Polri: Facebook, Medsos yang Kerap Bikin Gaduh
Selasa, 17 April 2018 - 12:23 WIB > Dibaca 550 kali Print | Komentar
Polri: Facebook, Medsos yang Kerap Bikin Gaduh
Divhumas Polri, Brigjen M Iqbal.
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kebocoran data pengguna Facebook (FB) yang dikarenakan kecerobohan perusahaan milik Mark Zukenberg itu berdampak besar. Polri bahkan mulai menyimpulkan bahwa FB merupakan media sosial yang kerap memicu kegaduhan. Sanksi tegas untuk FB sedang dimatangkan bersama antara Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan Polri.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri Brigjen M Iqbal menjelaskan, kebocoran data FB di Indonesia memicu terjadinya kegaduhan. Banyak yang kemudian bertanya, untuk apa satu juta data warga negara Indonesia ini dicuri. ”Ini bukan kali pertama untuk terjadi kegaduhan karena FB,” ujarnya.

Banyak kasus yang awalnya dipicu oleh FB yang menyebarkan informasi yang menyesatkan alias hoax. Seperti, kasus Rohingya di Myanmar, yang bahkan dibenarkan FB bahwa pertikaian antara dua umat beragama di Srilanka itu makin parah dengan adanya hoax di FB. ”Ini contoh bagaimana FB bisa menimbulkan kegaduhan,” tuturnya.

Polri, lanjutnya, khawatir bila FB ini menjadi alat utama kepentingan individu untuk melakukan perbuatan yang tidak bertanggung jawab dan cenderung menjadi pidana. Seperti, penyebaran fitnah, pencemaran nama baik, provokasi, hate speech, hoax dan fakenews. ”Yang kita mengetahui semua itu saat ini potensial menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban,” ujarnya.

Terkait rencana pemeriksaan terhadap perwakilan FB di Indonesia, hingga saat ini belum ada kepastian. Iqbal menegaskan bahwa Polri masih berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). ”Sebelum panggil FB, kami masih matangkan semuanya dengan Kemenkominfo,” terangnya.

Di sisi lain, kendati dipastikan FB bahwa ada 1 juta WNI yang dicuri datanya, dia menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada korban yang melaporkan karena pencurian data. ”Belum ada korban yang bisa diperiksa, karena itu kami berharap masyarakat segera melaporkan ke Bareskrim,” terangnya.

Bila para korban bisa diperiksa, maka akan bisa dianalisa berbagai pengalamannya dalam menggunakan FB. Hal itu penting untuk mengetahui apakah memang data yang dicuri dari FB ini untuk melakukan pendekatan kepada orang yang datanya dicuri. ”Inilah yang bisa diketahui saat korban diperiksa,” ungkapnya.

Setelah semua proses ditempuh, barulah akan diketahui apakah ada pidana yang terjadi dalam pencurian data pengguna FB Indonesia tersebut. ”Tergantung fakta dan bukti yang didapatkan,” jelasnya.

Polri saat ini terus berupaya mengajak masyarakat untuk mengawasi setiap informasi di FB. Kemenkominfo juga melakukan kebijakan yang mendorong pencegahan penyebaran hoax.(idr/jpg)


KOMENTAR
Berita Update
Tak Ada Sengketa THR Karyawan dan Perusahaan

Tak Ada Sengketa THR Karyawan dan Perusahaan
Rabu, 18 Juli 2018 - 21:00 wib

Debt Collector Bisa Dipidana
Rabu, 18 Juli 2018 - 20:40 wib
KEJUARAAN ATLETIK DUNIA U-20
Pelatih Ungkap Rahasia Kesuksesan Zohri Raih Gelar Juara Dunia
Rabu, 18 Juli 2018 - 20:30 wib
UKS Upaya Tingkatkan Hidup Sehat sejak Dini

UKS Upaya Tingkatkan Hidup Sehat sejak Dini
Rabu, 18 Juli 2018 - 20:20 wib
PENYEBAB BELUM DIKETAHUI
Tingkat Stres Tinggi, Anggota Brimob Nekat Tembak Kepala Sendiri
Rabu, 18 Juli 2018 - 20:10 wib
BELUM TENTUKAN SIKAP
Pilpres 2019, Demokrat Akui Ada Jarak antara SBY dan Megawati
Rabu, 18 Juli 2018 - 20:00 wib

Pemberangkatan JCH Harus Lebih Baik
Rabu, 18 Juli 2018 - 19:50 wib
KEJUARAAN ATLETIK DUNIA U-20
Zohri Ternyata Sempat Takut Diwawancarai Wartawan, Ini Alasannya
Rabu, 18 Juli 2018 - 19:50 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Kapolri: Kekuatan TNI-Polri Banyak Menentukan Nasib Indonesia
Asian Games 2018, Kim Jong-un & Moon Jae-in Diundang Jokowi untuk Hadir
Kasus Eni Saragih, Golkar Siapkan Bantuan Hukum untuk Hadapi KPK
Innalillahi untuk PKS dari Fahri Hamzah yang Tak Akan Nyaleg Lagi
13 Jamaah Pekanbaru Gagal Berangkat

Selasa, 17 Juli 2018 - 11:32 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us