Depan >> Berita >> Riau >>
INTERUPSI
Demokrasi dan Bisnis Survei
Senin, 14 Mei 2018 - 10:57 WIB > Dibaca 4328 kali Print | Komentar
Demokrasi dan Bisnis Survei
Oleh: Bagus Santoso, Mahasiswa S3 Ilmu Politik, Praktisi Politik dan Anggota DPRD Riau

DIREKTUR Indonesia Network Election Survei (INES) Oscar Vitriano merilis elektabilitas calon Presiden 2019 yang selama ini kuat diperbincangkan publik. Hasil survei menunjukkan, Prabowo Subianto lebih banyak dipilih dari petahana Jokowi. Dari hasil survei, jika dilakukan Pemilu hari ini, maka presiden yang akan dipilih adalah Prabowo. Prabowo mengantongi 50,2 persen suara, sedangkan Jokowi 27,7 persen suara.

Dalam bulan yang sama Direktur Ekskutif Indikator Politik Burhanudin Muhtadi merilis hasil survei bertolak belakang ‘’seribu’’ derajat dengan INES. Survei versi Indikator Politik Jokowi unggul telak jika Pilpres hanya diikuti oleh dua pasangan calon. Secara head to head Jokowi memperoleh 60 persen, sedangkan Prabowo hanya 29 persen.

Begitulah publik selalu dicekoki hasil survei berbeda-beda dan parahnya lagi sudah menular sampai ke daerah. Contoh di depan mata lihat saja survei terkait 4 pasangan calon Gubernur Riau setiap saat dengan mudahnya berubah-ubah, terkesan hasil survei sebagai barang pesanan yang bisa memuaskan selera pemesan.

Fenomena pascareformasi, lembaga survei politik bayak bermunculan menawarkan jasanya dalam meramaikan perkembangan demokrasi di Indonesia. Hal ini disebabkan, karena perkembangan demokrasi berbanding lurus dengan keberadaan lembaga survei politik.

Itulah sebabnya disebut survei dan demokrasi memiliki hubungan simbiosis mutualistik. Rezim politik demokratis sangat membutuhkan survei dalam memahami aspirasi publik untuk kepentingan proses pengambilan kebijakan. Sementara parameter responsiveness (tanggap atas aspirasi) dan partisipasi warga merupakan pondasi demokrasi yang sangat mungkin tersalurkan melalui mekanisme sistematik bernama survei.

Akibatnya kemunculan lembaga survei di Indonesia satu dasa warsa terakhir ini sangat tinggi. Peran lembaga survei ini semakin memuncak ketika musim Pemilukada serentak sejak gelombang pertama 21 Februari 2015 yang diikuti 268 daerah.


KOMENTAR
Berita Update
Pemprov Diminta Benahi Manajemen RSUD AA

Pemprov Diminta Benahi Manajemen RSUD AA
Senin, 21 Januari 2019 - 14:30 wib
Mahasiswa Pekanbaru Edarkan Sabu di Dumai

Mahasiswa Pekanbaru Edarkan Sabu di Dumai
Senin, 21 Januari 2019 - 14:15 wib

Kasus Ustaz Ba’asyir Bukti Gagalnya Pemasyarakatan
Senin, 21 Januari 2019 - 14:13 wib

Foto Harimau Dumai Ternyata Palsu
Senin, 21 Januari 2019 - 14:07 wib
Penyidik Minta Keterangan Saksi Ahli
Korupsi Dana Hibah Bengkalis
Penyidik Minta Keterangan Saksi Ahli
Senin, 21 Januari 2019 - 14:00 wib
Lubang Jalan Purwodadi Membahayakan

Lubang Jalan Purwodadi Membahayakan
Senin, 21 Januari 2019 - 13:15 wib

Menunggu Nama Jembatan Siak IV
Senin, 21 Januari 2019 - 13:10 wib
Kerja Sama IKM dengan Swalayan Bisa Maksimal

Kerja Sama IKM dengan Swalayan Bisa Maksimal
Senin, 21 Januari 2019 - 13:05 wib
Bawaslu Kampar Teruskan Laporan Pidana Pemilu

Bawaslu Kampar Teruskan Laporan Pidana Pemilu
Senin, 21 Januari 2019 - 12:25 wib

Edy Resmi Mundur
Senin, 21 Januari 2019 - 12:14 wib
Cari Berita
Riau Terbaru
Mahasiswa Pekanbaru Edarkan Sabu di Dumai

Senin, 21 Januari 2019 - 14:15 WIB

Foto Harimau Dumai Ternyata Palsu

Senin, 21 Januari 2019 - 14:07 WIB

324 CPNS Diingatkan  Jangan Lalai

Senin, 21 Januari 2019 - 13:50 WIB

Lubang Jalan Purwodadi Membahayakan

Senin, 21 Januari 2019 - 13:15 WIB

Menunggu  Nama  Jembatan  Siak IV

Senin, 21 Januari 2019 - 13:10 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us