Hoax dan Sara Tantangan Terbesar Pilgubri

Politik | Senin, 16 April 2018 - 12:24 WIB

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kasubdit I Direktorat Intelkam Polda Riau AKBP Syafarudin Nasution menyebutkan ada dua tantangan besar dalam Pilgubri 2018 ini. Pertama, adalah bahaya hoax. Kedua adalah isu suku, agama, ras dan antar golongan (sara) yang bisa memecah belah kerukunan.

Maka dari itu, ia mengajak se­luruh komponen baik penyelenggara mau pun pengawas pemilu untuk mengantisipasi kedua tantangan tersebut.

Hal itu disampaikan Syafarudin dalam acara peningkatan sinergitas antara Polri, KPU dan Bawaslu di Bukit Naang, Kabupaten Kampar akhir pekan lalu. “Banyak tantangan yang dihadapi dalam pemilu tahun ini. Baik berita hoax hingga isu sara. Bawaslu, KPU serta Polda Riau harus kuat,” ucap Syafarudin.

Di sisi lain, Komisioner Bawaslu Riau Neil Antariksa dalam sambutannya turut mengapresiasi kegiatan yang digagas Polda Riau itu. Menurutnya, dengan komunikasi yang baik akan memberikan semangat kepada penyelenggara pemilu dan pengawasan pelaksanaan Pilgubri tahun 2018.

“Kami, Bawaslu dan KPU Pro­vinsi Riau sangat mengapresiasi acara ini,” ujar Neil dalam sambutannya.

Ia menambahkan, pernyataan Kasubdit I Direktorat Intelkam Polda Riau AKBP Syafarudin Nasution merupakan hal yang turut menjadi perhatian Bawaslu Riau. Dirinya meminta bantuan sekaligus kerja sama yang baik antara Bawaslu dengan Polda Riau khususnya dalam mengantisipasi hoax dan isu sara.

Hal senada juga disampaikan Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan. Ia menceritakan, banyak games yang diberikan panitia kepada peserta sehingga membuat peserta semakin semangat mengikuti acara. Dalam kesempatan itu ia juga menyampaikan permintaan maaf bilamana dalam senda gurau, saat itu ada yang kurang berkenan.

“Semoga kerja sama dan ikatan kekeluargaan yang terjalin saat ini dapat menjadi momentum sinergitas yang baik dan kuat antara Bawaslu Riau, KPU Riau, serta Polda Riau dalam Pilkada,” tutupnya.(wws)




loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU