Mahathir Dilantik, Malaysia Libur 2 Hari
Jumat, 11 Mei 2018 - 13:32 WIB > Dibaca 3986 kali Print | Komentar
Mahathir Dilantik, Malaysia Libur 2 Hari
DILANTIK: Mahathir Mohamad diambil sumpahnya saat dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia di hadapan Yang di-Pertuan Agong Sultan Muhammad V di Istana Nasional, Kuala Lumpur, Kamis malam (10/5/2018).
(RIAUPOS.CO) - Sejarah telah tercipta. Kamis (10/5) pukul 21.30 Mahathir Mohamad diambil sumpahnya untuk menjabat sebagai Perdana Menteri (PM) Malaysia ke-7 di Istana Negara, Kuala Lumpur.

Pengambilan sumpah disiarkan secara langsung. Dia kembali memimpin Malaysia setelah 15 tahun meletakkan jabatannya. Politisi 92 tahun itu menjadi pemimpin negara tertua di dunia.

Mahathir kali pertama menjadi PM pada 1981 sebelum akhirnya mengundurkan diri pada 2003 lalu. Dia telah memimpin Malaysia selama 22 tahun. Meski dinilai bertangan besi, namun di bawah kepemimpinannya Malaysia dikenal sebagai salah satu macan Asia. Sesuai janji Mahathir dalam pidato kemenangannya, pascapelantikan warga Malaysia akan diberi libur nasional selama 2 hari.

Sebelum diambil sumpahnya, Mahathir diundang untuk bertemu dengan Yang di-Pertuan Agong XV Sultan Muhammad V. Dia diminta untuk membentuk pemerintahan. Dalam Pilihan Raya Umum (PRU) ke-14 Rabu (9/5) koalisi Pakatan Harapan (PH) mendapat 113 kursi dan BN hanya 79. Tapi tak ada satu partai pun dalam koalisi PH yang menang mayoritas. Perolehan kursi Parti Keadilan Rakyat (PKR) paling tinggi yaitu 48, tapi itu tak jauh beda dengan DAP yang memperoleh 42 kursi. Karena tak ada pemenang mayoritas, secara teknis sultan lah yang memiliki kewenangan menunjuk siapa yang bakal membentuk pemerintahan.

Yang dipanggil bukan hanya Mahathir, tapi juga para pemimpin partai lainnya yang tergabung dalam koalisi PH. Termasuk di antaranya Presiden PKR Wan Azizah Wan Ismail. Sultan ingin memastikan bahwa koalisi tersebut satu suara mendukung Mahathir jadi PM.

‘’Yang mulia sangat mendukung dan menghormati proses demokrasi dan keinginan rakyatnya,’’ bunyi pernyataan dari pihak istana.

Kemenangan PH tak pernah diprediksi sebelumnya. Sejak awal, berbagai lembaga poling menegaskan bahwa hasil PRU14 sulit ditebak. Koalisi Barisan Nasional (BN) yang dipimpin oleh Najib Razak memang sangat kuat, tapi dukungan untuk PH juga terus bermunculan.  Sejak Malaysia merdeka pada 1957, BN tak pernah kalah. PH tak hanya mengukir sejarah dengan mengusung PM tertua, tapi juga karena berhasil menumbangkan BN yang telah berkuasa selama kurang lebih 61 tahun.


KOMENTAR
Berita Update

Menteri Keuangan Imbau Perusahaan Gunakan Rupiah
Minggu, 22 September 2018 - 15:49 wib
Stroberi Berjarum Repotkan Australia

Stroberi Berjarum Repotkan Australia
Minggu, 22 September 2018 - 14:47 wib
Waspadai Akun Robot Jelang Pemilu

Waspadai Akun Robot Jelang Pemilu
Minggu, 22 September 2018 - 12:46 wib

Riau Pos Terima Dua Penghargaan dari Bawaslu
Minggu, 22 September 2018 - 12:43 wib

Festival Zhong Qiu Berpusat di Jalan Karet
Minggu, 22 September 2018 - 09:53 wib

Dua Kali Runner up, SMA Darma Yudha Targetkan Champion
Minggu, 21 September 2018 - 19:00 wib

Tak Mudah Raih Maturitas SPIP
Minggu, 21 September 2018 - 18:30 wib

Pengelola Diminta Optimalkan Aset untuk Kesejahteraan Desa
Minggu, 21 September 2018 - 18:00 wib
Tolak Politik Transaksional
Apresiasi Komitmen Partai
Minggu, 21 September 2018 - 17:30 wib
Warga Dambakan Aliran Listrik

Warga Dambakan Aliran Listrik
Minggu, 21 September 2018 - 17:00 wib
Cari Berita
Internasional Terbaru
Stroberi Berjarum Repotkan Australia

Sabtu, 22 September 2018 - 14:47 WIB

Najib Razak Kena 25 Dakwaan Baru

Jumat, 21 September 2018 - 15:58 WIB

Korut Segera Tutup Fasilitas Nuklir Utama Tongchang-ri

Jumat, 21 September 2018 - 14:30 WIB

AS Potong Bantuan Dana bagi Palestina

Kamis, 20 September 2018 - 18:38 WIB

Ancaman Serius Plastik Mikro

Kamis, 20 September 2018 - 17:37 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini