - 18:00 wib
Tolak Politik Transaksional
Apresiasi Komitmen Partai
Minggu, 21 September 2018 - 17:30 wib
Warga Dambakan Aliran Listrik

Warga Dambakan Aliran Listrik
Minggu, 21 September 2018 - 17:00 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Hotel Prime Park Promo Wedding Expo

Jumat, 21 September 2018 - 16:01 WIB

Novi UKM Mitra Alfamart

Jumat, 21 September 2018 - 15:27 WIB

Belanja Hemat hingga 50 Persen di Informa WOW Sale

Jumat, 21 September 2018 - 14:45 WIB

Aplikasi BPJSTKU Raih Penghargaan ASSA Recognition Award di Vietnam
BPJS TK Beri Penghargaan pada Tiga Perusahaan Terbaik

Kamis, 20 September 2018 - 20:34 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini