Ekonomi Amerika Serikat Membaik, Rupiah Melemah
Kamis, 26 April 2018 - 09:19 WIB > Dibaca 499 kali Print | Komentar
Ekonomi Amerika Serikat Membaik, Rupiah Melemah
Ilustrasi.
SEMARANG (RIAUPOS.CO)  - Pengamat ekonomi Tony Prasetiantono menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhada dolar AS lebih diakibatkan faktor luar atau eksternal. Sementara faktor internal tidak begitu memberi tekanan yang signifikan.

Tony menyebut faktor eksternal itu adalah kondisi ekonomi Amerika Serikat yang sedang membaik. "Masalah rupiah belakangan ini melemah dan kita anggap melampaui batas psikologis. Kita tahu penyebabnya ada internal dan eksternal. Paling banyak disorot eksternal," ujarnya di Semarang, Kamis (26/4/2018).

Perbaikan ekonomi Amerika tecermin pada pertumbuhan ekonomi yang mencapai 2,2 persen sepanjang 2017. "Faktor eksternal semua orang tahu Amerika ekonominya sangat baik saat ini. (Pertumbuhan ekonomi) Ini sangat tinggi," tuturnya.

Selain itu, inflasi AS juga tercatat sebesar 2 persen. "Mereka tak mau (inflasi) terlalu rendah artinya gairah belanja rendah. Tidak mau tinggi juga karena mengurangi purchasing power," sambungnya.

Dari sisi angka pengangguran, AS tercata pada angka 4,1 persen dari total penduduk. Jumlah itu turun signifikan dibanding saat Amerika mengalami krisis pada tahun 2009-2010. "Padahal pengangguran di Amerika itu tetap. Karena pada waktu krisis 2009-2010 itu 10 persen. Obama bisa menurunkan jadi 4,6 persen dan Trump jadi 4,1 persen," jelas dia.

Selain itu, penjualan mobil di Amerika 17,2 juta unit per tahun. Hanya saja, yang menjadi masalah Amerika adalah defisit perdagangannya tidak memuaskan. Hal itu lantas memicu perang dagang dengan Cina.

Dengan demikian, prestasi Presiden AS Donald Trump tersebut ikut berdampak pada pelemahan rupiah terhadap Dolar AS. Dia berharap dampak tersebut bisa segera berakhir dan membawa stabilitas terhadap rupiah.

"Nah, semua masalah ini berujung pada confidence ekonomi Indonesia yang menciptakan capital outflow. Inilah penjelasan singkat kenapa rupiah melemah," terangnya. "Saya bingung Trump dibilang jelek tapi dari statistik ini dia bagus," tutupnya.(hap) 

Sumber: JPG
Editor: Fopin A Sinaga
KOMENTAR
Berita Update
Pembobol Ritel Masih Dicari

Pembobol Ritel Masih Dicari
Senin, 22 Oktober 2018 - 10:26 wib
DPO Curanmor Dibekuk Berkat Rekaman CCTV

DPO Curanmor Dibekuk Berkat Rekaman CCTV
Senin, 22 Oktober 2018 - 09:59 wib
Pencaker Tak Sabar Tunggu Panggilan Perusahaan
Job Fair 2018
Pencaker Tak Sabar Tunggu Panggilan Perusahaan
Senin, 22 Oktober 2018 - 09:55 wib
Minta Pemerintah Rawat Stadion Utama Riau

Minta Pemerintah Rawat Stadion Utama Riau
Senin, 22 Oktober 2018 - 09:45 wib

SMA Witama Gelar EduFair
Senin, 22 Oktober 2018 - 09:27 wib

Tak Ada Paksaan Ikut Manasik di KBIH
Senin, 22 Oktober 2018 - 09:09 wib

Sebagian Jalan Garuda Sakti Bertambah Rusak dan Berdebu
Senin, 22 Oktober 2018 - 09:01 wib

Harga Daging Ayam dan Cabai Berangsur Normal
Senin, 22 Oktober 2018 - 08:43 wib

IKA UNRI Satukan Potensi Bangun Riau dan Indonesia
Senin, 21 Oktober 2018 - 22:19 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Swasta yang Mengerjakan Pembangunan  Infrastruktur Perlu Insentif
BRK Raih Dua  Penghargaan  DataGovAi Award 2018

Jumat, 19 Oktober 2018 - 14:05 WIB

Penjualan Daihatsu Konsisten Hingga September 2018

Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:35 WIB

Hotel Royal Asnof  Tawarkan Promo Oktober

Jumat, 19 Oktober 2018 - 11:43 WIB

Cinemaxx Living World Hadirkan Dua Gold Studio

Jumat, 19 Oktober 2018 - 11:32 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us