HADAPI PILPRES 2019
Kisah PKS yang Konsisten Bersama Gerindra meski Prabowo Kalah Pilpres 2014
Selasa, 17 April 2018 - 20:00 WIB > Dibaca 446 kali Print | Komentar
Kisah PKS yang Konsisten Bersama Gerindra meski Prabowo Kalah Pilpres 2014
Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Dalam urusan politik, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sangat kompak. Hal itu tampak, misalnya, di di Pilpres 2014 dan Pilgub DKI 2017.

Adapun untuk urusan di pemilihan presiden (Pilpres) 2019, dua partai itu pun diprediksi bakal kembali bekerja sama, seperti lima tahun sebelumnya. Menurut Ketua Fraksi PKS di DPR Jazuli Juwaini, memang sudah ada sentuhan kebatinan antara partainya dengan Gerindra.

Karena itu, komunikasi di Pilpres terus dibangun sehingga terjadi satu kesepakatan.

"Komunikasi terus dibangun, dan saya yakin Pak Prabowo bisa merasakan sentuhan kebatinan PKS yang setiap saat selalu bersama Partai Gerindra," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Usai Pilpres 2014 lalu dan Prabowo Subianto dinyatakan kalah dari Joko Widodo (Jokowi), PKS pun tetap setia bersama Partai Gerindra. Kendati partai-partai yang tergabung Koalisi Merah Putih (KMP), semisal Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Golkar, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akhirnya memutuskan bergabung dengan koalisi.

Jazuli bahkan menyatakan, PKS tetap memilih jalan beriringan Gerindra sampai saat ini kendati tiga partai yang sebelumnya mendukung Prabowo di Pilpres 2014 mendadak berbalik arah dan bergabung dengan Jokowi atau pemerintah ini.

"PKS ini paling setia, saat yang lain hijrah semua dengan jatahnya masing-masing. Kami tetap konsisten dan komit bersama Gerindra, terangnya.

Meski begitu, partai yang dimotori oleh Sohibul Iman tidak mempermasalahkan berubahnya dukungan partai-partai ke Jokowi. Sebab, satu hal pelajaran yang dipetik, PKS tahu partai mana yang harus dianggap sebagai sahabat setia.

‎Jadi, kan kelihatan mana sesungguhnya sohib yang setia," tuntasnya.(ce1/gwn)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
Tak Ada Sengketa THR Karyawan dan Perusahaan

Tak Ada Sengketa THR Karyawan dan Perusahaan
Rabu, 18 Juli 2018 - 21:00 wib

Debt Collector Bisa Dipidana
Rabu, 18 Juli 2018 - 20:40 wib
KEJUARAAN ATLETIK DUNIA U-20
Pelatih Ungkap Rahasia Kesuksesan Zohri Raih Gelar Juara Dunia
Rabu, 18 Juli 2018 - 20:30 wib
UKS Upaya Tingkatkan Hidup Sehat sejak Dini

UKS Upaya Tingkatkan Hidup Sehat sejak Dini
Rabu, 18 Juli 2018 - 20:20 wib
PENYEBAB BELUM DIKETAHUI
Tingkat Stres Tinggi, Anggota Brimob Nekat Tembak Kepala Sendiri
Rabu, 18 Juli 2018 - 20:10 wib
BELUM TENTUKAN SIKAP
Pilpres 2019, Demokrat Akui Ada Jarak antara SBY dan Megawati
Rabu, 18 Juli 2018 - 20:00 wib

Pemberangkatan JCH Harus Lebih Baik
Rabu, 18 Juli 2018 - 19:50 wib
KEJUARAAN ATLETIK DUNIA U-20
Zohri Ternyata Sempat Takut Diwawancarai Wartawan, Ini Alasannya
Rabu, 18 Juli 2018 - 19:50 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Simak! Inilah Tiga Syarat dari Pengacara Habib Rizieq jika Dicalonkan PDIP
Pilpres 2019, Demokrat Akui Ada Jarak antara SBY dan Megawati
Simak! Ini Tanggapan Pengacara Habib Rizieq soal Isu Jadi Caleg PDIP
Top! PPP Gagalkan Niat Para Mantan Koruptor untuk Jadi Caleg
Nama Lucky Hakim Disebut dalam Pertemuan Zulkifli-Prabowo, Ada Apa?
Sagang Online
loading...
Follow Us