TERKAIT PENGUMPULAN INFORMASI
Wow! Facebook Ditimpa Masalah Lagi usai Kebocoran Data, Ini Penjelasannya
Selasa, 17 April 2018 - 16:50 WIB > Dibaca 1138 kali Print | Komentar
Wow! Facebook Ditimpa Masalah Lagi usai Kebocoran Data, Ini Penjelasannya
Ilustrasi. (AFP)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kasus media sosial Facebook kembali memanas. Kali ini, setelah adanya skandal kebocoran data pengguna, media yang berbasis di Amerika Serikat itu memiliki masalah baru.

Pasalnya, Facebook diketahui mengumpulkan informasi dari orang-orang di luar jaringan sosial mereka. Menurut Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, media besutannya mengumpulkan data di luar informasi yang dibagikan pengguna di profil mereka.

Melalui blognya, Direktur Manajemen Produk Facebook David Baser menyebut bahwa saat pengguna mengunjungi situs atau aplikasi yang menggunakan layanan Facebook, mereka menerima informasi.

Bahkan, hal itu juga terjadi jika pengguna keluar dari Facebook atau tidak memiliki akun Facebook. Dilansir AFP, Selasa (17/4/2018), Facebook juga memenuhi panggilan Kongres AS.

Akan tetapi, Zuckerberg tidak dapat menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan saat di sidang Kongres AS. Baser menerangkan, banyak situs dan aplikasi menggunakan layanan Facebook untuk menargetkan konten dan iklan.

Termasuk melalui opsi berbagi ketika pengguna Facebook masuk ke situs dan aplikasi lainnya. Menurutnya, sebagian besar situs dan aplikasi mengirim informasi yang sama ke beberapa perusahaan setiap kali pengguna mengunjunginya.

Ada tiga cara utama Facebook menggunakan informasi yang mereka dapatkan dari situs dan aplikasi lain, di antaranya menyediakan layanan Facebook ke situs aplikasi yang dikunjungi, meningkatkan keamanan dan keselamatan data di Facebook, dan meningkatkan produk dan layanan Facebook sendiri.

"Saya ingin semua menjadi jelas, kami tidak menjual data orang-orang," tegasnya.

Sementara itu, Zuckerberg mengungkapkan, Facebook gagal melindungi informasi pengguna menyusul penggunaan data yang disalahgunakan Cambridge Analytica. Sebanyak 87 juta data pengguna Facebook digunakan sebagai target iklan politik menjelang pemilihan Presiden AS 2016 lalu. (ce1/trz)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update

Hotel Dafam Tawarkan Promo Merdeka Package
Sabtu, 17 Agustus 2018 - 14:15 wib
Hadirkan Layanan Purnajual Terbaik bagi Konsumen
MMKSI Luncurkan Service Booking Card
Sabtu, 17 Agustus 2018 - 14:01 wib
Perda Pengelolaan Sampah
September, Wako Minta Denda Rp2,5 Juta Diterapkan
Sabtu, 17 Agustus 2018 - 13:43 wib
Arbi Hidayat Terpilih Ketua PC Sapma PP
Sapma PP Pekanbaru Gelar Muscab I
Sabtu, 17 Agustus 2018 - 13:39 wib
Sehat Bersama Awal Bros Panam
Mau Merdeka dari Penyakit? Lakukan MCU
Sabtu, 17 Agustus 2018 - 13:29 wib

7 Hektare Lahan Terbakar
Sabtu, 17 Agustus 2018 - 13:00 wib
Alamaaak!
Batal Borong
Sabtu, 17 Agustus 2018 - 11:54 wib

Karnaval Berlangsung di Tengah Terik Matahari
Sabtu, 17 Agustus 2018 - 11:37 wib

Revisi Perda Tempat Hiburan
Sabtu, 17 Agustus 2018 - 11:24 wib

Truk Bertonase Besar Leluasa Masuk Kota
Sabtu, 17 Agustus 2018 - 11:02 wib
Cari Berita
Teknologi Terbaru
Alasan Bisnis, Go-Jek Tetap Potong Bonus

Jumat, 10 Agustus 2018 - 19:30 WIB

Mahasiswa Ciptakan Gelang Antibegal

Senin, 30 Juli 2018 - 12:21 WIB

 Samsung Patenkan Smartphone Lipat

Minggu, 22 Juli 2018 - 12:30 WIB

Oppo Klaim Kamera Find X Kuat 4 Tahun

Minggu, 22 Juli 2018 - 12:27 WIB

Kadiskominfops Ikuti Rapat Finalisasi

Kamis, 19 Juli 2018 - 20:00 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini