Dengan Injeksi Uap, Produksi Lapangan Duri Meningkat
Rabu, 02 Mei 2018 - 12:50 WIB > Dibaca 4520 kali Print | Komentar
Dengan Injeksi Uap, Produksi Lapangan Duri Meningkat
Senior Vice President Policy, Government, and Public Affairs Chevron, Yanto Sianipar.
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Di usianya yang sudah menginjak 77 tahun, lapangan Duri, Riau mampu bertahan sebagai salah satu penopang produksi minyak hingga sekarang. Keberhasilan tersebut berkat penerapan teknologi injeksi uap (steam flood) yang membuat produksi Lapangan Duri lima kali lebih banyak dibandingkan teknologi konvensional.

“Teknologi injeksi uap di lapangan tersebut merupakan yang pertama di Indonesia dan salah satu yang terbesar di dunia,” ujar Senior Vice President Policy, Government, and Public Affairs Chevron Yanto Sianipar di Jakarta, Senin (30/4).

Yanto mengatakan, keberhasilan pengelolaan dan penambahan usia lapangan migas juga ditentukan oleh teknologi yang digunakan. Chevron terus berinvestasi dalam pengembangan teknologi pencarian minyak maupun enhanced oil recovery (EOR) guna mengoptimalkan tingkat perolehan minyak.

Lapangan Duri termasuk wilayah kerja Blok Rukan, di Riau yang dikelola oleh PT Chevron Pacific Indonesia (CPI). Lapangan tersebut ditemukan pada 1941 dan baru berproduksi pada 17 tahun berselang, yakni pada 1958.

“Setelah melewati titik puncak produksi dari fase primer sebanyak 65 ribu barel per hari pada 1965, produksi Lapangan Duri menurun secara alamiah seiring penurunan tekanan di dalam reservoar,” katanya.

CPI memulai proyek percontohan (pilot project) injeksi uap di Lapangan Duri pada 1975. Sepuluh tahun kemudian, teknologi ini diterapkan dalam skala besar dan mampu kembali menaikkan produksi hingga mencapai 300 ribu barel per hari pada 1993. Semua itu dicapai berkat penerapan teknologi. Hingga saat ini, Lapangan Duri telah menghasilkan lebih dari 2,6 miliar barel.

CPI terus mengembangkan lapangan ini untuk menjaga kontribusi Lapangan Duri terhadap produksi nasional. Dua pengembangan terakhir adalah North Duri Area 12 dan 13 yang masing-masing menghasilkan produksi perdana pada 2008 dan 2013.


KOMENTAR
Berita Update

Dua Pelaku Gembos Ban Diringkus Usai Curi Tas Guru
Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:35 wib
Pelaku Curanmor Terekam CCTV saat Beraksi

Pelaku Curanmor Terekam CCTV saat Beraksi
Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:32 wib
Masterplan Drainase Diusulkan di APBD 2019

Masterplan Drainase Diusulkan di APBD 2019
Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:26 wib

Masyarakat Diminta Sukseskan TMMD
Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:23 wib
Plaza Sukaramai Dijanjikan Beroperasi Mei 2019
Sebelum Beroperasi, Semua Masalah Harus Selesai
Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:14 wib
Personel Lanud  RSN Dites Urine

Personel Lanud RSN Dites Urine
Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:07 wib
Lima Puskesmas Belum Terakreditasi

Lima Puskesmas Belum Terakreditasi
Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:06 wib
Polsek Payung Sekaki
Lagi, Barang Bukti Sabu 22,27 Gram Dimusnahkan
Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:03 wib
Omzet Penjual Ayam Turun

Omzet Penjual Ayam Turun
Selasa, 16 Oktober 2018 - 09:11 wib

Program Ikkon Kembangkan 4 Sektor
Selasa, 15 Oktober 2018 - 20:00 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Pemerintah Tak Solid Putuskan Kenaikan Premium

Senin, 15 Oktober 2018 - 16:12 WIB

PT Bimalyndo Hajar  Aswad Resmi Beroperasi

Senin, 15 Oktober 2018 - 14:23 WIB

Tingkatkan Kompetensi dan Profesionalisme Konsultan

Senin, 15 Oktober 2018 - 14:12 WIB

35 Ribu Pekerja Rentan Dilindungi BPJS TK-Bank Riau-Kepri
Bidik Nilai Kontrak 25 Juta Dolar AS

Jumat, 12 Oktober 2018 - 15:43 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us