Depan >> Berita >> Hukum >>
KERICUHAN DI MAKO BRIMOB
Napi Teroris Ternyata Gunakan Senjata Anggota Densus 88, Begini Kronologinya
Rabu, 09 Mei 2018 - 22:00 WIB > Dibaca 2625 kali Print | Komentar
Napi Teroris Ternyata Gunakan Senjata Anggota Densus 88, Begini Kronologinya
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Polisi sejauh ini masih melakukan negosiasi kepada narapidana teroris yang memicu kericuhan di Mako Brimob Kelapa Dua sejak Rabu dinihari (9/5/2018).

Menurut Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto, para narapidana teroris itu memiliki senjata yang didapat dari petugas.

"Para narapidana ini mendapat senjata dari petugas yang gugur dalam insiden ini," ujarnya di Mako Brimob, Rabu (9/5/2018).

Senjata itu, imbuhnya, didapat dari aksi baku tembak yang terjadi. Dari hal itu pula, mereka (narapidina) menuntut beberapa hal kepada pihak Kepolisian.

"Saat ini masih dilakukan negosiasi sampai waktu yang tidak ditentukan. Para narapidana meminta beberapa hal kepada kami. Kami masih terus melakukan negoisasi sampai ditemukan jalan keluarnya," ucapnya.

Kepala Biro Humas Mabes Polri, Brijen M Iqbal sebelumnya mengatakan, jumlah senjata yang dimiliki para narapidana ini sejumlah dengan petugas yang gugur dari kejadian di Mako Brimob. Namun, jumlah itu masih didalami kembali.

"Para narapidana ini sendiri berjumlah 130-an dari berbagai blok. Kami terus mengupayakan komunikasi dan negosiasi dengan mereka. Tapi, cara terakhirnya adalah the last resort, yaitu cara penegakan hukum," ujarnya.

Dia menambahkan, jika narapidana menyerahkan diri, akan ada proses upaya kepolisian tanpa kekerasan. Namun, jika narapidana teroris melakukan pengancaman nyawa kepada petugas atau orang lain, polisi akan melakukan upaya yang sangat tegas.

Setyo menerangkan, ada tiga atau empat personel yang melakukan negosiasi dengan perwakilan narapidana. Dari situ, dia berharap kejadian ini bisa cepat selesai dengan mengupayakan jalan keluar terbaik. (sab)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
Job Fair 2018
Tes Wawancara Belum Dilakukan
Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:59 wib
Oil Boom Lambat Dipasang
Tumpahan CPO Hanyut hingga 1,5 Mil
Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:55 wib

Pagi Ini, Tablig Akbar UAS dan Launching ATM Beras
Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:44 wib

Dua Pelaku Gembos Ban Diringkus Usai Curi Tas Guru
Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:35 wib
Pelaku Curanmor Terekam CCTV saat Beraksi

Pelaku Curanmor Terekam CCTV saat Beraksi
Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:32 wib

Masyarakat Diminta Sukseskan TMMD
Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:23 wib
Plaza Sukaramai Dijanjikan Beroperasi Mei 2019
Sebelum Beroperasi, Semua Masalah Harus Selesai
Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:14 wib
Tertinggi Kecamatan Tenayan Raya
Jumlah Penderita DBD Bertambah Enam Orang
Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:07 wib
Personel Lanud  RSN Dites Urine

Personel Lanud RSN Dites Urine
Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:07 wib
Lima Puskesmas Belum Terakreditasi

Lima Puskesmas Belum Terakreditasi
Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:06 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Pelapor Korupsi Bakal Dihadiahi Rp200 Juta

Rabu, 10 Oktober 2018 - 14:19 WIB

Sebar Hoaks, Ratna Terancam 10 Tahun Penjara

Sabtu, 06 Oktober 2018 - 13:41 WIB

Wali Kota Pa­suruan Diduga Terima Fee Rp230 Juta

Sabtu, 06 Oktober 2018 - 13:29 WIB

OTT KPK Terancam Terhambat

Minggu, 30 September 2018 - 14:14 WIB

Diana Tabrani-Neno Warisman Mengadu ke Komnas HAM

Rabu, 26 September 2018 - 13:10 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us