Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
TERKAIT REVISI UU DI DPR
Polri Berantas Terorisme Bersama TNI, Komnas HAM Setuju?
Senin, 16 April 2018 - 21:00 WIB > Dibaca 379 kali Print | Komentar
Polri Berantas Terorisme Bersama TNI, Komnas HAM Setuju?
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - DPR RI hingga saat ini masih membahas revisi Undang-undang (RUU) Terorisme. Adapun dalam rancangan RUU itu, muncul wacana pelibatan TNI dalam pemberantasan terorisme.

Adapun hal itu lantas memicu penolakan dari beberapa pihak, salah satunya dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Meski begitu, Komnas HAM sedikit "longgar" karena menilai TNI masih boleh dilibatkan jika kondisi darurat.

"Sebaiknya TNI menangani terorisme yang mengganggu pertahanan negara. Jadi, kalau harus terlibat spesifik keterlibatannya pada objek-objek vital tertentu, bukan yang lain," kata Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam di gedung Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (16/4/2018).

Diketahui, objek vital pertahanan negara yang dimaksud, seperti Istana Presiden, Kapal Induk atau kapal tempur, hingga pesawat terbang dan tempur. Sementara objek bom, seperti hotel, tempat hiburan, hingga pusat perbelanjaan, tidak perlu adanya pelibatan TNI.

Dia memaparkan, TNI dapat diperbantukan menangani teroris jika skala ancamanannya terlampau besar. Artinya, jika tidak mampu hanya ditangani oleh kepolisian. Sementara, jika tingkat bahaya itu sudah kembali menurun, penanganan kasus terorisme itu dapat kembali dimandatkan kepada polisi.

"Kalau urgent dan mendesaknya, udah kelar (kasus terorismenya) turun lagi yang nanganinnya polisi. Kalau urgent dan mendesaknya bisa ditanganinnya 1, 2 hari ya cukup 1, 2 hari ga perlu panjang-panjang," paparnya.(sat)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update

HUT Ke-22, Frank & Co Gelar Pameran Perhiasan
Selasa, 24 April 2018 - 09:35 wib

Natasha Skin Care Tawarkan Perawatan Facial
Selasa, 24 April 2018 - 09:29 wib
TINDAK LANJUT ATAS PROSES HUKUM
Penyidik KPK Diminta Baca Buku Bamsoet untuk Usut Kasus Century
Selasa, 23 April 2018 - 21:00 wib

Pelaku Ekraf Harus Mengikuti Zaman
Selasa, 23 April 2018 - 20:31 wib
KASUS UJARAN KEBENCIAN
Merasa Tak Bersalah, Ahmad Dhani: 99 Persen habib Indonesia Doakan Saya
Selasa, 23 April 2018 - 20:30 wib
GARANSI AMIEN RAIS MASIH MENTAH
Dukungan PAN ke Jokowi di Pilpres 2019 Tergantung Hasil Rakernas
Selasa, 23 April 2018 - 20:00 wib
ELEKTABILITAS MENURUN
Geram! Ini Kata Fadli Zon soal Isu Prabowo Batal Nyapres 2019
Selasa, 23 April 2018 - 19:45 wib
DALAM KONDISI SEHAT
Besok Novanto Divonis Kasus e-KTP, Kuasa Hukum Harapkan Ini dari Hakim
Selasa, 23 April 2018 - 19:30 wib
DINILAI SUDAH BIASA TERJADI
Server Error di Sejumlah Daerah, Mendikbud Pastikan UNBK Bisa Diulang
Selasa, 23 April 2018 - 19:00 wib
HADIRI SIDANG EKSEPSI
Ketika Ahmad Dhani Tak Lagi Gunakan Kaos 2019 Ganti Presiden
Selasa, 23 April 2018 - 18:45 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Penyidik KPK Diminta Baca Buku Bamsoet untuk Usut Kasus Century
Besok Novanto Divonis Kasus e-KTP, Kuasa Hukum Harapkan Ini dari Hakim
Ketika Ahmad Dhani Tak Lagi Gunakan Kaos 2019 Ganti Presiden
Datang ke Sidang Ahmad Dhani, Fadli Zon: Ini Pertaruhan Demokrasi
Selalu Ditolak Penyidik KPK, Begini Komentar Mantan politikus Partai H‎anura
Sagang Online
loading...
Follow Us