"Raung Cipang" Tampil di Temu Penyair Asia Tenggara
Sabtu, 05 Mei 2018 - 11:01 WIB > Dibaca 2790 kali Print | Komentar
"Raung Cipang" Tampil di Temu Penyair Asia Tenggara
Berita Terkait

Berbagi Puisi Hingga Zapin Api



PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Sekitar 300 penyair Asia Tenggara bertemu di Padangpanjang 3-5 Mei. Helat besar yang dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispersip) dan Forum Literasi Padangpanjang (FLP) ini diberi nama Temu Penyair Asia Tenggara. Berbagai kegiatan dan pentas seni pun dirangkai sedemikian rupa.

Tidak kurang dari 30 penyair dan seniman Pekanbaru menghadiri acara ini. Ada yang datang perorangan, ada pula yang rombongan. Antara lain, Komunitas Seni Rumah Sunting (KSRS). Pada kesempatan ini, Rumah Sunting mementaskan sebuah teatrikal puisi berjudul Raung Cipang yang melibatkan lima pemain dan tiga pemusik.
     
Kunni Masrohanti, pimpinan Rumah Sunting sekaligus penulis naskah dan sutradara, mengatakan, Raung Cipang mengisahkan tentang kehidupan orang-orang lemah yang tidak bisa berbuat banyak atas keinginan pengambil kebijakan dalam melaksanakan sebuah proyek raksasa berupa waduk atau bendungan besar. Cipang sendiri adalah nana desa di Kabupaten Rohul yang saat ini sedang mengalami peristiwa tersebut yang menggugah Walhi Riau sebagai pegiat lingkungan mengadvokasi secara serius.
     
’’Cipang memang nama desa di Rohul yang sedang mengalami peristiwa tersebut. Tapi kami ingin mengajak penyair Asia Tenggara yang menyaksikan pementasan ini dan seluruh masyarakat Indonesia memandang lebih jauh ke depan, bahwa Cipang bisa negeri di mana saja, daerah mana saja yang masyarakatnya terancam kehilangan tanah ulayat, hutan adat sebagai segala sumber tradisi dan warisan masyarakat adat. Pembangunan memang penting, tapi jangan mengorbankan masyarakat. Ini masih sering terjadi,’’ kata Kunni.
     
Kunni melibatkan pemain lintas generasi dalam karyanya kali ini. Ada Syamsir alias Icamp Dompas (40), Ahna Shofy dan Muhammad De Putra (pelajar SMA), Putri Marsya Awaliyah (pelajar SMP) dan Muhammad Daffa Alfajri (pelajar SD). Sedangkan pemusik digarap oleh Eggy Herwandi alias Gedoy, Eka Rio Cahyono dan Ibnu Shiam Al Aziz. Sementara Asmet alias Kacamata Gober sebagai tim dokumentasi, Nur Rohim Laras Setia dan Evan Saputra alias EvanTokek sebagai tim produksi lainnya.
     
’’Selain dihadiri penyair dari berbagai wilayah di Indonesia, juga dihadiri penyair Singapura, Malaysia, Thailand, Timor Leste dan Brunei Darussalam. Semoga menjadi pengalaman baru bagi adek-adek Rumah Sunting. ,’’ harap Kunni. 
     
Selain Rumah Sunting, tim lain juga datang dari Pekanbaru. Antara lain, Panggung Tok Tan, Forum Lingkar Pena (FLP), Forum Literasi Remaja (FLR) dan  Community Pena Terbang (Competer). Di antara mereka itu ada penyair-penyair besar Riau yang sekaligus menjadi pimpinan masing-masing komunitas, antara lain, Aris Abeba  Ada juga Dheni Kurnia, Tien Marni, Qori Islami, Syahfitra Harahap, Sastra Riau alias Murdock dan lain-lain. Panggung Tok Tan juga tampil memukau dengan puisi-puisinya 
     

KOMENTAR
Berita Update
Traffic Website  SSCN Padat di  Siang Hari

Traffic Website SSCN Padat di Siang Hari
Rabu, 25 September 2018 - 18:39 wib
Angkat Potensi Kerang Rohil

Angkat Potensi Kerang Rohil
Rabu, 25 September 2018 - 17:38 wib
PMI Ajak Generasi Muda Hindari Perilaku Menyimpang

PMI Ajak Generasi Muda Hindari Perilaku Menyimpang
Rabu, 25 September 2018 - 17:30 wib

BPN Diminta Tingkatkan Pelayanan
Rabu, 25 September 2018 - 17:00 wib
Beli BBM Pakai  Uang Elektronik

Beli BBM Pakai Uang Elektronik
Rabu, 25 September 2018 - 16:56 wib

Jalan Rusak, Siswa Terpaksa Memperbaiki
Rabu, 25 September 2018 - 16:36 wib

Rangkai Bunga Artificial Jadi Bouquet Cantik
Rabu, 25 September 2018 - 16:32 wib
Rencana Rasionalisasi RAPBD Perubahan 2018
Tak Ganggu Target Pembangunan
Rabu, 25 September 2018 - 16:30 wib

Ratusan Honorer Gelar Aksi Demo
Rabu, 25 September 2018 - 16:00 wib

SMAN 7 Pekanbaru Dukung Gerakan Literasi
Rabu, 25 September 2018 - 15:54 wib
Cari Berita
Kebudayaan Terbaru
Semarakkan HPI, Penyair Riau Hadir di Pasaman Sumatera Barat
Kembalinya sang  Primadona

Minggu, 23 September 2018 - 19:48 WIB

Lembaga  Sensor Film tak  "Berkuku"

Minggu, 02 September 2018 - 15:53 WIB

Kegilaan Penyair "Alam Gaib" di Akhir PSK

Senin, 27 Agustus 2018 - 08:09 WIB

Agar Siswa Paham Dunia Literasi dan Musikalisasi Puisi

Kamis, 16 Agustus 2018 - 00:50 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini