Depan >> Berita >> Hukum >>
KASUS BANK CENTURY
Tunggu Hasil Kajian Penyidik dan JPU, KPK Belum Jadikan Boediono Tersangka
Selasa, 17 April 2018 - 18:30 WIB > Dibaca 493 kali Print | Komentar
Tunggu Hasil Kajian Penyidik dan JPU, KPK Belum Jadikan Boediono Tersangka
Ketua KPK Agus Rahardjo. (JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Hakim tunggal PN Jakarta Selatan beberapa waktu lalu memerintahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melanjutkan kembali proses penyidikan kasus korupsi di Bank Century.

Kasus itu terkait pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik. Hakim tunggal Effendi Mukhtar  dalam amar putusannya pun memerintahkan agar KPK menetapkan beberapa orang sebagai tersangka, antara lain, mantan Gubernur BI Boediono.

Menurut Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Agus Rahardjo, hingga kini, pihaknya masih mengkaji dan mendalami putusan yang dikeluarkan hakim tunggal Effendi Mukhtar.

"KPK sedang mengkaji itu. Kami menugaskan penyidik dan jaksa untuk mendalami itu," katanya kepada awak media, di kantor PPATK, Selasa (17/4/2018).

Karena itu, lembaganya belum menentukan sikap untuk menindaklanjuuti putusan praperadilan yang dinilai banyak kalangan hukum tak lazim.

"Mudah-mudahan dalam waktu yang dekat (minggu ini), kami akan mendapat masukan," jelasnya.

Di samping meminta masukan terhadap penyidik dan penuntut umumnya, dia mengaku akan mendengarkan masukan dari para ahli mengenai putusan perkara praperadilan dari PN Jaksel.

"Kami juga mendengarkan masukan ahli-ahli dari luar mengenai putusan praper PN Jaksel," bebernya.

Jika memiliki bukti permulaann yang cukup, imbuhnya, selanjutnya KPK akan menetapkan tersangka terhadap pihak-pihak yang disebut dalam putusan praperadilan yang dilayangkan Masyrakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) itu.

"KPK kan kalau cukup alat buktinya kan selalu di-follow-up," tuntasnya.(ipp)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update

Olahraga Bangun Peradaban Positif
Kamis, 20 September 2018 - 19:00 wib
TGB Blak-blakan Bicara Tudingan Gratifikasi

TGB Blak-blakan Bicara Tudingan Gratifikasi
Kamis, 20 September 2018 - 18:43 wib
AS Potong Bantuan Dana bagi Palestina

AS Potong Bantuan Dana bagi Palestina
Kamis, 20 September 2018 - 18:38 wib

Polres Gelar Apel Pasukan Operasi Mantap Brata
Kamis, 20 September 2018 - 18:30 wib

Ketua Ombudsman RI Gelar Kuliah Umum di Unri
Kamis, 20 September 2018 - 18:24 wib

Dimsum, Chinese Food Yg Menggugah Selera
Kamis, 20 September 2018 - 17:39 wib
Ancaman Serius Plastik Mikro

Ancaman Serius Plastik Mikro
Kamis, 20 September 2018 - 17:37 wib
Trump Senang Kim Jong Un Izinkan Inspeksi Nuklirnya

Trump Senang Kim Jong Un Izinkan Inspeksi Nuklirnya
Kamis, 20 September 2018 - 17:36 wib
Trump Senang Kim Jong Un Izinkan Inspeksi Nuklirnya

Trump Senang Kim Jong Un Izinkan Inspeksi Nuklirnya
Kamis, 20 September 2018 - 17:36 wib

SMA As Shofa Waspadai Timnya Sendiri
Kamis, 20 September 2018 - 17:30 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Kepala Bappeda Bengkalis Diperiksa KPK

Sabtu, 15 September 2018 - 13:25 WIB

Setnov Minta Eni Tak Ceritakan Perannya di PLTU Riau-1

Senin, 10 September 2018 - 22:04 WIB

Idrus Imbau Kader Golkar Tidak ’’Nyanyi”

Sabtu, 08 September 2018 - 12:24 WIB

KPK Sarankan Partai Melakukan PAW

Rabu, 05 September 2018 - 12:39 WIB

Polisi Tunggu UAS Laporkan soal Intimidasi

Rabu, 05 September 2018 - 02:24 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us