Riau Pos berupaya menjembatani aspirasi pembaca atau masyarakat Riau pada umumnya. Jika itu berbentuk keluhan terhadap pemerintah daerah, Riau Pos akan menyiapkan liputannya dan diterbitkan di halaman ini. Termasuk instansi lain. Tentunya melalui kaedah atau etika yang sudah ditentukan. Dan Riau Pos berhak untuk memilih mana yang ditindaklanjuti dan yang mana tidak dengan berbagai pertimbangan. Kami juga akan mengedit seperlunya aspirasi pembaca yang dimuat, tanpa mengurangi/menghilangkan substansi isi. Untuk menyampaikan aspirasinya, silahkan kirim pesan teks atau foto, atau keduanya melalui:WA: 081334159333. Email/FB: riaupos.interaktif@gmail.com IG: @riaupos_interaktif, Twitter: @riaupos2017. Path: @riaupos2017.
Biaya Pelatihan Dibebankan Rp300 Ribu
Rabu, 18 April 2018 - 09:27 WIB > Dibaca 403 kali Print | Komentar
PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Pelalawan Drs H Syafruddin Syafar MSi membantah adanya pungutan yang mengatasnamakan Disdik Pelalawan.

Pihaknya akan segera turun ke lapangan untuk melakukan pelacakan terhadap oknum yang mengatasnamakan Disdik Pelalawan melakukan pungutan tidak resmi tersebut. ‘‘Kami akan segera turun. Hanya saja, jika pungutan ini dilakukan sesuai kesepakatan untuk kepentingan para guru maka tidak dapat dipermasalahkan. Jika pengutan ini dilakukan untuk kepentingan pribadi, itu sudah menyangkut masalah hukum,’’ ujarnya.

Ini sudah menyangkut nama baik daerah. Diharapkan  para guru baik honorer maupun ASN dapat bersabar hingga hasil investigasi diketahui. ‘’Kami juga memastikan mulai saat ini, tidak akan terjadi lagi pungutan apapun terhadap para guru yang dikemas dalam bentuk kegiatan khususnya kegiatan yang dibiayai oleh dana APBD Pelalawan,’’ tuturnya.

Ribuan guru ASN serta honorer di Kabupaten Pelalawan khususnya penerima dana sertifikasi mengeluh karena dikenakan biaya pungutan tidak resmi yang dilakukan oleh oknum yang mangatasnamakan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Pelalawan.

Berbagai dalih, para guru ASN serta honorer ini dipaksa harus membayar pungutan tidak resmi sebesar Rp300 ribu. ‘’Pungutan ini telah dilakukan setiap tahun. Pemotongan biaya yang dilakukan oknum Disdik Pelalawan ini adalah untuk  menggelar pelatihan guna meningkatkan kemampuan para guru,’’ ujarnya salah seorang guru yang tidak mau menyebutkan namanya kepada Riau Pos, Senin (16/4).

Bagi para guru yang tidak berminat mengikuti pelatihan ini harus tetap membayar. ‘’Guru yang mengikuti pelatihan ini harus rela berdesak-desakan dan berdiri. Padahal, kami telah membayar uang yang cukup besar, tapi tidak diberikan fasilitas yang baik mengikuti pelatihan tersebut. Belum lagi materi yang disampaikan dalam pelatihan tidak jelas.(amn)
KOMENTAR
Berita Update
Cadangan Devisa Terus Menurun

Cadangan Devisa Terus Menurun
Minggu, 18 Agustus 2018 - 15:48 wib
DPR Fasilitasi Keluhan Industri Fintech

DPR Fasilitasi Keluhan Industri Fintech
Minggu, 18 Agustus 2018 - 14:47 wib
The Premiere Tawarkan Promo CFD

The Premiere Tawarkan Promo CFD
Minggu, 18 Agustus 2018 - 14:19 wib

Bahas Teknis Armina dan Qur’ah
Minggu, 18 Agustus 2018 - 12:41 wib
BNN Amankan 2,14 Kg Sabu di Pekanbaru

BNN Amankan 2,14 Kg Sabu di Pekanbaru
Minggu, 18 Agustus 2018 - 12:16 wib
Cari Berita
Interaktif Terbaru
Petani Minta Kecocokan Harga TBS

Sabtu, 18 Agustus 2018 - 09:17 WIB

Benarkah Tarif  Retribusi Sampah Naik?

Jumat, 17 Agustus 2018 - 09:58 WIB

Benarkah Uji Kendaraan Dilakukan ke Pelalawan?

Sabtu, 11 Agustus 2018 - 10:26 WIB

Minimal Satu Kelurahan Satu TPS

Selasa, 07 Agustus 2018 - 12:34 WIB

Program Pendidikan Gratis Dipertanyakan

Kamis, 26 Juli 2018 - 11:42 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini