Pokja Mundur Sebelum Dievaluasi

Pekanbaru | Sabtu, 05 Mei 2018 - 09:46 WIB

Pokja Mundur  Sebelum Dievaluasi
M Noer

(RIAUPOS.CO) - Kendati belum dievaluasi, satu per satu anggota kelompok kerja (pokja) 25 Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Pekanbaru mengundurkan diri. Pengunduran diri tersebut ditenggarai karena kegagalan dalam lelang sampah zona I. 

Keputusan yang diambil anggota pokja tersebut, terungkap pada pelaksanaan hearing bersama Komisi IV DPRD Pekanbaru serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru serta ULP, Rabu (2/5) lalu. Terkait penguguran PT Godang Tua Jaya (GTJ) sebagai pemenang lelang jasa angkutan sampah zona I karena nilai kemampuan dasar (NKD) tidak mencukupi.

Sekretaris Kota (Sekko) Pekanbaru M Noer MBS ketika dikonfirmasi terkait persoalan tersebut mengatakan, keputusan yang diambil ketua berserta anggota Pokja 25 mungkin jalan terbaik. Setelah mereka melakukan lelang sebanyak tiga kali tanpa pemenang.

Sebelum kami melakukan evaluasi, mungkin mereka sudah mengevaluasi diri. Bagi kami tidak apa-apa, ujar M Noer kepada Riau Pos, Jumat (4/5).

Proses lelang jasa angkutan sampah zona I lebih rumit dan memakan waktu yang cukup lama bila dibandingkan dengan zona II. Di mana, untuk mendapatkan pihak ketiga mengelola sampah di Kecamatan Payung Sekaki, Marpoyan Damai, Pekanbaru Kota dan Tampan dilakukan sebanyak tiga kali. Lelang pertama dan kedua dinyatakan gagal karena tidak ada satu pun peserta yang memenuhi persyaratan.

Namun pada lelang ketiga, ULP Kota Pekanbaru telah menetapkan pemenang yakni PT GTJ. Tapi terpaksa digugurkan kembali setelah dilakukan verifikasi ulang, sehingga ditemukan kekurangan nilai mampuan dasar.

Mereka (Pokja, red) sudah mengirim surat pembatalan pemenang, yang sebelumnya sudah diumumkan, tambahnya.

Ketika disinggung alasan Pokja mengundurkan diri karena banyak menerima intervensi dalam bekerja, Sekko menampiknya. Dia menyampaikan, setiap keputusan yang dihasilkan ditentukan oleh Pokja.






Tuliskan Komentar anda dari account Facebook