Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
TOTAL KERUGIAN RP34 M
Periksa DJ dan 5 Saksi, KPK Dalami Korupsi Pembangunan Kampus IPDN Sumbar
Kamis, 19 April 2018 - 17:30 WIB > Dibaca 411 kali Print | Komentar
Periksa DJ dan 5 Saksi, KPK Dalami Korupsi Pembangunan Kampus IPDN Sumbar
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pemeriksaan terhadap tersangka Dudy Jocom (DJ) diagendakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal itu terkait kasus pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan pembangunan gedung kampus IPDN Prov Sumbar, Kabupaten Agam, pada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) 2011.

“Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai tersangka,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah kepada awak media, Kamis (19/4/2018).

Di samping itu, penyidik KPK juga memanggil lima orang saksi untuk DJ, di antaranya Direktur PT Proteksindo Utama Erwina Surya Setiawaty, dan pemilik PT Sinarindo Mega Perkasa Muhammad Ali Duppa.

Selanjutnya, Direktur PT Jagat Interindo Amir Phendy dan pemilik PT Mondilla bersaudara Maridin Jamil. Adapun Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Sekretariat Jenderal (Setjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Dudy Jocom dan mantan General Manager Divisi Gedung PT Hutama Karya Budi Rachmat Kurniawan sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik KPK.

Keduanya diduga melakukan perbuatan hukum dan menyalahgunakan wewenang dalam proyek pembangunan gedung Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada 2011.

Total kerugian negara yang diketahui dalam dugaan tindak pidana tersebut mencapai Rp34 miliar, dari total nilai proyek seluruhnya sebesar Rp125 miliar. Keduanya diduga melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana. (ipp)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama

KOMENTAR
Berita Update
POLISI AMANKAN DELAPAN ORANG
Lima Terduga Teroris di Dumai Dibawa ke Jakarta Pascateror Mapolda Riau
Senin, 21 Mei 2018 - 21:00 wib
BERNILAI USD 100 RIBU
Keponakan Novanto Akui Berikan Uang Panas e-KTP ke Waketum Demokrat
Senin, 21 Mei 2018 - 20:30 wib
MESKI MEMBANTAH
Mensos Idrus Marham Tiba-tiba Sambangi KPK, Ternyata Ini Kasusnya
Senin, 21 Mei 2018 - 20:15 wib
TIMBULKAN POLEMIK
Menteri Agama Mohon Maaf soal Daftar 200 Mubalig
Senin, 21 Mei 2018 - 20:00 wib
ASAL USUL BELUM DIKETAHUI
Video Pria Salat di Tengah Jalan Viral, Lurah Kelapa Gading Bilang Begini
Senin, 21 Mei 2018 - 19:50 wib
MESKI AKUI PERNAH BERSTATUS PERWIRA
Polri Bantah Video Rizieq Sebut Teroris Diciptakan Anggota Brimob
Senin, 21 Mei 2018 - 19:30 wib
KASUS KORUPSI PENERBITAN SKL
Syafruddin Lepas Tanggung Jawab soal Pelunasan Utang BLBI, Ini Alasannya
Senin, 21 Mei 2018 - 19:20 wib
MESKI KONDISI SUDAH MEMBAIK
Leher Tertebas, Polisi Korban Penyerangan Mapolda Riau Masih Dirawat di RS
Senin, 21 Mei 2018 - 19:10 wib
BERAGENDAKAN PEMBACAAN TUNTUTAN
Sidang Tuntutan Tio Pakusadewo Ditunda hingga Pekan Depan, Alasannya...
Senin, 21 Mei 2018 - 19:00 wib
KUNJUNGAN KE PADANG
Tagar #2019GantiPresiden Banjiri Unggahan Foto Jokowi oleh Gubernur Sumbar
Senin, 21 Mei 2018 - 18:50 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Lima Terduga Teroris di Dumai Dibawa ke Jakarta Pascateror Mapolda Riau
Keponakan Novanto Akui Berikan Uang Panas e-KTP ke Waketum Demokrat
Mensos Idrus Marham Tiba-tiba Sambangi KPK, Ternyata Ini Kasusnya
Polri Bantah Video Rizieq Sebut Teroris Diciptakan Anggota Brimob
Syafruddin Lepas Tanggung Jawab soal Pelunasan Utang BLBI, Ini Alasannya
Sagang Online
loading...
Follow Us