Wonderful Indonesia
Saham Maskapai Air Asia Langsung Jatuh karena Dukung Najib Razak
Senin, 14 Mei 2018 - 14:15 WIB > Dibaca 317 kali Print | Komentar
Saham Maskapai Air Asia Langsung Jatuh karena Dukung Najib Razak
Pesawat maskapai Air Asia. (Foto: Cntraveller.in)
Berita Terkait



KUALALUMPUR (RIAUPOS.CO) - Perdagangan saham milik maskapai penerbangan asal Malaysia, Air Asia turut berimbas situasi politik di negeri jiran itu. Saham Air Asia Group Bhd (AIRAKL) turun sebesar 10 persen. 

Penurunan tersebut terjadi pada sesi perdagangan pertama sejak pemilu di Malaysia. Pimpinan Air Asia Tony Fernandes meminta maaf karena mendukung mantan Perdana Menteri (PM) Najib Razak pada pemilihan pekan lalu.

Mahathir Mohamad berhasil menggeser Najib dalam hasil pemilihan umum yang mengejutkan pekan lalu. Koalisi Najib, Barisan Nasional (BN) yang memerintah Malaysia sejak kemerdekaan pada 1957 telah kalah untuk pertama kalinya.

Air Asia memiliki beberapa maskapai penerbangan di berbagai negara Asia namun pusatnya berada di Malaysia, yang juga menjadi penyumbang pendapatan terbesar. Rivalnya adalah Malaysia Airlines yang membuat ia bergantung pada persetujuan pemerintah untuk mendukung rencana pertumbuhan.

Fernandes sempat merilis sebuah video yang memuji Najib dan dukungan terhadap pemerintah dari maskapai penerbangan yang terkenal dengan biaya yang murah. Ini dilakukan dua hari sebelum pemilihan pada Rabu, (9/5/2018).

Najib kemudian memposting foto dirinya berdiri di depan pesawat Air Asia bersama Fernandes yang digambar dengan slogan kampanye untuk koalisinya. "Saya minta maaf atas apa yang terjadi. Saya mengaitkan momen penting dalam sejarah, hal itu tidak benar dan saya akan menyesali itu selamanya," katanya dalam sebuah video yang dirilis pada Minggu (13/5), seperti dilansir Reuters, Senin (14/5).

Saham Air Asia mengalami penurunan sebanyak 10 persen pada Senin, (14/5). Namun kemudian sedikit pulih dibandingkan dengan penurunan di indeks Malaysia yang lebih luas sebanyak 0,9 persen.

Fernandes mengatakan, video bertema kampanye tersebut adalah upaya untuk menenangkan pemerintah Najib yang berada di bawah tekanan yang kuat menjelang pemilihan.(ina/trz) 

Sumber: JPC
Editor: Fopin A Sinaga
KOMENTAR
Berita Update

Berencana Lakukan Aksi Teror di Pilgub Jabar
Senin, 24 Juni 2018 - 14:32 wib

Tips Menjaga Kesehatan dalam Perjalanan
Senin, 24 Juni 2018 - 14:30 wib
Jumlah Pemilih 186.379.878 Jiwa

Jumlah Pemilih 186.379.878 Jiwa
Senin, 24 Juni 2018 - 14:27 wib

Pilkada, 170 Ribu Polisi dan Ribuan TNI Diturunkan
Senin, 24 Juni 2018 - 14:19 wib

Xiaomi Mi Max 3 Tampil dengan Layar Lebar
Senin, 24 Juni 2018 - 14:02 wib

Sofa cushion Bikin Susah Beranjak
Senin, 24 Juni 2018 - 13:59 wib

Masyarakat Harus Aktif Melaporkan Kecurangan
Senin, 24 Juni 2018 - 13:51 wib

Buka Posko Warung Pengawasan di 83 Kelurahan
Senin, 24 Juni 2018 - 13:48 wib

Samsung Galaxy S10 Full View Display
Senin, 24 Juni 2018 - 13:44 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Pamerkan Kemegahan Mitsubishi XPander di SKA

Sabtu, 23 Juni 2018 - 10:49 WIB

All New Honda CR-V Promo Spesial Idulfitri

Jumat, 22 Juni 2018 - 13:39 WIB

Mei, NTP Riau Turun 1,92 Persen

Jumat, 22 Juni 2018 - 13:18 WIB

Hotel Swis Belinn SKA Tawarkan Paket Halalbihalal

Jumat, 22 Juni 2018 - 12:07 WIB

IHSG Berpeluang Berbalik Arah

Jumat, 22 Juni 2018 - 10:57 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini