Wonderful Indonesia
KONFLIK INTERNAL PARTAI
Mula dari Osin dan Osan Hingga "Mewaspadai Gerakan Mengkudeta PKS"
Selasa, 17 April 2018 - 00:47 WIB > Dibaca 7734 kali Print | Komentar
Mula dari Osin dan Osan Hingga "Mewaspadai Gerakan Mengkudeta PKS"
Ilustrasi.
JAKARTA (RIAUPOS.CO.) - Konflik internal di tubuh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyeruak bukan saja pada permasalahan faksi-faksi yang ada sehingga melahirkan satu istilah Osin (orang sini) dan Osan (Orang sana).

Bukan hanya itu, sebuah naskah kudeta dalam bentuk PowerPoint bertitel Mewaspadai Gerakan Mengudeta PKS pun beredar di publik, suhu internal parpol yang menyandang julukan partai dakwah itu, membuat makin panas.

Mantan Wakil Sekretaris Jenderal PKS Mahfuz Sidik mengaku sudah membaca naskah itu. Namun, dia mengaku tak tahu asal-usulnya. Hanya saja, politisi yang dicap sebagai loyalis Anis Matta itu menduga ada pihak di internal PKS yang menganggap urusan partai seperti persoalan negara, sehingga menggunakan istilah ‘kudeta’ dan menebar fitnah.

“Ini pikiran jahat karena berpikir negara dalam negara," ujarnya, Senin (16/4/2018).

Mantan ketua Komisi I DPR itu menambahkan, sampai saat ini belum ada pihak yang berani mengaku sebagai penulis ataupun penyebar naskah Gerakan Mengudeta PKS dalam bentuk PowerPoint itu.

Namun, kata Mahfuz, isinya pernah disampaikan secara resmi dalam acara perempuan PKS di Cibubur, sekitar dua pekan lalu yang rekamannya juga beredar. Dalam rekaman audio acara bernama LaTansa itu, kata Mahfuz, ada suara seorang instruktur dari Bidang Kepanduan dan Olahraga (BKO) DPP PKS berinisial TJ yang menyampaikan ceramah bernada provokatif dan agitatif. Isinya juga banyak kemiripan dengan tulisan tentang kudeta di PKS.

"Saya tidak tahu apakah ada keterkaitan antara dua hal tersebut," kata legislator yang biasa disapa dengan panggilan Ustaz Mahfuz itu.

Mahfuz Siddiq juga mengatakan, ada sekelompok orang di PKS yang disiapkan dan ditugaskan khusus dengan pola kerja intelijen untuk melakukan aksi-aksi pembunuhan karakter terhadap Anis Matta.

"Serta orang-orang yang dipandang sebagai pendukung atau loyalisnya," kata Mahfuz.


KOMENTAR
Berita Update

Mobil Hias Tambah Semarak Pawai Takbir
Jumat, 21 Juni 2018 - 20:50 wib
Alamaaak!
Ngantuk, Salah Mobil
Jumat, 21 Juni 2018 - 17:39 wib

Cinta Ditolak, Rumah Dibakar
Jumat, 21 Juni 2018 - 17:26 wib
Tunggakan PJU Belum Dibayar
Jalanan Terancam Gelap Gulita
Jumat, 21 Juni 2018 - 17:01 wib

Semua Jenis BBM Sudah Disiagakan
Jumat, 21 Juni 2018 - 16:48 wib
Datangkan Artis hingga Tokoh Nasional

Datangkan Artis hingga Tokoh Nasional
Jumat, 21 Juni 2018 - 12:38 wib
Bakar Tongkang, Ajang Promosi Obyek Wisata

Bakar Tongkang, Ajang Promosi Obyek Wisata
Jumat, 21 Juni 2018 - 12:05 wib
Awal Agustus, Laga Perdana Piala Indonesia

Awal Agustus, Laga Perdana Piala Indonesia
Jumat, 21 Juni 2018 - 12:03 wib
ASN Jangan Tambah Libur

ASN Jangan Tambah Libur
Jumat, 21 Juni 2018 - 12:00 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Datangkan Artis hingga Tokoh Nasional

Kamis, 21 Juni 2018 - 12:38 WIB

Zulkifli Hasan: Saatnya Muslim Bersatu

Kamis, 21 Juni 2018 - 11:36 WIB

Survei Polmark, Syamsuar-Edy Natar Tertinggi

Kamis, 21 Juni 2018 - 10:34 WIB

Pejabat hingga GO-JEK Silaturahmi di Kediaman Andi Rachman
LE-Hardianto Janji Perhatikan Guru Komite

Kamis, 21 Juni 2018 - 10:30 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini