Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Riau >>
INTERUPSI
Demokrasi dan Bisnis Survei
Senin, 14 Mei 2018 - 10:57 WIB > Dibaca 4074 kali Print | Komentar
Demokrasi dan Bisnis Survei
Oleh: Bagus Santoso, Mahasiswa S3 Ilmu Politik, Praktisi Politik dan Anggota DPRD Riau

DIREKTUR Indonesia Network Election Survei (INES) Oscar Vitriano merilis elektabilitas calon Presiden 2019 yang selama ini kuat diperbincangkan publik. Hasil survei menunjukkan, Prabowo Subianto lebih banyak dipilih dari petahana Jokowi. Dari hasil survei, jika dilakukan Pemilu hari ini, maka presiden yang akan dipilih adalah Prabowo. Prabowo mengantongi 50,2 persen suara, sedangkan Jokowi 27,7 persen suara.

Dalam bulan yang sama Direktur Ekskutif Indikator Politik Burhanudin Muhtadi merilis hasil survei bertolak belakang ‘’seribu’’ derajat dengan INES. Survei versi Indikator Politik Jokowi unggul telak jika Pilpres hanya diikuti oleh dua pasangan calon. Secara head to head Jokowi memperoleh 60 persen, sedangkan Prabowo hanya 29 persen.

Begitulah publik selalu dicekoki hasil survei berbeda-beda dan parahnya lagi sudah menular sampai ke daerah. Contoh di depan mata lihat saja survei terkait 4 pasangan calon Gubernur Riau setiap saat dengan mudahnya berubah-ubah, terkesan hasil survei sebagai barang pesanan yang bisa memuaskan selera pemesan.

Fenomena pascareformasi, lembaga survei politik bayak bermunculan menawarkan jasanya dalam meramaikan perkembangan demokrasi di Indonesia. Hal ini disebabkan, karena perkembangan demokrasi berbanding lurus dengan keberadaan lembaga survei politik.

Itulah sebabnya disebut survei dan demokrasi memiliki hubungan simbiosis mutualistik. Rezim politik demokratis sangat membutuhkan survei dalam memahami aspirasi publik untuk kepentingan proses pengambilan kebijakan. Sementara parameter responsiveness (tanggap atas aspirasi) dan partisipasi warga merupakan pondasi demokrasi yang sangat mungkin tersalurkan melalui mekanisme sistematik bernama survei.

Akibatnya kemunculan lembaga survei di Indonesia satu dasa warsa terakhir ini sangat tinggi. Peran lembaga survei ini semakin memuncak ketika musim Pemilukada serentak sejak gelombang pertama 21 Februari 2015 yang diikuti 268 daerah.


KOMENTAR
Berita Update
PENINDAKAN TIDAK MENYELESAIKAN MASALAH
Program Deradikalisasi BNPT Masih Lemah, Pengamat Terorisme Sarankan Ini
Sabtu, 26 Mei 2018 - 20:30 wib
PENAMBAHAN MASA KERJA PEGAWAI
Agus Rahardjo Ajukan Revisi PP SDM KPK demi Pertahankan Jaksa
Sabtu, 26 Mei 2018 - 20:00 wib
MESKI DITOLAK SEJUMLAH PIHAK
Tetap Larang Mantan Koruptor Jadi Caleg, Ini Alasan KPU
Sabtu, 26 Mei 2018 - 19:30 wib
MENANG MEYAKINKAN
Jepang Raih Gelar Keenam Piala Uber usai Tundukkan Thailand
Sabtu, 26 Mei 2018 - 19:00 wib
SEPAKBOLA DUNIA
Ballon d’Or untuk Salah jika Liverpool Juara Liga Champions
Sabtu, 26 Mei 2018 - 18:30 wib
IKUT BERANTAS TERORISME
Penjelasan Panglima TNI soal Rencana Pengaktifan Kembali Koopssusgab
Sabtu, 26 Mei 2018 - 17:50 wib
DUGAAN PENERIMAAN GRATIFIKASI
Empat Hari Terakhir, Keluarga Zumi Zola Beruntun Diperiksa KPK
Sabtu, 26 Mei 2018 - 17:40 wib
JALANI REHABILITASI
Sejak 2007 Fachri Albar Gunakan Narkoba, Ini Alasannya Versi Dokter
Sabtu, 26 Mei 2018 - 17:30 wib
SAMBUT SERUAN KETUM ADKASI
"Saat PNS Terima Gaji 13 dan THR, Honorer Sibuk Cari Utangan"
Sabtu, 26 Mei 2018 - 17:20 wib
FINAL LIGA CHAMPIONS 2017/2018
Begini Cara Menghentikan Mohamed Salah Menurut Marcelo
Sabtu, 26 Mei 2018 - 17:10 wib
Cari Berita
Riau Terbaru
Wawako Ajak Masyarakat Dukung Visi-Misi Kota Dumai
Perlu Waspada dari Ancaman Teroris

Sabtu, 26 Mei 2018 - 11:46 WIB

UMKM di Rohil Terus Tumbuh

Sabtu, 26 Mei 2018 - 11:45 WIB

Dissos Tangani Penderita Gangguan Jiwa

Sabtu, 26 Mei 2018 - 11:43 WIB

Sampaikan Materi yang Menyejukkan

Sabtu, 26 Mei 2018 - 11:40 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us