Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
KERICUHAN DI MAKO BRIMOB
Napi Teroris Ternyata Gunakan Senjata Anggota Densus 88, Begini Kronologinya
Rabu, 09 Mei 2018 - 22:00 WIB > Dibaca 2376 kali Print | Komentar
Napi Teroris Ternyata Gunakan Senjata Anggota Densus 88, Begini Kronologinya
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Polisi sejauh ini masih melakukan negosiasi kepada narapidana teroris yang memicu kericuhan di Mako Brimob Kelapa Dua sejak Rabu dinihari (9/5/2018).

Menurut Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto, para narapidana teroris itu memiliki senjata yang didapat dari petugas.

"Para narapidana ini mendapat senjata dari petugas yang gugur dalam insiden ini," ujarnya di Mako Brimob, Rabu (9/5/2018).

Senjata itu, imbuhnya, didapat dari aksi baku tembak yang terjadi. Dari hal itu pula, mereka (narapidina) menuntut beberapa hal kepada pihak Kepolisian.

"Saat ini masih dilakukan negosiasi sampai waktu yang tidak ditentukan. Para narapidana meminta beberapa hal kepada kami. Kami masih terus melakukan negoisasi sampai ditemukan jalan keluarnya," ucapnya.

Kepala Biro Humas Mabes Polri, Brijen M Iqbal sebelumnya mengatakan, jumlah senjata yang dimiliki para narapidana ini sejumlah dengan petugas yang gugur dari kejadian di Mako Brimob. Namun, jumlah itu masih didalami kembali.

"Para narapidana ini sendiri berjumlah 130-an dari berbagai blok. Kami terus mengupayakan komunikasi dan negosiasi dengan mereka. Tapi, cara terakhirnya adalah the last resort, yaitu cara penegakan hukum," ujarnya.

Dia menambahkan, jika narapidana menyerahkan diri, akan ada proses upaya kepolisian tanpa kekerasan. Namun, jika narapidana teroris melakukan pengancaman nyawa kepada petugas atau orang lain, polisi akan melakukan upaya yang sangat tegas.

Setyo menerangkan, ada tiga atau empat personel yang melakukan negosiasi dengan perwakilan narapidana. Dari situ, dia berharap kejadian ini bisa cepat selesai dengan mengupayakan jalan keluar terbaik. (sab)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
PENAMBAHAN MASA KERJA PEGAWAI
Agus Rahardjo Ajukan Revisi PP SDM KPK demi Pertahankan Jaksa
Sabtu, 26 Mei 2018 - 20:00 wib
MESKI DITOLAK SEJUMLAH PIHAK
Tetap Larang Mantan Koruptor Jadi Caleg, Ini Alasan KPU
Sabtu, 26 Mei 2018 - 19:30 wib
MENANG MEYAKINKAN
Jepang Raih Gelar Keenam Piala Uber usai Tundukkan Thailand
Sabtu, 26 Mei 2018 - 19:00 wib
SEPAKBOLA DUNIA
Ballon d’Or untuk Salah jika Liverpool Juara Liga Champions
Sabtu, 26 Mei 2018 - 18:30 wib
DUGAAN PENERIMAAN GRATIFIKASI
Empat Hari Terakhir, Keluarga Zumi Zola Beruntun Diperiksa KPK
Sabtu, 26 Mei 2018 - 17:40 wib
JALANI REHABILITASI
Sejak 2007 Fachri Albar Gunakan Narkoba, Ini Alasannya Versi Dokter
Sabtu, 26 Mei 2018 - 17:30 wib
SAMBUT SERUAN KETUM ADKASI
"Saat PNS Terima Gaji 13 dan THR, Honorer Sibuk Cari Utangan"
Sabtu, 26 Mei 2018 - 17:20 wib
FINAL LIGA CHAMPIONS 2017/2018
Begini Cara Menghentikan Mohamed Salah Menurut Marcelo
Sabtu, 26 Mei 2018 - 17:10 wib
SEPAKBOLA DUNIA
Menurut Neymar, Enam Pemain Ini Akan Bersinar di Piala Dunia 2018
Sabtu, 26 Mei 2018 - 17:00 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Agus Rahardjo Ajukan Revisi PP SDM KPK demi Pertahankan Jaksa
Empat Hari Terakhir, Keluarga Zumi Zola Beruntun Diperiksa KPK
Pengamat Terorisme: Aman Takut Dihukum Mati hingga Cari Simpati Hakim
Simak! Kata KPK soal Hakim Agung Artidjo yang Masuki Masa Purna Bakti
Pulang dari Suriah, WNI Tak Langsung Ditangkap karena Dianggap Teroris
Sagang Online
loading...
Follow Us