Depan >> Berita >> Riau >>
MERIAM BESI, PUSAKA ADAT KAMPAR KIRI YANG TERJAGA
Diletuskan saat Subuh dan Menjelang Magrib Hari Kedua Idul Fitri
Sabtu, 12 Mei 2018 - 11:33 WIB > Dibaca 7143 kali Print | Komentar
Diletuskan saat Subuh dan Menjelang Magrib Hari Kedua Idul Fitri
EVAKUASI: Personel Polsek Kamparkiri bersama masyarakat mengevakuasi warga yang menjadi korban dari ledakan meriam kuno (lelo) di Desa Gunung Sahilan, Kecamatan Kamparkiri, Kampar, Rabu (9/5/2018). (ISTIMEWA)
Berita Terkait
KAMPAR (RIAUPOS.CO) - Letusan meriam di Desa Gunung Sahilan, Kecamatan Kampar Kiri, Kampar tidak sama dengan meriam tempur yang biasa kita saksikan di film-film. Yakni menampilkan meriam dengan peluru bulat yang akan meledak jika ditembakkan. Masyarakat adat di Kampar Kiri menyebutnya Lelo.

Hingga saat ini, keberadaan Lelo sebagai benda pusaka, seperti di Istana Gunung Sahilan, Desa Gunung Sahilan, Kecamatan Kamparkiri, Kampar, masih memiliki daya tarik tersendiri. Keberadaannya yang semakin langka,membuat Lelo selalu dinantikan masyarakat yang biasa menamakan suara ledakan meriam ini dengan panggilan songek.

“Tidak ada yang tahu darimana Lelo berasal, tahun berapa Lelo dibuat, dan sejak kapan Lelo dimiliki Kerajaan Gunung Sahilan. Karena memang tidak ada catatan mengenai itu dan bahkan tidak ada ukiran tahun di badan Lelo itu,” jelas Utama Warman, pemuka adat Gunung Sahilan dengan gelar Datuk Godang,  yang juga merupakan ninik mamak dek anak cucu raja, Kamis (10/5).

Penamaan Lelo sendiri masih menjadi tanda tanya di kalangan masyarakat luar, dan bahkan asal-usul Lelo juga masih dipertanyakan. Pasalnya, tidak adanya catatan khusus dari mana Lelo ini berasal, dan juga sejak kapan Lelo menjadi benda pusaka adat di wilayah Kampar, masih belum diketahui secara pasti hingga saat ini. Satu-satunya acuan penamaan Lelo berasal dari kata merajalela dengan artian mengebu-gebu.

“Tigo bondo pusako (tiga benda pusaka) yang diwariskan dek rajo (raja) kami terdahulu totap tajago elok (tetap terjaga baik) di dalam istana. Dihidupkan tiok (tiap) hari ayo kaduo (hari raja kedua) Idul Fitri, ledakan partamo (pertama) pas Subuh dan ledakan kaduo manjolang (kedua menjelang) Magrib,” ungkap Utama Warman yang menjelaskan kapan dan bagaimana Lelo digunakan.

Istana Kerajaan Gunung Sahilan memiliki 3 Lelo dengan ukuran yang tidak sama. Yang kecil disebut kociek dengan panjang kurang dari 1 meter, yang kedua disebut manonga (menengah) dengan panjang 1 meter, dan yang besar disebut yang godang (besar) dengan panjang 1,5 meter.

Lelo yang sudah berada di Istana Gunung Sahilan sejak abad ke-16 ini dihidupkan secara rutin saat hari raya kedua Idul Fitri, yakni setiap tanggal 2 Syawal. Selain itu, Lelo juga dihidupkan saat acara adat seperti penobatan khalifah dan kunjungan raja-raja.


KOMENTAR
Berita Update
Pemerintah Tak Solid Putuskan Kenaikan Premium

Pemerintah Tak Solid Putuskan Kenaikan Premium
Senin, 15 Oktober 2018 - 16:12 wib
Tunjangan Transportasi Dewan Rp12,75 Juta Per Bulan

Tunjangan Transportasi Dewan Rp12,75 Juta Per Bulan
Senin, 15 Oktober 2018 - 16:00 wib
Bayi Meninggal  karena Virus Rubbela

Bayi Meninggal karena Virus Rubbela
Senin, 15 Oktober 2018 - 15:57 wib
KPU Sebut Tak Ada yang Salah
Dugaan Tindak Pidana Pemilu Kepala Daerah
KPU Sebut Tak Ada yang Salah
Senin, 15 Oktober 2018 - 15:48 wib
Anjurkan Kampanye Negatif, Tapi Haramkan Black Campaign

Anjurkan Kampanye Negatif, Tapi Haramkan Black Campaign
Senin, 15 Oktober 2018 - 15:32 wib

Mengenali Politisi Spanduk
Senin, 15 Oktober 2018 - 15:12 wib
Pemprov Siapkan Bonus Peraih Medali Asian Para Games

Pemprov Siapkan Bonus Peraih Medali Asian Para Games
Senin, 15 Oktober 2018 - 15:00 wib
Kampus Politeknik LP3I Bandung Program D2 Pekanbaru
Hasilkan Alumni Berkualitas, Profesional, dan Siap Kerja
Senin, 15 Oktober 2018 - 14:53 wib
Diunggulkan, Gafar Jadikan Tantangan

Diunggulkan, Gafar Jadikan Tantangan
Senin, 15 Oktober 2018 - 14:32 wib
Cari Berita
Riau Terbaru
Tunjangan Transportasi Dewan Rp12,75 Juta Per Bulan

Senin, 15 Oktober 2018 - 16:00 WIB

Kepenghuluan Dukung Inovasi Desa

Senin, 15 Oktober 2018 - 15:30 WIB

Pemprov Siapkan Bonus Peraih Medali Asian Para Games

Senin, 15 Oktober 2018 - 15:00 WIB

Hasilkan Alumni Berkualitas,  Profesional, dan Siap Kerja
Diunggulkan, Gafar Jadikan Tantangan

Senin, 15 Oktober 2018 - 14:32 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us