Murid Kewalahan Jawab Soal Esai

Pekanbaru | Jumat, 04 Mei 2018 - 10:23 WIB

Murid Kewalahan Jawab Soal Esai
ISI JAWABAN: Murid-murid SDN 105, Kecamatan Tampan mengisi lembar jawaban soal ujian bahasa Indonesia ketika mengikuti USBN hari pertama, Kamis (3/5/2018). USBN berlangsung hingga Sabtu (5/5/2018). (MHD AKHWAN/RIAUPOS )

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Hari pertama pelaksanaan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) tingkat sekolah dasar (SD) sederajat di Kota Pekanbaru berjalan lancar, Kamis (3/5). USBN masih berbasis kertas dan pensil. Berbeda dengan ujian nasional (UN) SLTP dan SLTA yang sudah berbasis komputer.

Namun ada yang berbeda pada USBN tahun ini. Di mana, komposisi soal ujian tahun ini tidak sepenuhnya pilihan ganda seperti tahun sebelumnya. Melainkan dikombinasikan dengan soal esai. Porsinya, 90 persen soal pilihan ganda dan 10 persen soal esai.

Adanya soal esai ini ternyata membuat cemas sebagian murid peserta USBN. Sebab, mereka sejauh ini terbiasa dengan soal pilihan ganda. Dan untuk pertama kali, mereka dihadapkan pada soal-soal yang meminta jawaban uraian.

Seperti dirasakan Nikita, peserta USBN dari SD Negeri 36 Pekanbaru. Ia mengaku kesulitan menjawab soal ujian bahasa Indonesia, terutama soal esai.

“Agak sulit menjawabnya. Karena ada esainya,” kata Nikita.

Ari, murid lainnya mengaku mengarang bebas saat menjawab soal esai. “Hari pertama ujian bahasa Indonesia, Kak. Kalau soal esainya bisa mengarang bebas jawabnya. Tapi tapi bagaimana dengan ujian matematika besok (hari ini, red? Kalau pilihan ganda, ada pilihan jawabannya jika hitung-hitungan. Tapi kalau esai, bagaimana Kak?” kata Ari cemas.

Nayla, murid SD Negeri 10 juga merasakan hal yang sama. “Esainya susah. Tadi kewalahan jawabnya,” kata Nayla.





loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook