Ekonomi Amerika Serikat Membaik, Rupiah Melemah
Kamis, 26 April 2018 - 09:19 WIB > Dibaca 571 kali Print | Komentar
Ekonomi Amerika Serikat Membaik, Rupiah Melemah
Ilustrasi.
SEMARANG (RIAUPOS.CO)  - Pengamat ekonomi Tony Prasetiantono menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhada dolar AS lebih diakibatkan faktor luar atau eksternal. Sementara faktor internal tidak begitu memberi tekanan yang signifikan.

Tony menyebut faktor eksternal itu adalah kondisi ekonomi Amerika Serikat yang sedang membaik. "Masalah rupiah belakangan ini melemah dan kita anggap melampaui batas psikologis. Kita tahu penyebabnya ada internal dan eksternal. Paling banyak disorot eksternal," ujarnya di Semarang, Kamis (26/4/2018).

Perbaikan ekonomi Amerika tecermin pada pertumbuhan ekonomi yang mencapai 2,2 persen sepanjang 2017. "Faktor eksternal semua orang tahu Amerika ekonominya sangat baik saat ini. (Pertumbuhan ekonomi) Ini sangat tinggi," tuturnya.

Selain itu, inflasi AS juga tercatat sebesar 2 persen. "Mereka tak mau (inflasi) terlalu rendah artinya gairah belanja rendah. Tidak mau tinggi juga karena mengurangi purchasing power," sambungnya.

Dari sisi angka pengangguran, AS tercata pada angka 4,1 persen dari total penduduk. Jumlah itu turun signifikan dibanding saat Amerika mengalami krisis pada tahun 2009-2010. "Padahal pengangguran di Amerika itu tetap. Karena pada waktu krisis 2009-2010 itu 10 persen. Obama bisa menurunkan jadi 4,6 persen dan Trump jadi 4,1 persen," jelas dia.

Selain itu, penjualan mobil di Amerika 17,2 juta unit per tahun. Hanya saja, yang menjadi masalah Amerika adalah defisit perdagangannya tidak memuaskan. Hal itu lantas memicu perang dagang dengan Cina.

Dengan demikian, prestasi Presiden AS Donald Trump tersebut ikut berdampak pada pelemahan rupiah terhadap Dolar AS. Dia berharap dampak tersebut bisa segera berakhir dan membawa stabilitas terhadap rupiah.

"Nah, semua masalah ini berujung pada confidence ekonomi Indonesia yang menciptakan capital outflow. Inilah penjelasan singkat kenapa rupiah melemah," terangnya. "Saya bingung Trump dibilang jelek tapi dari statistik ini dia bagus," tutupnya.(hap) 

Sumber: JPG
Editor: Fopin A Sinaga
KOMENTAR
Berita Update
GAMEZ FREE FIRE COMPETITION
Kompetisi eSport Berhadiah Golden Ticket Grand Final Indonesia Master 2019
Rabu, 16 Januari 2019 - 18:02 wib
Masyarakat Keluhkan Banyak Jalan Rusak

Masyarakat Keluhkan Banyak Jalan Rusak
Rabu, 16 Januari 2019 - 17:15 wib

Piala Adipura Diarak di Kota Bangkinang
Rabu, 16 Januari 2019 - 17:00 wib
Dewan Minta Pemkab  Perhatikan Guru Komite

Dewan Minta Pemkab Perhatikan Guru Komite
Rabu, 16 Januari 2019 - 16:30 wib
Pengurus OPSI  Riau dimintai keterangan di kantor Satpol PP Pekanbaru
Dugaan LGBT
Pengurus OPSI Riau dimintai keterangan di kantor Satpol PP Pekanbaru
Rabu, 16 Januari 2019 - 15:43 wib
Kepergok Curi Besi Tua, Pria 46 Tahun Diamankan

Kepergok Curi Besi Tua, Pria 46 Tahun Diamankan
Rabu, 16 Januari 2019 - 15:40 wib
Jangan Daratan Terus, Pesisir Juga Perlu Dilihat
TUAN RUMAH PORPROV X
Jangan Daratan Terus, Pesisir Juga Perlu Dilihat
Rabu, 16 Januari 2019 - 15:30 wib
Harga Beras Turun Rp500 per Kilogram
Beras Impor Masih Diburu
Harga Beras Turun Rp500 per Kilogram
Rabu, 16 Januari 2019 - 15:15 wib
372 Ekor  Sapi  Dihibahkan Tahun Ini

372 Ekor Sapi Dihibahkan Tahun Ini
Rabu, 16 Januari 2019 - 15:00 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Toyota New Avanza dan Veloz Lebih Mewah, Stylish dan Senyap
Kompetisi eSport Berhadiah Golden Ticket Grand Final Indonesia Master 2019
Batik Bono Tingkatkan Perekonomian Warga Pelalawan

Rabu, 16 Januari 2019 - 11:05 WIB

Rp2,91 Miliar Bangun Pasar Dua Kecamatan

Selasa, 15 Januari 2019 - 15:31 WIB

2019, Kebangkitan Industri Properti

Selasa, 15 Januari 2019 - 14:23 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us