Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
KASUS SUAP
Mantan Dirut Garuda Indonesia Irit Bicara usai Empat Jam Diperiksa KPK
Senin, 16 April 2018 - 18:05 WIB > Dibaca 255 kali Print | Komentar
Mantan Dirut Garuda Indonesia Irit Bicara usai Empat Jam Diperiksa KPK
Mantan Dirut PT. Garuda Indonesia Emirsyah Satar. (JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Direktur Utama PT Garuda Indonesia (persero) tbk, 2010-2014, Emirsyah Sattar enggan berkomentar perihal pemeriksaan terhadap dirinya usai empat jam diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Emiryah hanya berkata kepada awak media agar menanyakan ke tim penyidik lembaga KPK terkait pemeriksaan dirinya.

"Saya jadi saksi SS, pertanyaan gak banyak, perihal apa tanya penyidik," katanya saat hendak keluar gedung KPK, Senin (16/4/2018).

Dia lantas enggan berkata apa pun kepada awak media meski dicecar bertubi-tubi dengan beragam pertanyaan berbeda. Emirsyah hari ini diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Soetikno Soedarjo.

Hal itu terkait perkara dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C pada PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk SS," kata juru bicara KPK Febri Diansyah, di gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (16/4/2018).

Emirsyah yang memenuhi panggilan itu sudah hadir sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, dia pun enggan berkomentar saat itu. Kemudian, usai diperiksa sekitar pukul 13:40 WIB, dia mengaku tidak banyak menerima pertanyaan dari tim penyidik.

Tak hanya Emirsyah, dua orang lain yang juga turut diperiksa perihal perkara itu adalah Pensiunan Pegawai PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Captain Agus Wahjudo dan pihak swasta Dwiningsih Haryanti Putri, diperiksa sebagai saksi untuk Emirsyah.

Menurut Wakil Ketua KPK Laode M Syarief, dalam kasus itu, Soetikno selaku perantara suap menjadikan perusahaan MRA sebagai penampungan suap dari Rolls-Royce kepada Emirsyah. (ipp)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update

HUT Ke-22, Frank & Co Gelar Pameran Perhiasan
Selasa, 24 April 2018 - 09:35 wib

Natasha Skin Care Tawarkan Perawatan Facial
Selasa, 24 April 2018 - 09:29 wib
TINDAK LANJUT ATAS PROSES HUKUM
Penyidik KPK Diminta Baca Buku Bamsoet untuk Usut Kasus Century
Selasa, 23 April 2018 - 21:00 wib

Pelaku Ekraf Harus Mengikuti Zaman
Selasa, 23 April 2018 - 20:31 wib
KASUS UJARAN KEBENCIAN
Merasa Tak Bersalah, Ahmad Dhani: 99 Persen habib Indonesia Doakan Saya
Selasa, 23 April 2018 - 20:30 wib
GARANSI AMIEN RAIS MASIH MENTAH
Dukungan PAN ke Jokowi di Pilpres 2019 Tergantung Hasil Rakernas
Selasa, 23 April 2018 - 20:00 wib
ELEKTABILITAS MENURUN
Geram! Ini Kata Fadli Zon soal Isu Prabowo Batal Nyapres 2019
Selasa, 23 April 2018 - 19:45 wib
DALAM KONDISI SEHAT
Besok Novanto Divonis Kasus e-KTP, Kuasa Hukum Harapkan Ini dari Hakim
Selasa, 23 April 2018 - 19:30 wib
DINILAI SUDAH BIASA TERJADI
Server Error di Sejumlah Daerah, Mendikbud Pastikan UNBK Bisa Diulang
Selasa, 23 April 2018 - 19:00 wib
HADIRI SIDANG EKSEPSI
Ketika Ahmad Dhani Tak Lagi Gunakan Kaos 2019 Ganti Presiden
Selasa, 23 April 2018 - 18:45 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Penyidik KPK Diminta Baca Buku Bamsoet untuk Usut Kasus Century
Besok Novanto Divonis Kasus e-KTP, Kuasa Hukum Harapkan Ini dari Hakim
Ketika Ahmad Dhani Tak Lagi Gunakan Kaos 2019 Ganti Presiden
Datang ke Sidang Ahmad Dhani, Fadli Zon: Ini Pertaruhan Demokrasi
Selalu Ditolak Penyidik KPK, Begini Komentar Mantan politikus Partai H‎anura
Sagang Online
loading...
Follow Us