Riau Pos berupaya menjembatani aspirasi pembaca atau masyarakat Riau pada umumnya. Jika itu berbentuk keluhan terhadap pemerintah daerah, Riau Pos akan menyiapkan liputannya dan diterbitkan di halaman ini. Termasuk instansi lain. Tentunya melalui kaedah atau etika yang sudah ditentukan. Dan Riau Pos berhak untuk memilih mana yang ditindaklanjuti dan yang mana tidak dengan berbagai pertimbangan. Kami juga akan mengedit seperlunya aspirasi pembaca yang dimuat, tanpa mengurangi/menghilangkan substansi isi. Untuk menyampaikan aspirasinya, silahkan kirim pesan teks atau foto, atau keduanya melalui:WA: 081334159333. Email/FB: riaupos.interaktif@gmail.com IG: @riaupos_interaktif, Twitter: @riaupos2017. Path: @riaupos2017.
Biaya Pelatihan Dibebankan Rp300 Ribu
Rabu, 18 April 2018 - 09:27 WIB > Dibaca 459 kali Print | Komentar
PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Pelalawan Drs H Syafruddin Syafar MSi membantah adanya pungutan yang mengatasnamakan Disdik Pelalawan.

Pihaknya akan segera turun ke lapangan untuk melakukan pelacakan terhadap oknum yang mengatasnamakan Disdik Pelalawan melakukan pungutan tidak resmi tersebut. ‘‘Kami akan segera turun. Hanya saja, jika pungutan ini dilakukan sesuai kesepakatan untuk kepentingan para guru maka tidak dapat dipermasalahkan. Jika pengutan ini dilakukan untuk kepentingan pribadi, itu sudah menyangkut masalah hukum,’’ ujarnya.

Ini sudah menyangkut nama baik daerah. Diharapkan  para guru baik honorer maupun ASN dapat bersabar hingga hasil investigasi diketahui. ‘’Kami juga memastikan mulai saat ini, tidak akan terjadi lagi pungutan apapun terhadap para guru yang dikemas dalam bentuk kegiatan khususnya kegiatan yang dibiayai oleh dana APBD Pelalawan,’’ tuturnya.

Ribuan guru ASN serta honorer di Kabupaten Pelalawan khususnya penerima dana sertifikasi mengeluh karena dikenakan biaya pungutan tidak resmi yang dilakukan oleh oknum yang mangatasnamakan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Pelalawan.

Berbagai dalih, para guru ASN serta honorer ini dipaksa harus membayar pungutan tidak resmi sebesar Rp300 ribu. ‘’Pungutan ini telah dilakukan setiap tahun. Pemotongan biaya yang dilakukan oknum Disdik Pelalawan ini adalah untuk  menggelar pelatihan guna meningkatkan kemampuan para guru,’’ ujarnya salah seorang guru yang tidak mau menyebutkan namanya kepada Riau Pos, Senin (16/4).

Bagi para guru yang tidak berminat mengikuti pelatihan ini harus tetap membayar. ‘’Guru yang mengikuti pelatihan ini harus rela berdesak-desakan dan berdiri. Padahal, kami telah membayar uang yang cukup besar, tapi tidak diberikan fasilitas yang baik mengikuti pelatihan tersebut. Belum lagi materi yang disampaikan dalam pelatihan tidak jelas.(amn)
KOMENTAR
Berita Update

Musprov PSTI Riau , Nama Yurnalis Basri Mencuat
Sabtu, 19 Oktober 2018 - 18:19 wib

21 Oktober Seleksi Administrasi CPNS
Sabtu, 19 Oktober 2018 - 17:00 wib
PSPS Allstar Vs Timnas Indonesia Allstar
Masyarakat Tak Dipungut Biaya
Sabtu, 19 Oktober 2018 - 16:30 wib

RAPBD 2019, Diproyeksi Rp1,3 T
Sabtu, 19 Oktober 2018 - 16:00 wib

Sakatonik ABC Talk Show Cemilan Sehat
Sabtu, 19 Oktober 2018 - 15:43 wib

Bupati Tinjau Korban Banjir
Sabtu, 19 Oktober 2018 - 15:30 wib
Unilever Tetap Produksi Teh Sariwangi

Unilever Tetap Produksi Teh Sariwangi
Sabtu, 19 Oktober 2018 - 15:25 wib

Imunisasi MR Diperpanjang Hingga Bulan Oktober
Sabtu, 19 Oktober 2018 - 15:00 wib

Bupati Ingin Penyediaan Air Bersih Setiap Desa Maksimal
Sabtu, 19 Oktober 2018 - 14:30 wib
Cari Berita
Interaktif Terbaru
Angkat Potensi Kerang Rohil

Selasa, 25 September 2018 - 17:38 WIB

Jalan Rusak, Siswa  Terpaksa Memperbaiki

Selasa, 25 September 2018 - 16:36 WIB

Tahanan Perambah TNBT Dititipkan ke Polres

Selasa, 28 Agustus 2018 - 14:58 WIB

Tak Dibantu, Sejumlah Jalur Tetap Berangkat

Senin, 27 Agustus 2018 - 13:50 WIB

Gangguan Jaringan, 17 Jam Layanan Telekomunikasi Terputus
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini