KONFLIK INTERNAL PARTAI
Mula dari Osin dan Osan Hingga "Mewaspadai Gerakan Mengkudeta PKS"
Selasa, 17 April 2018 - 00:47 WIB > Dibaca 9158 kali Print | Komentar
Mula dari Osin dan Osan Hingga "Mewaspadai Gerakan Mengkudeta PKS"
Ilustrasi.
JAKARTA (RIAUPOS.CO.) - Konflik internal di tubuh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyeruak bukan saja pada permasalahan faksi-faksi yang ada sehingga melahirkan satu istilah Osin (orang sini) dan Osan (Orang sana).

Bukan hanya itu, sebuah naskah kudeta dalam bentuk PowerPoint bertitel Mewaspadai Gerakan Mengudeta PKS pun beredar di publik, suhu internal parpol yang menyandang julukan partai dakwah itu, membuat makin panas.

Mantan Wakil Sekretaris Jenderal PKS Mahfuz Sidik mengaku sudah membaca naskah itu. Namun, dia mengaku tak tahu asal-usulnya. Hanya saja, politisi yang dicap sebagai loyalis Anis Matta itu menduga ada pihak di internal PKS yang menganggap urusan partai seperti persoalan negara, sehingga menggunakan istilah ‘kudeta’ dan menebar fitnah.

“Ini pikiran jahat karena berpikir negara dalam negara," ujarnya, Senin (16/4/2018).

Mantan ketua Komisi I DPR itu menambahkan, sampai saat ini belum ada pihak yang berani mengaku sebagai penulis ataupun penyebar naskah Gerakan Mengudeta PKS dalam bentuk PowerPoint itu.

Namun, kata Mahfuz, isinya pernah disampaikan secara resmi dalam acara perempuan PKS di Cibubur, sekitar dua pekan lalu yang rekamannya juga beredar. Dalam rekaman audio acara bernama LaTansa itu, kata Mahfuz, ada suara seorang instruktur dari Bidang Kepanduan dan Olahraga (BKO) DPP PKS berinisial TJ yang menyampaikan ceramah bernada provokatif dan agitatif. Isinya juga banyak kemiripan dengan tulisan tentang kudeta di PKS.

"Saya tidak tahu apakah ada keterkaitan antara dua hal tersebut," kata legislator yang biasa disapa dengan panggilan Ustaz Mahfuz itu.

Mahfuz Siddiq juga mengatakan, ada sekelompok orang di PKS yang disiapkan dan ditugaskan khusus dengan pola kerja intelijen untuk melakukan aksi-aksi pembunuhan karakter terhadap Anis Matta.

"Serta orang-orang yang dipandang sebagai pendukung atau loyalisnya," kata Mahfuz.


KOMENTAR
Berita Update
Petani Sawit Inginkan Solusi di Rembug Nasional

Petani Sawit Inginkan Solusi di Rembug Nasional
Minggu, 20 Oktober 2018 - 22:20 wib
Parpol Harus Punya Dana Sendiri untuk Biayai Saksi Pemilu

Parpol Harus Punya Dana Sendiri untuk Biayai Saksi Pemilu
Minggu, 20 Oktober 2018 - 12:30 wib

Musprov PSTI Riau , Nama Yurnalis Basri Mencuat
Minggu, 19 Oktober 2018 - 18:19 wib

21 Oktober Seleksi Administrasi CPNS
Minggu, 19 Oktober 2018 - 17:00 wib
PSPS Allstar Vs Timnas Indonesia Allstar
Masyarakat Tak Dipungut Biaya
Minggu, 19 Oktober 2018 - 16:30 wib

Sakatonik ABC Talk Show Cemilan Sehat
Minggu, 19 Oktober 2018 - 15:43 wib

SD Darma Yudha Borong Medali IMSO 2018 di Cina
Minggu, 19 Oktober 2018 - 15:32 wib

Bupati Tinjau Korban Banjir
Minggu, 19 Oktober 2018 - 15:30 wib
Unilever Tetap Produksi Teh Sariwangi

Unilever Tetap Produksi Teh Sariwangi
Minggu, 19 Oktober 2018 - 15:25 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Parpol Harus Punya Dana Sendiri untuk Biayai Saksi Pemilu
Formappi Sebut Pengelolaan Parpol Amburadul

Jumat, 19 Oktober 2018 - 10:42 WIB

Dua Kubu Sepakat Anggaran Saksi  Ditanggung APBN

Jumat, 19 Oktober 2018 - 10:31 WIB

Sandi Janjikan UKM  Go International

Jumat, 19 Oktober 2018 - 10:26 WIB

Bawaslu Masuk Pasar Kawal Hak Pilih

Jumat, 19 Oktober 2018 - 10:23 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini