Budi yang Baik Dikenang Jua
Drama Klasik Bangsawan Melayu
Minggu, 15 April 2018 - 15:18 WIB > Dibaca 3123 kali Print | Komentar
Drama Klasik Bangsawan Melayu
Seluruh tim produksi Drama Klasik Bangsawan SMAIT Al-Ittihat Pekanbaru berfoto bersama usai pementasan, Budi yang Baik Dikenang Jua, Sabtu (14/4) di Anjung Seni Idrus Tintin, Pekanbaru. Al-Ittihad for Riau Pos
Berita Terkait



(RIAUPOS.CO) - ADA yang unik di gedung teater tertutup Anjung Seni Idrus Tintin, Sabtu (14/4) pagi. Aktor dan artis muda SMAIT Al-Ittihad Pekanbaru menyuguhkan sebuah pertunjukan seni, drama klasik Bangsawan dengan judul Budi yang Baik Dikenang Jua.

Jika pertunjukan drama yang biasanya dibentang pada malam hari, atas pertimbangan acara perpisahan kelas 12, karya mereka justru ditampilkan pada pagi hari, pukul 08.00 WIB. Pertunjukan drama berdurasi 90 menit itu, mendapat apresiasi tinggi dari walimurid, pihak yayasan, dan juga para undangan yang memenuhi gedung megah tersebut.

"Saya bangga, anak-anak tampil maksimal setelah berproses kuranglebih dua bulan dengan binaan Lembaga Teater Selembayung. Inilah hasil terbaik mereka untuk kita semua," ungkap Kepala Sekolah SMAIT Al-Ittihad Awaluddin Nasution SAg usai pementasan.

Sebagai ilustrasi, pementasan drama klasik Bangsawan itu berkisah tentang keluarga sebuah Kerajaan Melayu. Sultan Mahmud yang sudah tua berniat untuk menyerahkan tampuk kekuasaan kepada salah satu dari tiga anak lelakinya. Namun terjadi kegaduhan karena Sultan menyerahkan tahtanya kepada anak bungsunya, Djafaar. Keputusan itu tentu saja menyimpang karena biasanya, kekuasaan harus diserahkan kepada anak sulung, yakni Tengku Husin. Kegaduhan justru diperumit oleh anak kedua Sultan, Tengku Ali yang tiba-tiba juga menginginkan tahta itu.

Sultan Mahmud, dengan bijak dan tenang, meminta semua anaknya lelakinya, Djafaar, Husin, dan Ali untuk menerima keputusan itu. Ia juga mengharapkan restu dari permaisurinya Hamidah, dan anak perempuannya Tengku Tengah.  

Dengan ketegasan dan kebijaksanaan yang dimiliki, mau tidak mau, bahkan Datuk Bendahara serta seluruh pembesar kerajaan menerima keputusan tersebut. Sultan yang baru, Djafaar pun dilantik. Pihak istana mengajak seluruh rakyat dan negeri-negeri sahabat untuk ikut merayakan dan berpesta selama tujuh hari tujuh malam, berturut-turut.



KOMENTAR
Berita Update
Traffic Website  SSCN Padat di  Siang Hari

Traffic Website SSCN Padat di Siang Hari
Rabu, 25 September 2018 - 18:39 wib
Angkat Potensi Kerang Rohil

Angkat Potensi Kerang Rohil
Rabu, 25 September 2018 - 17:38 wib
PMI Ajak Generasi Muda Hindari Perilaku Menyimpang

PMI Ajak Generasi Muda Hindari Perilaku Menyimpang
Rabu, 25 September 2018 - 17:30 wib

BPN Diminta Tingkatkan Pelayanan
Rabu, 25 September 2018 - 17:00 wib
Beli BBM Pakai  Uang Elektronik

Beli BBM Pakai Uang Elektronik
Rabu, 25 September 2018 - 16:56 wib

Jalan Rusak, Siswa Terpaksa Memperbaiki
Rabu, 25 September 2018 - 16:36 wib

Rangkai Bunga Artificial Jadi Bouquet Cantik
Rabu, 25 September 2018 - 16:32 wib
Rencana Rasionalisasi RAPBD Perubahan 2018
Tak Ganggu Target Pembangunan
Rabu, 25 September 2018 - 16:30 wib

Ratusan Honorer Gelar Aksi Demo
Rabu, 25 September 2018 - 16:00 wib

SMAN 7 Pekanbaru Dukung Gerakan Literasi
Rabu, 25 September 2018 - 15:54 wib
Cari Berita
Kebudayaan Terbaru
Semarakkan HPI, Penyair Riau Hadir di Pasaman Sumatera Barat
Kembalinya sang  Primadona

Minggu, 23 September 2018 - 19:48 WIB

Lembaga  Sensor Film tak  "Berkuku"

Minggu, 02 September 2018 - 15:53 WIB

Kegilaan Penyair "Alam Gaib" di Akhir PSK

Senin, 27 Agustus 2018 - 08:09 WIB

Agar Siswa Paham Dunia Literasi dan Musikalisasi Puisi

Kamis, 16 Agustus 2018 - 00:50 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini