Pimpinan JAD Pekanbaru Terduga Provokator Kerusuhan

Nasional | Jumat, 11 Mei 2018 - 11:49 WIB

Pimpinan JAD Pekanbaru Terduga Provokator Kerusuhan
ANGKAT TANGAN: Seorang napi teroris menyerah dengan mengangkat tangan pascaberakhirnya drama penyanderaan yang menewaskan lima polisi di Rutan Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, Kamis (10/5/2018). AFP

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Sekitar pukul 09.00 Kamis (10/5), beberapa polisi tampak memasang garis polisi di sekitar kamar jenazah RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Lokasi di sekitar kamar jenazah, yang terdapat masjid dan ruang VIP disterilkan. Beberapa orang yang ada di situ diminta untuk minggir.

Pukul 09.30, dua mobil ambulans warna hijau tua tiba di RS Polri. Dari ambulans kedua, diturunkan seorang pria dengan kursi ruda. Wajahnya ditutup masker, badannya ditutup selimut, kakinya tampak diikat dengan tali. Pria di kursi roda itu didorong oleh petugas. Di belakangnya tampak dua polisi bersenjata laras panjang mengawal.

Kepala Forensik RS Polri Kramajati Kombes Pol Edi Purnomo akhirnya membuka identitas pria yang didorong di kursi roda tersebut. Edi membenarkan jika pria tersebut adalah Wawan Kurniawan alias Abu Afif.

”Iya, masih diobservasi,” ujarnya saat dihubungi melalui pesan WhatsApp kemarin.

Abu Afif memang sempat masuk ke  IGD RS Polri. Hanya sekitar 30 menit dia diperiksa di IGD. Selanjutnya, Abu Afif dirawat di kamar VIP RS Polri.

”Luka di bahu kiri,” ujar Edi.

Namun Edi enggan menjelaskan lebih lanjut penyebab luka yang diderita Abu Afif. Abu Afif diduga sebagai pemicu dan provokator kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, pada Selasa lalu (8/5). Pemicunya adalah makanan yang dikirim oleh keluarganya tak kunjung diberikan oleh petugas. Dia lalu memprovokasi napi lainnya untuk berontak, menjebol terali besi, dan menyerang petugas. Wawan ditahan di Mako Brimob lantaran terlibat kasus terorisme. Dia ditangkap Densus 88 pada 24 Oktober 2017 dalam operasi serentak di empat lokasi.




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU