SARAN PPATK
Pembasahan RUU Pembatasan Uang Tunai Penting untuk Cegah Gratifikasi
Selasa, 17 April 2018 - 17:50 WIB > Dibaca 2666 kali Print | Komentar
Pembasahan RUU Pembatasan Uang Tunai Penting untuk Cegah Gratifikasi
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak ada habisnya menindak kasus pidana suap atau gratifikasi. Hal itu pun menjadi sorotan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Agar kejahatan itu tak berkembang lebih jauh lagi, PPATK mengusulkan adanya RUU Pembatasan Transaksi Uang Kartal atau uang tunai. Menurut Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin, alasan betapa pentingnya RUU Pembatasan Transaksi Uang Kartal adalah guna mengurangi biaya percetakan uang dengan seluruh risikonya.

"Berdasarkan riset analisis yang dilakukan PPATK, ditemukan tren transaksi penggunaan uang kartal yang semakin meningkat," ujarnya saat memberikan sambutan pada kegiatan "Diseminasi RUU Pembatasan Transaksi Uang Kartal" di Gedung PPATK, Jakarta Pusat, Selasa (17/4/2018).

Tren transaksi uang tunai dilakukan, sambungnya, dengan maksud menyulitkan upaya pelacakan sumber dana yang diduga berasal dari tindak pidana. Tren itu pun dilakukan untuk memutus pelacakan aliran dana kepada pihak penerima dana.

Dia menyebut, dengan mengurangi percetakan uang secara fisik, risiko pemalsuan uang dapat ditekan.

"Uang rusak pun dapat dikurangi," jelasnya.

Badar menyampaikan hal itu lantaran RUU Pembatasan uang kartal telah masuk dalam Prolegnas 2018. Dia memandang, ke depannya masyarakat lebih dibiasakan transaksi secara cashless sehingga tidak ada lagi setor tunai dan tarik tunai.

"Transaksi penggunaan uang kartal tidak sejalan dengan tujuan cashless society," paparnya.
KOMENTAR
Berita Update
Pengrusakan Atribut Partai di Pekanbaru
Tim Kampenye KIK Serahkan Sepenuhnya ke Kepolisian
Rabu, 18 Desember 2018 - 17:31 wib

Bupati Imbau Perusahaan Peduli Korban Banjir
Rabu, 18 Desember 2018 - 15:30 wib
Sidang Dugaan Korupsi Alkes RSUD AA (video)

Sidang Dugaan Korupsi Alkes RSUD AA (video)
Rabu, 18 Desember 2018 - 14:30 wib
Diskes Temukan 68 Kasus  Penyakit Serang Warga

Diskes Temukan 68 Kasus Penyakit Serang Warga
Rabu, 18 Desember 2018 - 14:30 wib

Kecelakaan Maut di Pertambangan Cina Dianggap Lumrah
Rabu, 18 Desember 2018 - 14:00 wib
PBB dan Palestina Minta Bantuan Kemanusiaan

PBB dan Palestina Minta Bantuan Kemanusiaan
Rabu, 18 Desember 2018 - 13:44 wib
Jalan Lintas Timur Diberlakukan Buka Tutup
Jembatan Barangan Ambruk
Rabu, 18 Desember 2018 - 13:37 wib

PT Asuransi Astra Buana Terkesan Dukungan Riau Pos
Rabu, 18 Desember 2018 - 13:30 wib
Pelantikan DPC LVRI Siak
Syamsuar Ingatkan Efek Negatif Globalisasi
Rabu, 18 Desember 2018 - 13:30 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
PT Asuransi Astra Buana Terkesan Dukungan Riau Pos

Selasa, 18 Desember 2018 - 13:30 WIB

Tanpa Anggaran,  Peparpov 2019 Terancam Gagal Terlaksana

Selasa, 18 Desember 2018 - 12:45 WIB

Terima 499 Pesanan Mitsubishi Fuso

Selasa, 18 Desember 2018 - 12:45 WIB

Prabowo: Kalau Pilot Kurang Andal, Baiknya Diganti

Selasa, 18 Desember 2018 - 12:23 WIB

APBD Masih Dievaluasi Kemendagri

Selasa, 18 Desember 2018 - 11:30 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini