Pelunasan Tahap II, Tetap Wajib Cek Kesehatan
Sabtu, 12 Mei 2018 - 10:37 WIB > Dibaca 684 kali Print | Komentar
Pelunasan Tahap II, Tetap Wajib Cek Kesehatan
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kemenag rencananya mulai mengumumkan nama jamaah calon haji (JCH) berhak lunas biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahap kedua Jumat (11/5). Namun sampai malam tadi pukul 18.00 WIB, informasi tersebut belum dikeluarkan. Mereka beralasan masih menyelesaikan finalisasi pendataan.

Kasubdit Pendaftaran dan Pembatalan Haji Reguler Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Noer Alya Fitra menjelaskan, memang ada rencana nama-nama JCH berhak lunas BPIH tahap kedua pada Jumat (11/5). Namun dia mengatakan, proses finalisasi penetapan dari sekian banyak pengajuan pengisian kuota berhak lunas BPIH tahap kedua.

Informasi dari Kemenag menyebutkan, paling lama informasi nama CJH berhak lunas akan keluar Senin (14/5). ’’Tapi kami upayakan Sabtu (hari ini, red) sudah keluar,’’ jelasnya.

Sebab masa pelunasan BPIH tahap kedua dijadwalkan pada 16 – 25 Mei nanti.

Sambil menunggu diumumkan nama JCH berhak lunas BPIH tahap kedua, Nafit mengingatkan beberapa syarat penting. Di antaranya adalah kewajiban melakukan cek kesehatan tahap kedua sebelum melunasi ongkos haji. Pelajaran pada pelunasan tahap pertama, ada laporan proses pelunasan ditolak oleh sistem gara-gara JCH belum cek kesehatan tahap kedua.

Nafit menjelaskan, dalam pelaksanaan cek kesehatan tahap pertama, akan ditentukan JCH berstatus berisiko tinggi atau tidak. Kemudian pada pemeriksaan kesehatan tahap kedua, akan diputuskan JCH istithoah (mampu) berhaji atau tidak dari sisi kesehatan.

Sementara itu terkait dengan istithoah kesehatan dalam berhaji, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah menyampaikan pandangannya. Hasil dari Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia VI di Banjarbaru beberapa waktu lalu diulas secara khusus tekait syarat istithoah berhaji dari sisi kesehatan.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh menjelaskan aspek kesehatan dalam berhaji adalah syarat ada, bukan syarat wajib. ’’Seseorang yang istithoah finansial dan keamanan, namun mengalami gangguan kesehatan, maka pada dasarnya ia tetap berkewajiban untuk berhaji,’’ jelasnya. (wan/jpg)



KOMENTAR
Berita Update
Arab Saudi Bantu  Kitab Kuning ke Riau

Arab Saudi Bantu Kitab Kuning ke Riau
Jumat, 18 Januari 2019 - 18:00 wib
Waspadai Rawan Kebakaran di Februari
Burhan Gurning: Masa Peralihan Musim
Waspadai Rawan Kebakaran di Februari
Jumat, 18 Januari 2019 - 17:33 wib
Diperbaiki dengan Tambal Sulam

Diperbaiki dengan Tambal Sulam
Jumat, 18 Januari 2019 - 17:00 wib
PPTK Tiga Proyek PUPR Diperiksa

PPTK Tiga Proyek PUPR Diperiksa
Jumat, 18 Januari 2019 - 16:36 wib

SMKN 1 Pekanbaru Hadirkan Motivator Dedi Budiman
Jumat, 18 Januari 2019 - 16:20 wib

71 Warga Binaan Rutan Dumai Rekam KTP-el
Jumat, 18 Januari 2019 - 16:00 wib
Bakti Sosial untuk Negeri Digelar EMP di Pulau Padang
PT Energi Mega Persada
Bakti Sosial untuk Negeri Digelar EMP di Pulau Padang
Jumat, 18 Januari 2019 - 15:59 wib

PT Inka Ekspor 15 Gerbong Kereta ke Bangladesh
Jumat, 18 Januari 2019 - 15:36 wib

Stok Beras Cukup untuk Delapan Bulan
Jumat, 18 Januari 2019 - 15:05 wib
Sejat Bersama RS Awal Bros Panam
Kenali Penanganan Tepat Patah Tulang
Jumat, 18 Januari 2019 - 14:49 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Stok Beras Cukup untuk Delapan Bulan

Jumat, 18 Januari 2019 - 15:05 WIB

Satgas Mengendus Penyimpangan Anggaran

Jumat, 18 Januari 2019 - 13:09 WIB

Masih Harus Diuji secara Ekonomi

Jumat, 18 Januari 2019 - 10:04 WIB

Waspada Peningkatan Curah Hujan

Jumat, 18 Januari 2019 - 10:04 WIB

Pemilu, Tjahjo dan Yasonna  Sambangi Lapas Cipinang

Jumat, 18 Januari 2019 - 08:40 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us