Budi yang Baik Dikenang Jua
Drama Klasik Bangsawan Melayu
Minggu, 15 April 2018 - 15:18 WIB > Dibaca 2961 kali Print | Komentar
Drama Klasik Bangsawan Melayu
Seluruh tim produksi Drama Klasik Bangsawan SMAIT Al-Ittihat Pekanbaru berfoto bersama usai pementasan, Budi yang Baik Dikenang Jua, Sabtu (14/4) di Anjung Seni Idrus Tintin, Pekanbaru. Al-Ittihad for Riau Pos
Berita Terkait



(RIAUPOS.CO) - ADA yang unik di gedung teater tertutup Anjung Seni Idrus Tintin, Sabtu (14/4) pagi. Aktor dan artis muda SMAIT Al-Ittihad Pekanbaru menyuguhkan sebuah pertunjukan seni, drama klasik Bangsawan dengan judul Budi yang Baik Dikenang Jua.

Jika pertunjukan drama yang biasanya dibentang pada malam hari, atas pertimbangan acara perpisahan kelas 12, karya mereka justru ditampilkan pada pagi hari, pukul 08.00 WIB. Pertunjukan drama berdurasi 90 menit itu, mendapat apresiasi tinggi dari walimurid, pihak yayasan, dan juga para undangan yang memenuhi gedung megah tersebut.

"Saya bangga, anak-anak tampil maksimal setelah berproses kuranglebih dua bulan dengan binaan Lembaga Teater Selembayung. Inilah hasil terbaik mereka untuk kita semua," ungkap Kepala Sekolah SMAIT Al-Ittihad Awaluddin Nasution SAg usai pementasan.

Sebagai ilustrasi, pementasan drama klasik Bangsawan itu berkisah tentang keluarga sebuah Kerajaan Melayu. Sultan Mahmud yang sudah tua berniat untuk menyerahkan tampuk kekuasaan kepada salah satu dari tiga anak lelakinya. Namun terjadi kegaduhan karena Sultan menyerahkan tahtanya kepada anak bungsunya, Djafaar. Keputusan itu tentu saja menyimpang karena biasanya, kekuasaan harus diserahkan kepada anak sulung, yakni Tengku Husin. Kegaduhan justru diperumit oleh anak kedua Sultan, Tengku Ali yang tiba-tiba juga menginginkan tahta itu.

Sultan Mahmud, dengan bijak dan tenang, meminta semua anaknya lelakinya, Djafaar, Husin, dan Ali untuk menerima keputusan itu. Ia juga mengharapkan restu dari permaisurinya Hamidah, dan anak perempuannya Tengku Tengah.  

Dengan ketegasan dan kebijaksanaan yang dimiliki, mau tidak mau, bahkan Datuk Bendahara serta seluruh pembesar kerajaan menerima keputusan tersebut. Sultan yang baru, Djafaar pun dilantik. Pihak istana mengajak seluruh rakyat dan negeri-negeri sahabat untuk ikut merayakan dan berpesta selama tujuh hari tujuh malam, berturut-turut.



KOMENTAR
Berita Update
Tak Ada Sengketa THR Karyawan dan Perusahaan

Tak Ada Sengketa THR Karyawan dan Perusahaan
Rabu, 18 Juli 2018 - 21:00 wib

Debt Collector Bisa Dipidana
Rabu, 18 Juli 2018 - 20:40 wib
KEJUARAAN ATLETIK DUNIA U-20
Pelatih Ungkap Rahasia Kesuksesan Zohri Raih Gelar Juara Dunia
Rabu, 18 Juli 2018 - 20:30 wib
UKS Upaya Tingkatkan Hidup Sehat sejak Dini

UKS Upaya Tingkatkan Hidup Sehat sejak Dini
Rabu, 18 Juli 2018 - 20:20 wib
PENYEBAB BELUM DIKETAHUI
Tingkat Stres Tinggi, Anggota Brimob Nekat Tembak Kepala Sendiri
Rabu, 18 Juli 2018 - 20:10 wib
BELUM TENTUKAN SIKAP
Pilpres 2019, Demokrat Akui Ada Jarak antara SBY dan Megawati
Rabu, 18 Juli 2018 - 20:00 wib

Pemberangkatan JCH Harus Lebih Baik
Rabu, 18 Juli 2018 - 19:50 wib
KEJUARAAN ATLETIK DUNIA U-20
Zohri Ternyata Sempat Takut Diwawancarai Wartawan, Ini Alasannya
Rabu, 18 Juli 2018 - 19:50 wib
Cari Berita
Kebudayaan Terbaru
Lestarikan Rumah Melayu

Rabu, 18 Juli 2018 - 08:37 WIB

Terjebak dalam Bentuk

Minggu, 15 Juli 2018 - 11:14 WIB

Bunyi, Musik dan Deja Vu

Minggu, 15 Juli 2018 - 11:10 WIB

Marhalim Zaini Pentaskan "Hikayat Orang Laut"

Minggu, 15 Juli 2018 - 11:07 WIB

Koreografer Harus Lebih Berani Berkreasi

Kamis, 12 Juli 2018 - 09:24 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us