Membujuk Kebudayaan
Minggu, 13 Mei 2018 - 12:09 WIB > Dibaca 1248 kali Print | Komentar
Membujuk  Kebudayaan
DUTA BUDAYA: penyerahan plakat pada pengukuhan duta budaya Melayu di Taman Budaya Riau. Disbud Riau for Riau Pos
Berita Terkait

Pusat-Riau Sepakati Luas Wilayah Situs Muara Takus

Mengarak Gerak



Setiap wilayah berbudaya, memiliki kekayaan tradisi yang berlimpah. Kekayaan itu, ada yang masih dipelihara, dijalankan, dan ada pula yang terbenam hingga tak lagi dikenali, bahkan oleh masyarakat pendukung kebudayaan itu sendiri.
--------------------------------------------------------------------

(RIAUPOS.CO) - JIKA seluruh masyarakat pendukung kebudayaan itu lupa, dan cuai pada jati dirinya, maka yang terjadi adalah "bencana kebudayaan". Jika bencana itu benar-benar terjadi, generasi akan datang bak ”mayat hidup” yang berjalan di muka bumi ini. Paling tidak, hipotesa bernada menakutkan itu --bisa terjadi-- jika tidak ada seorang pun yang peduli dan membiarkan semua warisan leluhur dibenamkan modernitas yang berlari kencang.

Namun setiap generasi, memiliki orang-orang pilihan yang tanpa pamrih terus berbuat dan berkarya. Bukan hanya bagi dirinya, keluarganya, puaknya, kaumnya, bahkan bangsanya, melainkan untuk kemanusiaan dan kehidupan itu sendiri. Orang-orang pilihan itulah yang tak pernah henti, "Membujuk-bujuk Kebudayaan" yang mereka yakini sebagai jati dirinya yang sejati.

"Para pembujuk, pejuang, dan mata air kebudayaan inilah yang tiada henti memberi sumbangan kepada kita semua. Merekalah yang terus memompa nafas kebudayaan Melayu hingga dapat dikenali hingga hari ini," ungkap Kepala Dinas Kebudayaan Riau Yoserizal Zen pada helat Pengukuhan Duta Budaya Melayu Riau, 5 Mei lalu di Bandar Seri Melayu, kompleks Taman Budaya Riau.

Orang-orang pilihan itu bisa berstatus apa saja. Tak ada satu dalil pun yang bisa meyakinkan, bahwa mereka adalah budayawan, sejarawan, atau seniman. Mereka dari kalangan pemangku adat, pemuka agama, atau anak jati kebudayaan. Walaupun, orang-orang berstatus itulah yang paling bertanggung jawab dan harus bertungkus lumus mengangkat "batang terendam" tersebut.

Orang-orang pilihan itu adalah insan yang terpanggil hati dan jiwanya. Merasa peduli dan ”berdosa” jika tradisi nenek moyang dibiarkan hanyut ke muara ketidakpastian. Mereka adalah orang-orang yang tertarik untuk menggali, mengoleksi, merekam, dan mencatat sumber-sumber sejarah, tradisi kemasyarakatan, mitos-mitos, legenda, hikayat, permainan rakyat, dan apa saja yang pernah dicipta dan lahir di tanah ini.

"Saya memang terpanggil untuk melestarikan kekayaan tradisi dan kesenian di kampung saya. Sejak kanak-kanak, datuk dan ayah saya juga mengajarkan untuk tidak abai pada peninggalan masa lalu yang syarat nilai, makna, serta filosofi hidup," ulas pelaku seni peran Mamanda, dan pemangkah gasing asal Indragiri Hilir, Ramli kepada Riau Pos, saat mempraktikkan cara memangkah gasing di arena gasing Dinas Kebudayaan Riau.

Menjawab Pertanyaan

Rata-rata, yang mendapat pengakuan sebagai duta budaya itu telah berusia dewasa, lelaki maupun perempuan. Mereka juga dikenal di daerahnya, kabupaten maupun kotanya sebagai orang yang intens memelihara dan melestarikan tradisi. Sebut saja, Muhammad Hasni yang juga pelaku Madihin asal Indragiri Hilir, Tengku Alfenfair pelestari tari Zapin Pecah 12 dan H Herman Masykar penggali sastra lisan asal Pelalawan.



KOMENTAR
Berita Update
Petani Sawit Inginkan Solusi di Rembug Nasional

Petani Sawit Inginkan Solusi di Rembug Nasional
Minggu, 20 Oktober 2018 - 22:20 wib
Parpol Harus Punya Dana Sendiri untuk Biayai Saksi Pemilu

Parpol Harus Punya Dana Sendiri untuk Biayai Saksi Pemilu
Minggu, 20 Oktober 2018 - 12:30 wib

Musprov PSTI Riau , Nama Yurnalis Basri Mencuat
Minggu, 19 Oktober 2018 - 18:19 wib

21 Oktober Seleksi Administrasi CPNS
Minggu, 19 Oktober 2018 - 17:00 wib
PSPS Allstar Vs Timnas Indonesia Allstar
Masyarakat Tak Dipungut Biaya
Minggu, 19 Oktober 2018 - 16:30 wib

Sakatonik ABC Talk Show Cemilan Sehat
Minggu, 19 Oktober 2018 - 15:43 wib

SD Darma Yudha Borong Medali IMSO 2018 di Cina
Minggu, 19 Oktober 2018 - 15:32 wib

Bupati Tinjau Korban Banjir
Minggu, 19 Oktober 2018 - 15:30 wib
Unilever Tetap Produksi Teh Sariwangi

Unilever Tetap Produksi Teh Sariwangi
Minggu, 19 Oktober 2018 - 15:25 wib
Cari Berita
Kebudayaan Terbaru
Realitas Kekinian dalam "Padang Perburuan"

Minggu, 07 Oktober 2018 - 13:44 WIB

Teater Selembayung Menuju PTN

Minggu, 30 September 2018 - 13:58 WIB

LAM Riau Akan Sematkan  Gelar Adat untuk Sutardji

Minggu, 30 September 2018 - 13:42 WIB

Semarakkan HPI, Penyair Riau Hadir di Pasaman Sumatera Barat
Kembalinya sang  Primadona

Minggu, 23 September 2018 - 19:48 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini