Pelunasan Tahap II, Tetap Wajib Cek Kesehatan
Sabtu, 12 Mei 2018 - 10:37 WIB > Dibaca 468 kali Print | Komentar
Pelunasan Tahap II, Tetap Wajib Cek Kesehatan
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kemenag rencananya mulai mengumumkan nama jamaah calon haji (JCH) berhak lunas biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahap kedua Jumat (11/5). Namun sampai malam tadi pukul 18.00 WIB, informasi tersebut belum dikeluarkan. Mereka beralasan masih menyelesaikan finalisasi pendataan.

Kasubdit Pendaftaran dan Pembatalan Haji Reguler Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Noer Alya Fitra menjelaskan, memang ada rencana nama-nama JCH berhak lunas BPIH tahap kedua pada Jumat (11/5). Namun dia mengatakan, proses finalisasi penetapan dari sekian banyak pengajuan pengisian kuota berhak lunas BPIH tahap kedua.

Informasi dari Kemenag menyebutkan, paling lama informasi nama CJH berhak lunas akan keluar Senin (14/5). ’’Tapi kami upayakan Sabtu (hari ini, red) sudah keluar,’’ jelasnya.

Sebab masa pelunasan BPIH tahap kedua dijadwalkan pada 16 – 25 Mei nanti.

Sambil menunggu diumumkan nama JCH berhak lunas BPIH tahap kedua, Nafit mengingatkan beberapa syarat penting. Di antaranya adalah kewajiban melakukan cek kesehatan tahap kedua sebelum melunasi ongkos haji. Pelajaran pada pelunasan tahap pertama, ada laporan proses pelunasan ditolak oleh sistem gara-gara JCH belum cek kesehatan tahap kedua.

Nafit menjelaskan, dalam pelaksanaan cek kesehatan tahap pertama, akan ditentukan JCH berstatus berisiko tinggi atau tidak. Kemudian pada pemeriksaan kesehatan tahap kedua, akan diputuskan JCH istithoah (mampu) berhaji atau tidak dari sisi kesehatan.

Sementara itu terkait dengan istithoah kesehatan dalam berhaji, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah menyampaikan pandangannya. Hasil dari Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia VI di Banjarbaru beberapa waktu lalu diulas secara khusus tekait syarat istithoah berhaji dari sisi kesehatan.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh menjelaskan aspek kesehatan dalam berhaji adalah syarat ada, bukan syarat wajib. ’’Seseorang yang istithoah finansial dan keamanan, namun mengalami gangguan kesehatan, maka pada dasarnya ia tetap berkewajiban untuk berhaji,’’ jelasnya. (wan/jpg)



KOMENTAR
Berita Update
Alamaaak!
Batal Borong
Jumat, 17 Agustus 2018 - 11:54 wib

Karnaval Berlangsung di Tengah Terik Matahari
Jumat, 17 Agustus 2018 - 11:37 wib

Revisi Perda Tempat Hiburan
Jumat, 17 Agustus 2018 - 11:24 wib

Truk Bertonase Besar Leluasa Masuk Kota
Jumat, 17 Agustus 2018 - 11:02 wib
Ditunjuk Melatih 200 Pelajar Se-Pekanbaru
SMP Negeri 4 Kota Pekanbaru
Ditunjuk Melatih 200 Pelajar Se-Pekanbaru
Jumat, 17 Agustus 2018 - 10:26 wib
Hasil Labfor Teror Lapas Keluar Pekan Depan

Hasil Labfor Teror Lapas Keluar Pekan Depan
Jumat, 17 Agustus 2018 - 10:11 wib

Benarkah Tarif Retribusi Sampah Naik?
Jumat, 17 Agustus 2018 - 09:58 wib

Upacara Hari Ulang Tahun Pramuka Ke-57 Al Izhar School
Jumat, 17 Agustus 2018 - 09:55 wib
Susanto: Pemilik Belum Diketahui
Ditemukan Paket Ganja Kering di Sel Lapas
Jumat, 17 Agustus 2018 - 09:45 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Kekayaan Jokowi Rp 50 Miliar, Sandiaga Triliunan

Jumat, 17 Agustus 2018 - 00:07 WIB

Presiden Janjikan Gaji ASN Naik 5 Persen Tahun 2019

Jumat, 17 Agustus 2018 - 00:05 WIB

Pemcam Kandis dan Masyarakat Salurkan Bantuan ke Lombok
Hari Ini, Bus Salawat Terakhir Beroperasi

Kamis, 16 Agustus 2018 - 12:40 WIB

JCH Kuansing Wafat di Makkah

Selasa, 14 Agustus 2018 - 16:00 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us