Aliran Keluar Dana Asing Berlanjut
Kamis, 26 April 2018 - 11:57 WIB > Dibaca 363 kali Print | Komentar
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kegugupan pasar keuangan tidak hanya terlihat dari bergejolaknya nilai tukar. Indeks harga saham gabungan (IHSG) kemarin anjlok cukup dalam, yakni 2,4 persen, menuju level 6.079,85. Investor asing mencatat jual bersih (nett sell) Rp 1,96 triliun di seluruh pasar. Dalam sepekan terakhir, asing juga mencatat nett sell Rp3,65 triliun.

Beberapa hari belakangan, IHSG yang merupakan barometer papan utama pasar saham di bursa Jakarta memang sering bergerak di zona merah. Saham-saham di sektor keuangan terkoreksi paling dalam dengan penurunan 4,07 persen.

Selain karena penguatan dolar AS, jebloknya IHSG kemarin dibayangi gejolak harga minyak dunia. Dari dalam negeri, sentimen datang dari panjangnya hari libur nasional pada Juni mendatang yang mengakibatkan dana investor di pasar modal tidak berputar hingga 2 pekan. ”Saya rasa ini rekor bursa tutup selama itu tanpa ada kejadian luar biasa apa pun,” kata Dirut Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio di Jakarta kemarin.

Ekonom The Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudistira menilai, pendalaman pasar keuangan sangat diperlukan. Sebab, ketika tertiup sentimen negatif, nilai tukar maupun indeks saham masih mudah terguncang. Akibatnya, dana-dana asing pun keluar. ”Bagaimana tidak, 40 persen dana di pasar surat utang Indonesia itu milik asing. Lalu, di saham, 60 persen milik asing,” katanya.

Dia menyarankan pemerintah dan regulator agar membuat instrumen yang terjangkau dan beragam sehingga mampu memperbanyak dana investor lokal, terutama investor ritel, untuk masuk di pasar modal dan surat utang. Sementara itu, untuk menjaga nilai tukar agar lebih stabil, BI masih kesulitan jika berharap pelaku ekspor dan impor menggunakan mata uang lain seperti baht Thailand dan ringgit Malaysia untuk berbisnis.

Yang paling mungkin baru yuan alias renminbi Cina  yang menjadi favorit pebisnis. Sebab, likuiditasnya lebih banyak dan mudah dicari.

”Tapi, niat BI untuk me­ngampanyekan mata uang selain dolar AS itu bagus, cuma efeknya masih jangka panjang sekali dalam memengaruhi permintaan dolar AS di pasar,” urainya.

Direktur Treasury & International Banking PT Bank Mandiri Tbk Darmawan Ju­naid mengungkapkan, perbankan berupaya menyediakan likuiditas mata uang selain dolar AS. Di Bank Mandiri, transaksi dalam mata uang yuan merupakan valas kedua terbesar yang difasilitasi Bank Mandiri.

Pada kuartal I 2018, transaksi dengan mata uang yuan tumbuh 59 persen dari periode yang sama tahun lalu. Jumlahnya mencapai CNY 601 juta. (rin/ken/c10/sof/das)
KOMENTAR
Berita Update

Pagi Ini, Tablig Akbar UAS dan Launching ATM Beras
Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:44 wib

Dua Pelaku Gembos Ban Diringkus Usai Curi Tas Guru
Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:35 wib
Pelaku Curanmor Terekam CCTV saat Beraksi

Pelaku Curanmor Terekam CCTV saat Beraksi
Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:32 wib
Masterplan Drainase Diusulkan di APBD 2019

Masterplan Drainase Diusulkan di APBD 2019
Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:26 wib

Masyarakat Diminta Sukseskan TMMD
Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:23 wib
Tertinggi Kecamatan Tenayan Raya
Jumlah Penderita DBD Bertambah Enam Orang
Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:07 wib
Personel Lanud  RSN Dites Urine

Personel Lanud RSN Dites Urine
Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:07 wib
Lima Puskesmas Belum Terakreditasi

Lima Puskesmas Belum Terakreditasi
Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:06 wib
Polsek Payung Sekaki
Lagi, Barang Bukti Sabu 22,27 Gram Dimusnahkan
Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:03 wib
Omzet Penjual Ayam Turun

Omzet Penjual Ayam Turun
Selasa, 16 Oktober 2018 - 09:11 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Pemerintah Tak Solid Putuskan Kenaikan Premium

Senin, 15 Oktober 2018 - 16:12 WIB

PT Bimalyndo Hajar  Aswad Resmi Beroperasi

Senin, 15 Oktober 2018 - 14:23 WIB

Tingkatkan Kompetensi dan Profesionalisme Konsultan

Senin, 15 Oktober 2018 - 14:12 WIB

35 Ribu Pekerja Rentan Dilindungi BPJS TK-Bank Riau-Kepri
Bidik Nilai Kontrak 25 Juta Dolar AS

Jumat, 12 Oktober 2018 - 15:43 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us