Wonderful Indonesia
Yuk, Move On dari Fobia
Senin, 30 April 2018 - 12:02 WIB > Dibaca 3663 kali Print | Komentar
Yuk, Move On dari Fobia
Psikolog Auliya Syaf MPsi Psi. (FOTO KOLEKSI PRIBADI)
PEKANBARU (RIAUPOS-CO) - Ladies punya fobia terhadap sesuatu nggak? Misalnya terhadap kegelapan, takut pada binatang dan hal-hal lainnya? Biasanya, setiap kita memiliki satu fobia terhadap hal yang berbeda-beda. Sebagian bisa melawan rasa takutnya. Tapi sebagian lagi justru tidak bisa move on. Sampai-sampai fobianya mengganggu kegiatan sehari-hari lho. Wah, nggak banget tuh. Biar lebih jelas soal fobia, yuk kita simak ulasan Ladies kali ini.

Fobia sendiri adalah  ketakutan atau kecemasan terhadap suatu objek atau situasi tertentu. Seperti yang disebut di atas, misalnya takut pada binatang dan nggak jarang pada hal-hal aneh yang sebenarnya sama sekali nggak menakutkan.

Ladies sudah tahu belum penyebab terjadinya fobia ini? Menurut salah satu psikolog di Pekanbaru, Auliya Syaf MPsi Psi, banyak hal yang menyebabkannya. Namun, kejelasannya memang belum diketahui secara pasti.

"Fobia bisa disebabkan oleh rasa trauma terhadap sesuatu. Biasanya berkaitan dengan pengalaman buruk yang pernah dialami. Penyebab lainnya bisa karena perubahan yang terjadi pada fungsi otak. Faktor genetik dan lingkungan pun memberi andil seseorang bisa mengalami fobia," paparnya.

Yang umum terjadi ialah karena faktor traumatis. Misalnya, seseorang takut pada kambing karena pernah dikejar dan diseruduk oleh kambing di masa lalu. Takut pada ketinggian karena pernah jatuh dan mengalami hal yang tidak menyenangkan. Pengalaman tersebut terus teringat dalam memori. Sehingga membuat seseorang menjadi enggan untuk mendekati hal-hal yang dianggap memberikan pengalaman buruk tersebut.

Memori akan hal tersebutlah yang akhirnya membuat seseorang merasa takut atau cemas. Dalam beberapa kasus, kecemasan dan ketakutan yang terjadi bahkan sudah mengganggu dan membuat seseorang menjadi benar-benar enggan untuk berhadapan dengan situasi atau pun benda yang mereka takuti. Respon seperti menangis, teriak bahkan pingsan bisa terjadi jika seseorang memiliki fobia yang berlebihan.

"Fobia dikatakan mengganggu apabila objek atau situasi yang ditakuti atau dicemaskan, sudah mengganggu kehidupan dirinya. Dalam arti mengganggu kegiatan sehari-hari yang meliputi pekerjaan, pendidikan, sosial. Sampai kepada kegiatan yang memerlukan interaksi dengan orang lain. Ini terjadi selama 6 bulan berturut-turut tanpa henti. Jika tak sengaja bertemu objek atau situasi tersebut, pasti akan selalu dihindari," lanjutnya.


KOMENTAR
Berita Update

Tercepat Rampungkan Dokumen Paspor CJH
Kamis, 24 Mei 2018 - 13:40 wib
ASN dan Swasta Terima THR H-12 Idul Fitri

ASN dan Swasta Terima THR H-12 Idul Fitri
Kamis, 24 Mei 2018 - 13:38 wib
Kemendagri Setujui Perda Pajak Pertalite

Kemendagri Setujui Perda Pajak Pertalite
Kamis, 24 Mei 2018 - 13:32 wib

Indonesia Runner-up
Kamis, 24 Mei 2018 - 13:22 wib
Pemuda 20 Tahun Jadi Bandar Narkoba

Pemuda 20 Tahun Jadi Bandar Narkoba
Kamis, 24 Mei 2018 - 13:09 wib

THR PNS Naik, Pensiunan Juga Dapat
Kamis, 24 Mei 2018 - 12:30 wib
Pendaftaran Liga 3 Dimulai

Pendaftaran Liga 3 Dimulai
Kamis, 24 Mei 2018 - 12:18 wib
Pemkab Lamban Eksekusi Pejabat Job Fit

Pemkab Lamban Eksekusi Pejabat Job Fit
Kamis, 24 Mei 2018 - 12:17 wib
Cari Berita
Ladies Terbaru
Sentuhan Elegan Warna Nude dan Shabby

Minggu, 20 Mei 2018 - 10:15 WIB

Jahitan Membuat Kelopak Semakin Mekar

Rabu, 16 Mei 2018 - 11:45 WIB

Bergelantungan with Style

Selasa, 15 Mei 2018 - 10:22 WIB

Rumahku, Photo Booth-ku

Minggu, 13 Mei 2018 - 09:20 WIB

Stay Young with Syar’i

Jumat, 11 Mei 2018 - 10:57 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us