WORLD DANCE DAY

Mengarak Gerak

Kebudayaan | Minggu, 06 Mei 2018 - 13:41 WIB

Mengarak Gerak
Karya tari di helat World Dance Day tajaan DKR.

"Menarilah dengan hati. Maka berimbanglah segala unsur utama dan pendukung sebuah penciptaan karya seni," ujar mantan penari pusat latihan tari (PLT) Laksemana, Yoserizal Zen, Ahad (29/4) lalu di teater terbuka Taman Budaya Riau.
----------------------------------------------------------------------------------------------

(RIAUPOS.CO) - WORLD Dance Day 2018 digelar diberbagai negara, termasuk Indonesia. Para penari, koreografer, pemerhati, dan penikmat seni gerak itu bersukacita merayakan hari besar tersebut. Tak terkecuali di Riau, salah satunya yang ditaja komite tari Dewan Kesenian Riau (DKR).

World Dance Day kali ini, komite tari DKR mengangkat tema, "Mengarak Gerak". Tak kurang sebanyak 15 komunitas ikut ambil bagian memeriahkan hari perayaan itu. Menariknya, tak satu pun komunitas yang diberi dana produksi karena helat tersebut digelar secara swadaya.

Masing-masing komunitas, menunjukkan kepedulian mereka pada dunia tari yang digelutinya. Masing-masing komunitas menyuguhkan karya-karya terbaiknya.

“Inilah hebatnya dunia seni. Masih banyak orang-orang yang bertungkus lumus mengerjakannya tanpa pamrih sama sekali,” ujar Ketua Umum DKR, Yoserizal Zen, yang akrab disapa Tok Yos.

Sebagai Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Riau, Tok Yos mengajak, para seniman, salah satunya insan tari berlatih dan menggelar karyanya di Taman Budaya Riau. Sebagai laboratorium seni, kawasan ini memang dimaksudkan untuk para seniman semua percabangan seni untuk berproses menciptakan karya terbaiknya.

Ragam Karya

World Dance Day tajaan komite tari DKR tidak dimaksudkan untuk satu genre saja. Semua karya, tari tradisi, modern, maupun kontemporer tampil dalam satu panggung. Apalagi komunitas di Kota Pekanbaru sekitarnya, terbilang banyak dan memerlukan wadah untuk menggelar karyanya.

Ketua komite tari DKR Epi Martison menjelaskan, dunia tari terus bergerak dan memperlihatkan perkembangan. Begitu pula di Riau yang tak kalah dengan daerah, bahkan negara lain. Masing-masing koreografer dan penari berproses setiap saat untuk terus berkarya dan berkarya.





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook