Aliran Keluar Dana Asing Berlanjut
Kamis, 26 April 2018 - 11:57 WIB > Dibaca 420 kali Print | Komentar
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kegugupan pasar keuangan tidak hanya terlihat dari bergejolaknya nilai tukar. Indeks harga saham gabungan (IHSG) kemarin anjlok cukup dalam, yakni 2,4 persen, menuju level 6.079,85. Investor asing mencatat jual bersih (nett sell) Rp 1,96 triliun di seluruh pasar. Dalam sepekan terakhir, asing juga mencatat nett sell Rp3,65 triliun.

Beberapa hari belakangan, IHSG yang merupakan barometer papan utama pasar saham di bursa Jakarta memang sering bergerak di zona merah. Saham-saham di sektor keuangan terkoreksi paling dalam dengan penurunan 4,07 persen.

Selain karena penguatan dolar AS, jebloknya IHSG kemarin dibayangi gejolak harga minyak dunia. Dari dalam negeri, sentimen datang dari panjangnya hari libur nasional pada Juni mendatang yang mengakibatkan dana investor di pasar modal tidak berputar hingga 2 pekan. ”Saya rasa ini rekor bursa tutup selama itu tanpa ada kejadian luar biasa apa pun,” kata Dirut Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio di Jakarta kemarin.

Ekonom The Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudistira menilai, pendalaman pasar keuangan sangat diperlukan. Sebab, ketika tertiup sentimen negatif, nilai tukar maupun indeks saham masih mudah terguncang. Akibatnya, dana-dana asing pun keluar. ”Bagaimana tidak, 40 persen dana di pasar surat utang Indonesia itu milik asing. Lalu, di saham, 60 persen milik asing,” katanya.

Dia menyarankan pemerintah dan regulator agar membuat instrumen yang terjangkau dan beragam sehingga mampu memperbanyak dana investor lokal, terutama investor ritel, untuk masuk di pasar modal dan surat utang. Sementara itu, untuk menjaga nilai tukar agar lebih stabil, BI masih kesulitan jika berharap pelaku ekspor dan impor menggunakan mata uang lain seperti baht Thailand dan ringgit Malaysia untuk berbisnis.

Yang paling mungkin baru yuan alias renminbi Cina  yang menjadi favorit pebisnis. Sebab, likuiditasnya lebih banyak dan mudah dicari.

”Tapi, niat BI untuk me­ngampanyekan mata uang selain dolar AS itu bagus, cuma efeknya masih jangka panjang sekali dalam memengaruhi permintaan dolar AS di pasar,” urainya.

Direktur Treasury & International Banking PT Bank Mandiri Tbk Darmawan Ju­naid mengungkapkan, perbankan berupaya menyediakan likuiditas mata uang selain dolar AS. Di Bank Mandiri, transaksi dalam mata uang yuan merupakan valas kedua terbesar yang difasilitasi Bank Mandiri.

Pada kuartal I 2018, transaksi dengan mata uang yuan tumbuh 59 persen dari periode yang sama tahun lalu. Jumlahnya mencapai CNY 601 juta. (rin/ken/c10/sof/das)
KOMENTAR
Berita Update
Bawaslu Tertibkan 246 APK Peserta Pemilu

Bawaslu Tertibkan 246 APK Peserta Pemilu
Jumat, 17 Januari 2019 - 16:32 wib
OPD Diminta Segera  Laksanakan Kegiatan

OPD Diminta Segera Laksanakan Kegiatan
Jumat, 17 Januari 2019 - 16:15 wib

Komitmen Naker Lokal Dipertanyakan
Jumat, 17 Januari 2019 - 16:00 wib

Pengrusak Atribut PD Dijebloskan ke Rutan
Jumat, 17 Januari 2019 - 15:35 wib
Puskesmas Tambusai Jadi Percontohan

Puskesmas Tambusai Jadi Percontohan
Jumat, 17 Januari 2019 - 15:30 wib
Pembangunan Roro  di Insit Hampir Rampung

Pembangunan Roro di Insit Hampir Rampung
Jumat, 17 Januari 2019 - 15:15 wib
TP4D Siap Lakukan Pendampingan

TP4D Siap Lakukan Pendampingan
Jumat, 17 Januari 2019 - 15:00 wib
Peran Camat dan Penghulu Turut Menentukan

Peran Camat dan Penghulu Turut Menentukan
Jumat, 17 Januari 2019 - 14:30 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Rumah Janda Diseruduk Mobil Travel

Kamis, 17 Januari 2019 - 12:30 WIB

Toyota New Avanza dan Veloz Lebih Mewah, Stylish dan Senyap
Kompetisi eSport Berhadiah Golden Ticket Grand Final Indonesia Master 2019
Batik Bono Tingkatkan Perekonomian Warga Pelalawan

Rabu, 16 Januari 2019 - 11:05 WIB

Rp2,91 Miliar Bangun Pasar Dua Kecamatan

Selasa, 15 Januari 2019 - 15:31 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini