Wonderful Indonesia
GANDENG SEJUMLAH ORMAS
Sepakat dengan Menag, Ini Langkah Menteri Yohana Cegah Pernikahan Dini
Senin, 16 April 2018 - 18:45 WIB > Dibaca 299 kali Print | Komentar
Sepakat dengan Menag, Ini Langkah Menteri Yohana Cegah Pernikahan Dini
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Sejumlah upaya untuk menekan angka pernikahan dini di Indonesia dilakukan pemerintah, salah satunya mendorong revisi Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Menurut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Susana Yembise, pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) tengah mengkaji kembali poin demi poin dalam undang-undang tersebut.

Adapun kedua kementerian juga menggandeng sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) untuk mendorong revisi UU Perkawinan, terutama dalam hal batas usia minimal seseorang diizinkan menikah.

“Bilamana mayoritas menyetujui agar pemerintah menaikkan usia anak ini, maka kami akan secepatnya dan Menteri Agama (Menag) sudah setuju. Ini menjadi prioritas kami di tahun ini,” ucapnya usai menghadiri Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VIII DPR, Jakarta, Senin (16/4/2018).

Dalam Pasal 7 UU Perkawinan disebutkan, perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19 tahun dan pihak wanita sudah mencapai umur 16 tahun. Sementara dalam Pasal 6 UU Perkawinan disebutkan, untuk melangsungkan perkawinan seorang yang belum mencapai umur 21 tahun harus mendapat izin kedua orang tua.

Yohana menerangkan, pemerintah fokus untuk mengubah batas usia perkawinan.

“Lebih cenderung sekitar (usia) 20-an ke atas. 20 tahun untuk anak perempuan, 22 tahun untuk anak laki-laki,” jelasnya.

Di samping itu, imbuhnya, Kementerian PPPA terus berupaya menggalakkan program pencegahan pernikahan dini, di antaranya dengan sosialisasi, edukasi, dan pencerahan kepada keluarga di seluruh tanah air.

“Agar mereka bisa menyadari bahwa negara melindungi anak-anak. Hak anak untuk bersekolah, bermain, berkreasi dari umur 0 sampai 18 tahun harus dijaga,” sebutnya.

“Kami tetap akan tegas menunjukkan bahwa pemerintah tetap melindungi hak anak dan tidak membiarkan anak-anak untuk menikah di usia anak,” tutupnya. (put/ce1)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update

HUT Ke-22, Frank & Co Gelar Pameran Perhiasan
Selasa, 24 April 2018 - 09:35 wib

Natasha Skin Care Tawarkan Perawatan Facial
Selasa, 24 April 2018 - 09:29 wib
TINDAK LANJUT ATAS PROSES HUKUM
Penyidik KPK Diminta Baca Buku Bamsoet untuk Usut Kasus Century
Selasa, 23 April 2018 - 21:00 wib

Pelaku Ekraf Harus Mengikuti Zaman
Selasa, 23 April 2018 - 20:31 wib
KASUS UJARAN KEBENCIAN
Merasa Tak Bersalah, Ahmad Dhani: 99 Persen habib Indonesia Doakan Saya
Selasa, 23 April 2018 - 20:30 wib
GARANSI AMIEN RAIS MASIH MENTAH
Dukungan PAN ke Jokowi di Pilpres 2019 Tergantung Hasil Rakernas
Selasa, 23 April 2018 - 20:00 wib
ELEKTABILITAS MENURUN
Geram! Ini Kata Fadli Zon soal Isu Prabowo Batal Nyapres 2019
Selasa, 23 April 2018 - 19:45 wib
DALAM KONDISI SEHAT
Besok Novanto Divonis Kasus e-KTP, Kuasa Hukum Harapkan Ini dari Hakim
Selasa, 23 April 2018 - 19:30 wib
DINILAI SUDAH BIASA TERJADI
Server Error di Sejumlah Daerah, Mendikbud Pastikan UNBK Bisa Diulang
Selasa, 23 April 2018 - 19:00 wib
HADIRI SIDANG EKSEPSI
Ketika Ahmad Dhani Tak Lagi Gunakan Kaos 2019 Ganti Presiden
Selasa, 23 April 2018 - 18:45 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Demo di Depan Gedung DPR/MPR, Ini Tuntutan Ribuan Driver Ojek Online
Dua Kelompok di Medan dan Depok Deklarasi Anies Jadi Presiden
PKPI Sah Ikut Pemilu karena KPU tak Boleh PK

Senin, 23 April 2018 - 12:01 WIB

Harapkan Kantor Kesehatan Haji Dekat Pemondokan

Senin, 23 April 2018 - 11:32 WIB

Usung Pencabutan Perpres TKA

Senin, 23 April 2018 - 11:30 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us