Depan >> Berita >> Hukum >>
KASUS SUAP
Mantan Dirut Garuda Indonesia Irit Bicara usai Empat Jam Diperiksa KPK
Senin, 16 April 2018 - 18:05 WIB > Dibaca 489 kali Print | Komentar
Mantan Dirut Garuda Indonesia Irit Bicara usai Empat Jam Diperiksa KPK
Mantan Dirut PT. Garuda Indonesia Emirsyah Satar. (JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Direktur Utama PT Garuda Indonesia (persero) tbk, 2010-2014, Emirsyah Sattar enggan berkomentar perihal pemeriksaan terhadap dirinya usai empat jam diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Emiryah hanya berkata kepada awak media agar menanyakan ke tim penyidik lembaga KPK terkait pemeriksaan dirinya.

"Saya jadi saksi SS, pertanyaan gak banyak, perihal apa tanya penyidik," katanya saat hendak keluar gedung KPK, Senin (16/4/2018).

Dia lantas enggan berkata apa pun kepada awak media meski dicecar bertubi-tubi dengan beragam pertanyaan berbeda. Emirsyah hari ini diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Soetikno Soedarjo.

Hal itu terkait perkara dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C pada PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk SS," kata juru bicara KPK Febri Diansyah, di gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (16/4/2018).

Emirsyah yang memenuhi panggilan itu sudah hadir sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, dia pun enggan berkomentar saat itu. Kemudian, usai diperiksa sekitar pukul 13:40 WIB, dia mengaku tidak banyak menerima pertanyaan dari tim penyidik.

Tak hanya Emirsyah, dua orang lain yang juga turut diperiksa perihal perkara itu adalah Pensiunan Pegawai PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Captain Agus Wahjudo dan pihak swasta Dwiningsih Haryanti Putri, diperiksa sebagai saksi untuk Emirsyah.

Menurut Wakil Ketua KPK Laode M Syarief, dalam kasus itu, Soetikno selaku perantara suap menjadikan perusahaan MRA sebagai penampungan suap dari Rolls-Royce kepada Emirsyah. (ipp)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
Penabalan Gelar Adat
Ingatkan Jokowi ketika Dilantik
Minggu, 16 Desember 2018 - 15:28 wib

SBY Sampaikan Sinyal "Perang"
Minggu, 16 Desember 2018 - 15:20 wib

60 Persen Tanah Riau Belum Terdaftar
Minggu, 16 Desember 2018 - 15:16 wib

UKW Angkatan XI PWI Riau, 38 Wartawan Dinyatakan Kompeten
Minggu, 16 Desember 2018 - 15:14 wib
Pesona air terjun Sungai Simo
Hijau Simo yang Sejuk
Minggu, 16 Desember 2018 - 14:58 wib

Mayweather Jadi Mangsa Khabib Nurmagomedov
Minggu, 16 Desember 2018 - 14:55 wib

Penyaluran CSR Banyak Tak Sesuai Perda
Minggu, 16 Desember 2018 - 14:53 wib
Embarkasi Haji Antara Riau
Fasilitas Pendukung Embarkasi Belum Rampung
Minggu, 16 Desember 2018 - 14:44 wib
Penyair Perempuan Indonesia (PPI) Terbentuk
Dan, Palung Puisi itu Bernama Perempuan
Minggu, 16 Desember 2018 - 14:34 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
15 ASN Minta Pendampingan Hukum

Senin, 10 Desember 2018 - 10:29 WIB

Laporan Ombudsman Dinilai Janggal

Sabtu, 08 Desember 2018 - 11:03 WIB

Suami Inneke Bisnis Kamar Asmara di Lapas Sukamiskin

Jumat, 07 Desember 2018 - 04:41 WIB

Membandingkan Kasus Habib Bahar dengan ABG Penghina Presiden
Habib Bahar Diperiksa, FPI Beri Pengawalan

Kamis, 06 Desember 2018 - 20:30 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us