Wonderful Indonesia
Budi yang Baik Dikenang Jua
Drama Klasik Bangsawan Melayu
Minggu, 15 April 2018 - 15:18 WIB > Dibaca 2538 kali Print | Komentar
Drama Klasik Bangsawan Melayu
Seluruh tim produksi Drama Klasik Bangsawan SMAIT Al-Ittihat Pekanbaru berfoto bersama usai pementasan, Budi yang Baik Dikenang Jua, Sabtu (14/4) di Anjung Seni Idrus Tintin, Pekanbaru. Al-Ittihad for Riau Pos
Berita Terkait



(RIAUPOS.CO) - ADA yang unik di gedung teater tertutup Anjung Seni Idrus Tintin, Sabtu (14/4) pagi. Aktor dan artis muda SMAIT Al-Ittihad Pekanbaru menyuguhkan sebuah pertunjukan seni, drama klasik Bangsawan dengan judul Budi yang Baik Dikenang Jua.

Jika pertunjukan drama yang biasanya dibentang pada malam hari, atas pertimbangan acara perpisahan kelas 12, karya mereka justru ditampilkan pada pagi hari, pukul 08.00 WIB. Pertunjukan drama berdurasi 90 menit itu, mendapat apresiasi tinggi dari walimurid, pihak yayasan, dan juga para undangan yang memenuhi gedung megah tersebut.

"Saya bangga, anak-anak tampil maksimal setelah berproses kuranglebih dua bulan dengan binaan Lembaga Teater Selembayung. Inilah hasil terbaik mereka untuk kita semua," ungkap Kepala Sekolah SMAIT Al-Ittihad Awaluddin Nasution SAg usai pementasan.

Sebagai ilustrasi, pementasan drama klasik Bangsawan itu berkisah tentang keluarga sebuah Kerajaan Melayu. Sultan Mahmud yang sudah tua berniat untuk menyerahkan tampuk kekuasaan kepada salah satu dari tiga anak lelakinya. Namun terjadi kegaduhan karena Sultan menyerahkan tahtanya kepada anak bungsunya, Djafaar. Keputusan itu tentu saja menyimpang karena biasanya, kekuasaan harus diserahkan kepada anak sulung, yakni Tengku Husin. Kegaduhan justru diperumit oleh anak kedua Sultan, Tengku Ali yang tiba-tiba juga menginginkan tahta itu.

Sultan Mahmud, dengan bijak dan tenang, meminta semua anaknya lelakinya, Djafaar, Husin, dan Ali untuk menerima keputusan itu. Ia juga mengharapkan restu dari permaisurinya Hamidah, dan anak perempuannya Tengku Tengah.  

Dengan ketegasan dan kebijaksanaan yang dimiliki, mau tidak mau, bahkan Datuk Bendahara serta seluruh pembesar kerajaan menerima keputusan tersebut. Sultan yang baru, Djafaar pun dilantik. Pihak istana mengajak seluruh rakyat dan negeri-negeri sahabat untuk ikut merayakan dan berpesta selama tujuh hari tujuh malam, berturut-turut.



KOMENTAR
Berita Update
Polda Razia 10 Lokasi
Gelper Mendadak Sepi
Sabtu, 21 April 2018 - 12:44 wib

si Classy Mermaid pants
Sabtu, 21 April 2018 - 12:27 wib

SMAN 4 Pekanbaru Juara I PIK Jalur Pendidikan
Sabtu, 21 April 2018 - 12:21 wib
Pelarian Bonita Berakhir
Warga Merasa Tenang
Sabtu, 21 April 2018 - 12:18 wib
Senita Riskiwahyuni STrKeb, Kartini Zaman Now
Inovatif untuk Sesama Perempuan
Sabtu, 21 April 2018 - 12:04 wib
Tamu Redaksi Riau Pos
Anggota OSIS SMKN 1 Lubuk Batu Jaya Menimba Ilmu ke Riau Pos
Sabtu, 21 April 2018 - 12:00 wib
Rencana Perjalanan Haji 2018
Kepulangan Jamaah Mundur Sehari
Sabtu, 21 April 2018 - 11:55 wib
Alamaaak!
Terciduk Bareng Selingkuhan
Sabtu, 21 April 2018 - 11:53 wib
Stasiun Penyedia Listrik Umum
24 Titik SPLU Bantu PKL
Sabtu, 21 April 2018 - 11:34 wib
Cari Berita
Kebudayaan Terbaru
Tuah Betung Warnai Panggung Seni Kreatif

Kamis, 19 April 2018 - 21:02 WIB

“Kartun dan Literasi Visual Kita”

Minggu, 15 April 2018 - 11:08 WIB

“Teror Mental”

Minggu, 15 April 2018 - 10:54 WIB

Perjalanan: Untuk Apa?

Minggu, 15 April 2018 - 10:40 WIB

Seri Melayu Juara Umum Parade Tari

Minggu, 15 April 2018 - 10:22 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us