SIKAPI PERMINTAAN MENTERI YOHANA
Usulan Kenaikan Batasan Usia Boleh Nikah Didukung KPAI, Ini Alasannya
Rabu, 18 April 2018 - 19:10 WIB > Dibaca 603 kali Print | Komentar
Usulan Kenaikan Batasan Usia Boleh Nikah Didukung KPAI, Ini Alasannya
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Usulan pemerintah untuk merevisi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan mendapat dukungan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Terlebih, batas usia seseorang diizinkan menikah perlu dinaikkan guna melindungi hak anak dan mencegah pernikahan dini.

"KPAI pada posisi menentang perkawinan anak. Bahkan, kami mendorong menaikkan usia anak. Perempuan dari usia 16 tahun ke 18 tahun, laki-laki dari 19 tahun ke 21 tahun. Karena itu usia yang baik," ujar Komisioner KPAI Retno Listyarti di Jakarta, Rabu (18/4/2018).

Dia memandang, pernikahan dini dan perkawinan anak melanggar hak-hak anak. Kata dia lagi, ada banyak hak yang dilanggar dengan pernikahan dini, di antaranya hak atas pendidikan, hak atas kesehatan, serta hak anak menggali potensi untuk mengembangkan diri.

“Nah ini kan (pernikahan dini) sudah sibuk ngurus anak,” jelasnya.

Di sisi lain, dia melihat masih ada risiko lain yang akan terjadi akibat perkawinan anak. Misalnya, kematian ibu melahirkan di usia muda karena belum siapnya reproduksi. Kemudian, kekerasan dalam rumah tangga bisa terjadi pada pasangan yang menikah muda.

“Karena anak punya anak emosinya lebih tidak terkontrol karena tidak siap,” tuntasnya.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Yohana Yembise sebelumnya meminta Komisi VIII DPR memberi perhatian terhadap usulan revisi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, terutama pasal yang mengatur batas usia perkawinan.

Adapun usulan perubahan UU Perkawinan telah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2015-2019. Akan tetapi, undang-undang itu tidak masuk prioritas 2018.(put/ce1)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
Meranti Ditawarkan Jadi Kota Jaringan Gas

Meranti Ditawarkan Jadi Kota Jaringan Gas
Senin, 21 Januari 2019 - 15:15 wib
MUI, Mubalig dan BPPOM Diminta Turun Tangan

MUI, Mubalig dan BPPOM Diminta Turun Tangan
Senin, 21 Januari 2019 - 15:05 wib
Selektif Sebarkan Berita di Media Sosial

Selektif Sebarkan Berita di Media Sosial
Senin, 21 Januari 2019 - 14:45 wib
Pemprov Diminta Benahi Manajemen RSUD AA

Pemprov Diminta Benahi Manajemen RSUD AA
Senin, 21 Januari 2019 - 14:30 wib
Mahasiswa Pekanbaru Edarkan Sabu di Dumai

Mahasiswa Pekanbaru Edarkan Sabu di Dumai
Senin, 21 Januari 2019 - 14:15 wib

Foto Harimau Dumai Ternyata Palsu
Senin, 21 Januari 2019 - 14:07 wib
Penyidik Minta Keterangan Saksi Ahli
Korupsi Dana Hibah Bengkalis
Penyidik Minta Keterangan Saksi Ahli
Senin, 21 Januari 2019 - 14:00 wib
324 CPNS Diingatkan  Jangan Lalai

324 CPNS Diingatkan Jangan Lalai
Senin, 21 Januari 2019 - 13:50 wib
Lubang Jalan Purwodadi Membahayakan

Lubang Jalan Purwodadi Membahayakan
Senin, 21 Januari 2019 - 13:15 wib

Menunggu Nama Jembatan Siak IV
Senin, 21 Januari 2019 - 13:10 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Bupati Temui Kemenristek Dikti

Senin, 21 Januari 2019 - 11:05 WIB

Caesar Dicurigai Ada Kecurangan

Minggu, 20 Januari 2019 - 11:29 WIB

Supermoon, Waspada Pasang Maksimum Air Laut

Minggu, 20 Januari 2019 - 11:24 WIB

Andini Bertemu Menteri Susi di Jakarta

Minggu, 20 Januari 2019 - 11:13 WIB

BPIH Pakai Dolar AS Bisa Bermuatan Politis

Sabtu, 19 Januari 2019 - 12:00 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us