Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
Dihukum 15 Tahun, Setnov Kaget
Rabu, 25 April 2018 - 11:00 WIB > Dibaca 5326 kali Print | Komentar
Dihukum 15 Tahun, Setnov Kaget
SIDANG: Setya Novanto (Setnov) usai menjalani sidang putusan kasus korupsi KTP-el di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (24/4/2018). Majelis hakim memvonis Setnov dengan hukuman 15 tahun penjara. (ISMAIL POHAN/JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Setya Novanto (Setnov) mencatat sejarah. Dia menjadi mantan ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pertama yang divonis bersalah melakukan korupsi di pengadilan tindak pidana korupsi (tipikor). Itu setelah majelis hakim pengadilan tipikor pada Pe­ngadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa (24/4) memvonis Setnov bersalah dalam perkara rasuah proyek KTP-el tahun anggaran 2011-2012.

Pada 2002 silam, Akbar Tandjung selaku ketua DPR juga pernah divonis bersalah dan dihukum empat tahun penjara atas kasus dana nonbujeter Bulog Rp40 miliar. Namun, dua tahun kemudian, tepatnya pada 2 Februari 2004, majelis hakim kasasi menganulir putusan tersebut. Akbar akhirnya dinyatakan bebas.

Dalam kasus KTP-el, majelis hakim yang diketuai Yanto menjatuhkan hukuman penjara 15 tahun dan denda Rp500 juta subsider tiga bulan kurungan. Serta membayar uang pengganti 7,3 juta dolar AS atau sekitar Rp101 miliar dikurangi Rp5 miliar (uang yang dikembalikan ke KPK) yang harus dibayarkan satu bulan setelah putusan tersebut berkekuatan hukum tetap (inkracht). Apabila uang pengganti itu tidak dibayar, aset Setnov akan disita dan dilelang oleh negara sebagai gantinya.

”Dalam hal terdakwa tidak memiliki harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut maka terdakwa (Setnov) dipidana penjara selama dua tahun,” ujar Yanto dalam amar putusan yang dibacakan di persidangan.

Bukan hanya itu, mantan ketua umum Partai Golkar itu juga divonis pidana tambahan berupa pencabutan hak untuk menduduki jabatan publik selama lima tahun.  ”Terhitung sejak terpidana selesai menjalani masa pemidanaan,” imbuh Yanto.

Hal meringankan menurut hakim lantaran Setnov berlaku sopan selama di persidangan. Vonis penjara Setnov kemarin lebih ringan satu tahun dibanding tuntutan jaksa sebelumnya. Begitu pula dengan pidana denda yang separuh lebih sedikit. Sebelumnya, jaksa menuntut Setnov pidana penjara 16 tahun dan denda Rp1 miliar subsider enam bulan kurungan.

Mendengar putusan itu, Setnov mengaku shock. Dia menyebut pertimbangan hakim tidak sesuai dengan fakta persidangan. Meski demikian, suami Deisti Astriani Tagor itu tetap menghormati putusan hakim. Dia masih akan berkonsultasi dengan pihak keluarga sebelum memutuskan banding atau menerima putusan tersebut. ”Saya lagi minta waktu untuk pelajari dan konsultasi dengan keluarga,” tuturnya usai sidang.

Meski divonis bersalah, Setnov tetap mengaku tidak tahu soal penerimaan uang 7,3 juta dolar AS yang disebut sebagai kerugian negara. Hal itulah yang membuat bapak dua anak itu kaget ketika mendengar putusan hakim.

”Dari awal tidak pernah mengikuti dan tidak mengetahui (uang 7,3 juta dolar AS), dan tentu inilah yang saya kaget,” papar politikus kelahiran Bandung itu.


KOMENTAR
Berita Update
POLISI AMANKAN DELAPAN ORANG
Lima Terduga Teroris di Dumai Dibawa ke Jakarta Pascateror Mapolda Riau
Senin, 21 Mei 2018 - 21:00 wib
BERNILAI USD 100 RIBU
Keponakan Novanto Akui Berikan Uang Panas e-KTP ke Waketum Demokrat
Senin, 21 Mei 2018 - 20:30 wib
MESKI MEMBANTAH
Mensos Idrus Marham Tiba-tiba Sambangi KPK, Ternyata Ini Kasusnya
Senin, 21 Mei 2018 - 20:15 wib
TIMBULKAN POLEMIK
Menteri Agama Mohon Maaf soal Daftar 200 Mubalig
Senin, 21 Mei 2018 - 20:00 wib
ASAL USUL BELUM DIKETAHUI
Video Pria Salat di Tengah Jalan Viral, Lurah Kelapa Gading Bilang Begini
Senin, 21 Mei 2018 - 19:50 wib
MESKI AKUI PERNAH BERSTATUS PERWIRA
Polri Bantah Video Rizieq Sebut Teroris Diciptakan Anggota Brimob
Senin, 21 Mei 2018 - 19:30 wib
KASUS KORUPSI PENERBITAN SKL
Syafruddin Lepas Tanggung Jawab soal Pelunasan Utang BLBI, Ini Alasannya
Senin, 21 Mei 2018 - 19:20 wib
MESKI KONDISI SUDAH MEMBAIK
Leher Tertebas, Polisi Korban Penyerangan Mapolda Riau Masih Dirawat di RS
Senin, 21 Mei 2018 - 19:10 wib
BERAGENDAKAN PEMBACAAN TUNTUTAN
Sidang Tuntutan Tio Pakusadewo Ditunda hingga Pekan Depan, Alasannya...
Senin, 21 Mei 2018 - 19:00 wib
KUNJUNGAN KE PADANG
Tagar #2019GantiPresiden Banjiri Unggahan Foto Jokowi oleh Gubernur Sumbar
Senin, 21 Mei 2018 - 18:50 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Lima Terduga Teroris di Dumai Dibawa ke Jakarta Pascateror Mapolda Riau
Keponakan Novanto Akui Berikan Uang Panas e-KTP ke Waketum Demokrat
Mensos Idrus Marham Tiba-tiba Sambangi KPK, Ternyata Ini Kasusnya
Polri Bantah Video Rizieq Sebut Teroris Diciptakan Anggota Brimob
Syafruddin Lepas Tanggung Jawab soal Pelunasan Utang BLBI, Ini Alasannya
Sagang Online
loading...
Follow Us