SIKAPI PERMINTAAN MENTERI YOHANA
Usulan Kenaikan Batasan Usia Boleh Nikah Didukung KPAI, Ini Alasannya
Rabu, 18 April 2018 - 19:10 WIB > Dibaca 521 kali Print | Komentar
Usulan Kenaikan Batasan Usia Boleh Nikah Didukung KPAI, Ini Alasannya
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Usulan pemerintah untuk merevisi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan mendapat dukungan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Terlebih, batas usia seseorang diizinkan menikah perlu dinaikkan guna melindungi hak anak dan mencegah pernikahan dini.

"KPAI pada posisi menentang perkawinan anak. Bahkan, kami mendorong menaikkan usia anak. Perempuan dari usia 16 tahun ke 18 tahun, laki-laki dari 19 tahun ke 21 tahun. Karena itu usia yang baik," ujar Komisioner KPAI Retno Listyarti di Jakarta, Rabu (18/4/2018).

Dia memandang, pernikahan dini dan perkawinan anak melanggar hak-hak anak. Kata dia lagi, ada banyak hak yang dilanggar dengan pernikahan dini, di antaranya hak atas pendidikan, hak atas kesehatan, serta hak anak menggali potensi untuk mengembangkan diri.

“Nah ini kan (pernikahan dini) sudah sibuk ngurus anak,” jelasnya.

Di sisi lain, dia melihat masih ada risiko lain yang akan terjadi akibat perkawinan anak. Misalnya, kematian ibu melahirkan di usia muda karena belum siapnya reproduksi. Kemudian, kekerasan dalam rumah tangga bisa terjadi pada pasangan yang menikah muda.

“Karena anak punya anak emosinya lebih tidak terkontrol karena tidak siap,” tuntasnya.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Yohana Yembise sebelumnya meminta Komisi VIII DPR memberi perhatian terhadap usulan revisi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, terutama pasal yang mengatur batas usia perkawinan.

Adapun usulan perubahan UU Perkawinan telah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2015-2019. Akan tetapi, undang-undang itu tidak masuk prioritas 2018.(put/ce1)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
Pemerintah Tak Solid Putuskan Kenaikan Premium

Pemerintah Tak Solid Putuskan Kenaikan Premium
Senin, 15 Oktober 2018 - 16:12 wib
Tunjangan Transportasi Dewan Rp12,75 Juta Per Bulan

Tunjangan Transportasi Dewan Rp12,75 Juta Per Bulan
Senin, 15 Oktober 2018 - 16:00 wib
Bayi Meninggal  karena Virus Rubbela

Bayi Meninggal karena Virus Rubbela
Senin, 15 Oktober 2018 - 15:57 wib
KPU Sebut Tak Ada yang Salah
Dugaan Tindak Pidana Pemilu Kepala Daerah
KPU Sebut Tak Ada yang Salah
Senin, 15 Oktober 2018 - 15:48 wib
Anjurkan Kampanye Negatif, Tapi Haramkan Black Campaign

Anjurkan Kampanye Negatif, Tapi Haramkan Black Campaign
Senin, 15 Oktober 2018 - 15:32 wib

Mengenali Politisi Spanduk
Senin, 15 Oktober 2018 - 15:12 wib
Pemprov Siapkan Bonus Peraih Medali Asian Para Games

Pemprov Siapkan Bonus Peraih Medali Asian Para Games
Senin, 15 Oktober 2018 - 15:00 wib
Kampus Politeknik LP3I Bandung Program D2 Pekanbaru
Hasilkan Alumni Berkualitas, Profesional, dan Siap Kerja
Senin, 15 Oktober 2018 - 14:53 wib
Diunggulkan, Gafar Jadikan Tantangan

Diunggulkan, Gafar Jadikan Tantangan
Senin, 15 Oktober 2018 - 14:32 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Rupiah Anjlok, Perbankan Diminta Jangan Terlalu Panik
Perumahan Tenggelam Jadi Memorial Park

Rabu, 10 Oktober 2018 - 13:22 WIB

5 Ribu Korban Belum Ditemukan

Senin, 08 Oktober 2018 - 13:12 WIB

Perumnas Balaroa Jadi Kuburan Massal

Sabtu, 06 Oktober 2018 - 14:38 WIB

Bantuan Gempa  Palu Belum Merata

Jumat, 05 Oktober 2018 - 17:12 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us