Wonderful Indonesia
Pelunasan Tahap II, Tetap Wajib Cek Kesehatan
Sabtu, 12 Mei 2018 - 10:37 WIB > Dibaca 393 kali Print | Komentar
Pelunasan Tahap II, Tetap Wajib Cek Kesehatan
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kemenag rencananya mulai mengumumkan nama jamaah calon haji (JCH) berhak lunas biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahap kedua Jumat (11/5). Namun sampai malam tadi pukul 18.00 WIB, informasi tersebut belum dikeluarkan. Mereka beralasan masih menyelesaikan finalisasi pendataan.

Kasubdit Pendaftaran dan Pembatalan Haji Reguler Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Noer Alya Fitra menjelaskan, memang ada rencana nama-nama JCH berhak lunas BPIH tahap kedua pada Jumat (11/5). Namun dia mengatakan, proses finalisasi penetapan dari sekian banyak pengajuan pengisian kuota berhak lunas BPIH tahap kedua.

Informasi dari Kemenag menyebutkan, paling lama informasi nama CJH berhak lunas akan keluar Senin (14/5). ’’Tapi kami upayakan Sabtu (hari ini, red) sudah keluar,’’ jelasnya.

Sebab masa pelunasan BPIH tahap kedua dijadwalkan pada 16 – 25 Mei nanti.

Sambil menunggu diumumkan nama JCH berhak lunas BPIH tahap kedua, Nafit mengingatkan beberapa syarat penting. Di antaranya adalah kewajiban melakukan cek kesehatan tahap kedua sebelum melunasi ongkos haji. Pelajaran pada pelunasan tahap pertama, ada laporan proses pelunasan ditolak oleh sistem gara-gara JCH belum cek kesehatan tahap kedua.

Nafit menjelaskan, dalam pelaksanaan cek kesehatan tahap pertama, akan ditentukan JCH berstatus berisiko tinggi atau tidak. Kemudian pada pemeriksaan kesehatan tahap kedua, akan diputuskan JCH istithoah (mampu) berhaji atau tidak dari sisi kesehatan.

Sementara itu terkait dengan istithoah kesehatan dalam berhaji, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah menyampaikan pandangannya. Hasil dari Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia VI di Banjarbaru beberapa waktu lalu diulas secara khusus tekait syarat istithoah berhaji dari sisi kesehatan.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh menjelaskan aspek kesehatan dalam berhaji adalah syarat ada, bukan syarat wajib. ’’Seseorang yang istithoah finansial dan keamanan, namun mengalami gangguan kesehatan, maka pada dasarnya ia tetap berkewajiban untuk berhaji,’’ jelasnya. (wan/jpg)



KOMENTAR
Berita Update
Pemerintah Berhasil Jaga Sabilitas Harga
Kabupaten Siak
Pemerintah Berhasil Jaga Sabilitas Harga
Sabtu, 23 Juni 2018 - 15:29 wib
Kabupaten Rokan Hulu
SK 20 Pjs Kades Persiapan Diteken
Sabtu, 23 Juni 2018 - 14:37 wib
Kabupaten Indragiri Hilir
Pjs Bupati Pimpin Rapat Pemantau Pilkada
Sabtu, 23 Juni 2018 - 14:21 wib

Polisi Berhentikan Bus AKAP
Sabtu, 23 Juni 2018 - 14:11 wib
Pemangkasan Anggaran Capai Rp1,7 T

Pemangkasan Anggaran Capai Rp1,7 T
Sabtu, 23 Juni 2018 - 13:09 wib
OPD Rohul Gesa Kegiatan Fisik Lapangan

OPD Rohul Gesa Kegiatan Fisik Lapangan
Sabtu, 23 Juni 2018 - 12:34 wib
Aktivitas Pasar Perawang  Kembali Normal

Aktivitas Pasar Perawang Kembali Normal
Sabtu, 23 Juni 2018 - 12:27 wib
Kabupaten Indragiri Hilir
Sekda Kukuhkan Pengurus HSNI Pelangiran
Sabtu, 23 Juni 2018 - 12:16 wib
Satlantas Polres Siak Gencar Antisipasi Laka Lantas

Satlantas Polres Siak Gencar Antisipasi Laka Lantas
Sabtu, 23 Juni 2018 - 12:14 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Mendadak, Usulan 27 Juni Libur Nasional

Sabtu, 23 Juni 2018 - 10:55 WIB

Bawa Sembilan Argumen Baru Permohonan  Uji Materi Presidential Threshold
Bangun Jargas, Usulkan Skema Kerja Sama KPBU

Kamis, 21 Juni 2018 - 11:15 WIB

KM Sinar Bangun Kapasitasnya 43 Orang, yang Dilaporkan Hilang Lebih 100
Mabes Polri Tak Ambil Pusing Pelantikan Komjen Iriawan
Sagang Online
loading...
Follow Us