Saham Maskapai Air Asia Langsung Jatuh karena Dukung Najib Razak
Senin, 14 Mei 2018 - 14:15 WIB > Dibaca 436 kali Print | Komentar
Saham Maskapai Air Asia Langsung Jatuh karena Dukung Najib Razak
Pesawat maskapai Air Asia. (Foto: Cntraveller.in)
Berita Terkait

AirAsia Siap Tambah Flight ke Penang



KUALALUMPUR (RIAUPOS.CO) - Perdagangan saham milik maskapai penerbangan asal Malaysia, Air Asia turut berimbas situasi politik di negeri jiran itu. Saham Air Asia Group Bhd (AIRAKL) turun sebesar 10 persen. 

Penurunan tersebut terjadi pada sesi perdagangan pertama sejak pemilu di Malaysia. Pimpinan Air Asia Tony Fernandes meminta maaf karena mendukung mantan Perdana Menteri (PM) Najib Razak pada pemilihan pekan lalu.

Mahathir Mohamad berhasil menggeser Najib dalam hasil pemilihan umum yang mengejutkan pekan lalu. Koalisi Najib, Barisan Nasional (BN) yang memerintah Malaysia sejak kemerdekaan pada 1957 telah kalah untuk pertama kalinya.

Air Asia memiliki beberapa maskapai penerbangan di berbagai negara Asia namun pusatnya berada di Malaysia, yang juga menjadi penyumbang pendapatan terbesar. Rivalnya adalah Malaysia Airlines yang membuat ia bergantung pada persetujuan pemerintah untuk mendukung rencana pertumbuhan.

Fernandes sempat merilis sebuah video yang memuji Najib dan dukungan terhadap pemerintah dari maskapai penerbangan yang terkenal dengan biaya yang murah. Ini dilakukan dua hari sebelum pemilihan pada Rabu, (9/5/2018).

Najib kemudian memposting foto dirinya berdiri di depan pesawat Air Asia bersama Fernandes yang digambar dengan slogan kampanye untuk koalisinya. "Saya minta maaf atas apa yang terjadi. Saya mengaitkan momen penting dalam sejarah, hal itu tidak benar dan saya akan menyesali itu selamanya," katanya dalam sebuah video yang dirilis pada Minggu (13/5), seperti dilansir Reuters, Senin (14/5).

Saham Air Asia mengalami penurunan sebanyak 10 persen pada Senin, (14/5). Namun kemudian sedikit pulih dibandingkan dengan penurunan di indeks Malaysia yang lebih luas sebanyak 0,9 persen.

Fernandes mengatakan, video bertema kampanye tersebut adalah upaya untuk menenangkan pemerintah Najib yang berada di bawah tekanan yang kuat menjelang pemilihan.(ina/trz) 

Sumber: JPC
Editor: Fopin A Sinaga
KOMENTAR
Berita Update
KTP-el Tercecer Lagi, Langsung Muncul Desakan Audit

KTP-el Tercecer Lagi, Langsung Muncul Desakan Audit
Senin, 10 Desember 2018 - 15:02 wib

1.019 Nelayan Diasuransikan
Senin, 10 Desember 2018 - 14:00 wib

Prabowo-Sandiaga Bidik Suara Jateng
Senin, 10 Desember 2018 - 13:50 wib
Gali Potensi  Daerah

Gali Potensi Daerah
Senin, 10 Desember 2018 - 13:30 wib
463 Pelamar CPNS Meranti Jalani SKB

463 Pelamar CPNS Meranti Jalani SKB
Senin, 10 Desember 2018 - 13:00 wib

Pekanbaru Usung Konsep Porprov Rasa PON
Senin, 10 Desember 2018 - 12:44 wib

Bank Riau Kepri Ikut Pameran IBIC 2018
Senin, 10 Desember 2018 - 12:41 wib
Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal
Senin, 10 Desember 2018 - 12:35 wib
Harga Minyak Goreng Curah Terus Naik

Harga Minyak Goreng Curah Terus Naik
Senin, 10 Desember 2018 - 12:25 wib
Pengumuman Kelulusan SKB Tunggu Pusat

Pengumuman Kelulusan SKB Tunggu Pusat
Senin, 10 Desember 2018 - 12:15 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Bank Riau Kepri Ikut Pameran IBIC 2018

Senin, 10 Desember 2018 - 12:41 WIB

Harga Minyak Goreng Curah Terus Naik

Senin, 10 Desember 2018 - 12:25 WIB

Mahasiswa Desak Perda Standarisasi Harga Kelapa

Kamis, 06 Desember 2018 - 10:34 WIB

Gempita Toyota  Berikan Banyak Diskon dan Kemudahan Kredit
Program Racing dan Undian Dunia Games Hunt 2018 Siapkan Banyak Hadiah
Sagang Online
loading...
Follow Us